Yang sebenarnya terjadi Gempa di Padang Pariaman,adalah peringatan dari Allah SWT agar kita lebih ta'at dan tunduk kepada NYA.kalau bicara tentang Bangunan seperti Hotel Ambacangyang roboh, kenapa ? coba kita lihat Bangunan Sebelahnya tiodak runtuhkenapa?????????????????????
Semoga menjadi bahan u Pada 9 Oktober 2009 10:18, Harman <[email protected]> menulis: > Dari 1.300 insinyur yang tergabung dalam Perhimpunan Inonesia Sumatera > Barat, 417 orang telah mendapat sertifikasi sebagai tenaga ahli > > mudah2-an dari 1300 itu tamasuak nan di lapau awak ko duduak di Dewan > Bangunan sahinggo no ide2 nan pernah didiskusikan di siko dapek ditaruihkan > pulo. > > wassalam, > harman > > > > http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/10/09/Nasional/krn.20091009.178528.id.html > > Padang Butuh Dewan Bangunan > Pembangunan gedung dianggap selesai setelah mengantongi IMB. > > PADANG - Perhimpunan Insinyur Indonesia Sumatera Barat merekomendasikan > agar Sumatera Barat membentuk dewan bangunan, setelah gempa berkekuatan 7,6 > pada skala Richter yang merusak sekitar 190 ribu bangunan. "Tugasnya > mengawasi proses pembangunan bangunan, mulai desain sampai selesai > pembangunan," kata Ketua Perhimpunan Insinyur Sumatera Barat, Insannul > Kamil, kepada Tempo di Padang kemarin. > > "Agar fair, dewan bangunan harus dari kalangan independen," ujar Insannul. > Dewan bangunan, kata dia, amat penting. Alasannya, sebagian bangunan yang > rusak akibat gempa memiliki berbagai kelemahan, terutama penyimpangan dari > perencanaan, desain, perizinan, maupun konstruksi. "Insinyurnya menginginkan > bangunan yang ideal, tetapi owner menghendaki beberapa bagan dikurangi. > Akibatnya, tak kuat diguncang gempa," katanya. > > Selama ini, dia menambahkan, pembangunan gedung dianggap selesai setelah > pemilik gedung mengantongi surat izin mendirikan bangunan (IMB). "Setelah > itu, pengawasan pembangunan gedung tidak ketat." Melalui dewan bangunan > inilah kelak pengeluaran IMB diperketat sesuai dengan standar, tak ada lagi > toleransi terhadap pihak-pihak yang nakal," kata Insannul. > > Dari 1.300 insinyur yang tergabung dalam Perhimpunan Insinyur Indonesia > Sumatera Barat, 417 orang telah mendapat sertifikasi sebagai tenaga ahli. > "Mereka bisa dilibatkan dalam dewan bangunan." > > Ketua Tim Assessment Bangunan Pasca-Gempa Sumatera Barat, Febrin Anas > Ismail, mendukung gagasan pembentukan dewan bangunan. "Kalau bangunan tidak > baik, akan tidak kuat, rapuh, dan patah ketika diguncang gempa. Makanya, > perlu dewan bangunan," kata Febrin. > > Menurut Febrin, ada beberapa aspek yang membuat bangunan di Sumatera Barat > rentan rusak diguncang gempa. Di antaranya, aspek desain yang tidak betul > dan tidak memadai, atau bangunan berdiri di atas tanah bekas rawa, sawah, > dan tambak namun penimbunannya tidak sempurna. "Fondasinya tidak sampai ke > tanah yang keras," ujar Febrin. > > Dari sisi teknis, kata Direktur Pusat Studi Bencana Universitas Andalas > Padang ini, kekakuan dan elastisitas bangunan mempengaruhi mudah rusak dan > amannya bangunan. "Bangunan yang elastis lebih kuat dari yang kaku," > ujarnya. Itu sebabnya, konstruksi rumah adat Minang yang masih > mempertahankan local wisdom cenderung tidak mengalami kerusakan. > > Rumah adat yang terbuat dari kayu itu dibuat merosot gengsinya sejak > hadirnya rumah berbahan bata dan semen yang merebak sejak 1970-an. > Masalahnya, sulit mendapatkan tukang bangunan yang berpengalaman baik untuk > membuat bangunan bata yang tahan gempa. > ALI ANWAR | ISMI WAHID | RIKY > > ------------------------------ > *From:* "[email protected]" <[email protected]> > *To:* [email protected] > ** > > Pak Sa'af, Sanak Datuak Arifz > > Dari awal postingan nan cukuik aktif ambo ma reply kalau untak mandisain jo > ituang maituang kekuatan bangunan ko secara teknis ambo ndak ahlinyo > > Tapi ko penyediaan bahan bangunan dari kayu semisal kayu karambia tuo > mulai dari tagak ditabang sampai dibalah di saw mill portable lai lah ambo > punyo pengalaman dalam menentkan ukuran caro mambalah dan manjago > kualitasnyo (grading and scaling) serta perlakuan kayu segar ko setelah > dibalah bia indak jamuran (Blue stain) baitu juo kayu2 hutan tropis nan > disita petugas tarutama dalam bentuk balok kaleng (square logs) nan bisa > dimanfaatkan sesuai ukuran nan diminta hasil rancangan secara teknis > > ---(diguntiang bia indak manjelo - jelo) > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
