Dari 1.300 insinyur yang tergabung dalam Perhimpunan Insinyur Indonesia 
Sumatera Barat, 417 orang telah mendapat sertifikasi sebagai tenaga ahli

mudah2-an dari 1300 itu tamasuak nan di lapau awak ko duduak di Dewan Bangunan 
sahinggo no ide2 nan pernah didiskusikan di siko dapek ditaruihkan pulo.

wassalam,
harman


http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/10/09/Nasional/krn.20091009.178528.id.html

Padang Butuh Dewan Bangunan
Pembangunan gedung dianggap selesai setelah mengantongi IMB.

PADANG - Perhimpunan Insinyur Indonesia Sumatera Barat merekomendasikan agar 
Sumatera Barat membentuk dewan bangunan, setelah gempa berkekuatan 7,6 pada 
skala Richter yang merusak sekitar 190 ribu bangunan. "Tugasnya mengawasi 
proses pembangunan bangunan, mulai desain sampai selesai pembangunan," kata 
Ketua Perhimpunan Insinyur Sumatera Barat, Insannul Kamil, kepada Tempo di 
Padang kemarin. 

"Agar fair, dewan bangunan harus dari kalangan independen," ujar Insannul. 
Dewan bangunan, kata dia, amat penting. Alasannya, sebagian bangunan yang rusak 
akibat gempa memiliki berbagai kelemahan, terutama penyimpangan dari 
perencanaan, desain, perizinan, maupun konstruksi. "Insinyurnya menginginkan 
bangunan yang ideal, tetapi owner menghendaki beberapa bagan dikurangi. 
Akibatnya, tak kuat diguncang gempa," katanya. 

Selama ini, dia menambahkan, pembangunan gedung dianggap selesai setelah 
pemilik gedung mengantongi surat izin mendirikan bangunan (IMB). "Setelah itu, 
pengawasan pembangunan gedung tidak ketat." Melalui dewan bangunan inilah kelak 
pengeluaran IMB diperketat sesuai dengan standar, tak ada lagi toleransi 
terhadap pihak-pihak yang nakal," kata Insannul. 

Dari 1.300 insinyur yang tergabung dalam Perhimpunan Insinyur Indonesia 
Sumatera Barat, 417 orang telah mendapat sertifikasi sebagai tenaga ahli. 
"Mereka bisa dilibatkan dalam dewan bangunan." 

Ketua Tim Assessment Bangunan Pasca-Gempa Sumatera Barat, Febrin Anas Ismail, 
mendukung gagasan pembentukan dewan bangunan. "Kalau bangunan tidak baik, akan 
tidak kuat, rapuh, dan patah ketika diguncang gempa. Makanya, perlu dewan 
bangunan," kata Febrin. 

Menurut Febrin, ada beberapa aspek yang membuat bangunan di Sumatera Barat 
rentan rusak diguncang gempa. Di antaranya, aspek desain yang tidak betul dan 
tidak memadai, atau bangunan berdiri di atas tanah bekas rawa, sawah, dan 
tambak namun penimbunannya tidak sempurna. "Fondasinya tidak sampai ke tanah 
yang keras," ujar Febrin. 

Dari sisi teknis, kata Direktur Pusat Studi Bencana Universitas Andalas Padang 
ini, kekakuan dan elastisitas bangunan mempengaruhi mudah rusak dan amannya 
bangunan. "Bangunan yang elastis lebih kuat dari yang kaku," ujarnya. Itu 
sebabnya, konstruksi rumah adat Minang yang masih mempertahankan local wisdom 
cenderung tidak mengalami kerusakan. 

Rumah adat yang terbuat dari kayu itu dibuat merosot gengsinya sejak hadirnya 
rumah berbahan bata dan semen yang merebak sejak 1970-an. Masalahnya, sulit 
mendapatkan tukang bangunan yang berpengalaman baik untuk membuat bangunan bata 
yang tahan gempa.
ALI ANWAR | ISMI WAHID | RIKY




________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]


Pak Sa'af, Sanak Datuak Arifz

Dari awal postingan nan cukuik aktif ambo ma reply kalau untak mandisain jo 
ituang maituang kekuatan bangunan ko secara teknis ambo ndak ahlinyo 

Tapi ko penyediaan bahan bangunan dari kayu semisal kayu karambia tuo  mulai 
dari tagak ditabang sampai dibalah di saw mill portable lai lah ambo punyo 
pengalaman dalam menentkan ukuran caro mambalah dan manjago kualitasnyo 
(grading and scaling) serta perlakuan kayu segar ko setelah dibalah bia indak 
jamuran (Blue stain) baitu juo kayu2 hutan tropis nan disita petugas tarutama 
dalam bentuk balok kaleng (square logs) nan bisa dimanfaatkan sesuai ukuran nan 
diminta hasil rancangan secara teknis 

---(diguntiang bia indak manjelo - jelo)



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke