Maa Rang Lapau nan Basamo,

MakNgah kagumi kegigihan dan ketekunan Angku Riri mencari-cari sumber-sumber 
data yang berguna untuk Kito nan Basamo di Lapau dan Masyarakat kita pada 
umumnya.  Penemuan sumber: Buku Rencana Penanggulangan Bencana Provinsi 
Sumatera Barat 2008-2012 ( http://sc-drr.org/?view=news&id=45 )sangat kita 
nilai tinggi, kita acungkan empu jari tangan kanan cap jempol untuk beliau. 
MakNgah sudah download link itu, baca garis besarnya, dan simpan untuk 
dipelajari lagi. Mudah-mudahan kita semua memperhatikannya begitu juga.

Nah, buku itu sudah terbit lama, 2008. PERTANYAAN sekarang, apakah Buku itu 
sudah beredar dengan baik sampai ke sasaran pembaca semua pihah yang dituju, 
MASYARAKAT umumnya, ataukah hanya tersimpan di web saja sehingga kita baru tahu 
diketengahkan di Lapau ini sekarang? Menurut MakNgah, buku itu sudah seharusnya 
tersebar cepat sesudah terbit, dibaca teliti oleh semua pihak, dipraktekkan 
sebaiik-baiknya, dan diadakan drill sistematis secara berkala di seantero 
Sumatera Barat. 

Buku itu merupakan usaha perseiapan fisik dan mental dalam menghadapi berbagai 
Malapetaka Dahsyat yang menimpa dan akan menimpa Sumatra Barat. Saya khawatir 
kalau buku itu hanya sampai dan tersimpan dalam beberapa tangan secara formil 
tidak tersebar meluas ke Masyarakat. Seandaianya buku itu sudah sampai dibaca, 
dipelajari bersama sampai ke tingkat-tingkat masyarakat di Nagri-nagari, 
penghadapan dan langkah-langkah kesiagaan masyarakat secara fisik dan mental 
terhadap Bencana Dahsyat Sumatra Barat 30 September 2009 kemarin mungkin dapat 
dilakukan dan dihadapi secara sistematis.

Untuk masa berikutnya, Pasca Gampo Pariaman ini, buku ini dan buku-buku 
petunjuk lain yang akan disepurnakan, pamflet-pamflet perlu manjadi pegangan 
masyarakat sampai ke semua tingkat di Sumatra Barat. Secara berkala 
latihan-latihan, drill, perlu diadakan secara sistematis. Persiapan fisik dan 
mental perlu disiagakan untuk masa depan. 

Bencana Dahsyat yang Lebih Besar dari sekarang yang banyak disebut-sebut, 
sebaiknhya tidak dilecehkan. Sumatera Barat dan sepanjang Barat Pantai Sumatera 
terletak di atas "Bara Hangat" diapit Sesar Semangko dan Lempeng Bawah Laut, 
sebagai bagian dari yang disebut-sebut Ring of Fire, sumber bencana yang 
mungkin dapat terjadi setiap waktu. Kita tidak tahu BILA Waktunya, tidak ada 
jangka waktu yang ditentukan, namun itu akan terjadi, mungkin minggu dapan, 
bulan depan, tahun depan, puluhan tahun depan, abad depan, dst; HANYA ALLAH 
SUBHANAHUATA'ALA yang mengetahui. Semenara itu kita Berdoa kepadaNYA 
mudah-mudahan Bendaa itu tidak akan terjadi. Namun, persiapan menghadapi 
Malapetaka Dahsyat itu, kesiap-siagaan secara luas dan mendetail harus ada di 
tangan Kita Semua.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
http://www.santacruzsentinel.com/localnews/ci_12030675

--- In [email protected], Riri Chaidir <riri.chai...@...> wrote:
>
> Pak Saaf
> Kalau saya baca di bbrp artikel di web, kelihatannya sudah ada. Bahkan
> dikatakan, per awal 2008 Sumbar merupakan satu dari baru dua provinsi yang
> sudah memiliki badan tersebut.(
> http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2008/10/08/brk,20081008-139186,id.html
>  )
> 
> Untuk tingkar kabupaten/ kota, per april 2008 setidaknya sudah ada 2 (padang
> dan metawai).
> 
> Kalau menurut saya, Sumbar termasuk yang sangat maju untuk masalah ini, saya
> juga ketemu di internet Perda Nomor 5 tahun 2007 tentang Penanggulangan
> Bencana. Saya juga ketemu Buku Rencana Penanggulangan Bencana Provinsi
> Sumatera Barat 2008-2012 ( http://sc-drr.org/?view=news&id=45 )
> 
> Dokumen di atas - menurut saya - sangat bagus. Dan saya sudah coba search di
> google, dokumen sejenis belum saya temukan.
> 
> Riri
> bekasi, l, 47
> 
> 
> 2009/10/17 Dr.Saafroedin BAHAR <saaf10...@...>
> >
> > Assalamualaikum w.w. para saran sa palanta,
> >
> > Baik untuk menangani kegiatan rekonstruksi pasca tanggap darurat sekarang
> > ini, maupun untuk mempersiapkan masyarakat untuk mitigasi bencana yang jelas
> > akan terjadi lagi di waktu mendatang, pemerintah daerah dan masyarakat
> > daerah Sumatera Barat perlu membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
> > Sifatnya wajib, bukan fakultatif. Dasarnya Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007
> > Tentang Penanggulangan Bencana.
> >
> > Dalam badan inilah akan berlangsung keseluruhan kegiatan manajemen bencana,
> > sehingga seluruh kegiatan penanggungan bencana di daerah Sumatera Barat bisa
> > dilakukan secara lebih terpadu, lebih terkoordinasi, lebih efektif, serta
> > lebih efisien.
> >
> > Wassalam,
> > Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke