Wah terima kasih banyak Riri. Dalam rapat di Dijen Dikti tanggal 13 Oktober yang lalu saya mendapat info dari salah seorang tokoh Sumbar yang hadir bahwa Sumbar belum membentuk BPBD. Selama ini yang banyak saya baca di media adalah tentang Satkorlak, yang memang sudah lama ada.
Kalau begitu syukurlah. Kita harapkan badan tersebut sudah bisa menangani demikian banyak masalah pasca tanggap darurat ini secara lebih efektif dan lebih efisien. Bersama Inyiak Sunguik saya bertanya apakah demikian lengkap 'software' penanggulangan bencana sudah memasyarakat ? Kok kita masih mendengar demikian banyak keluhan ? Mudah-mudahan badan ini dapat bekerja lebih baik lagi. Wassalam, Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) --- On Sat, 10/17/09, sjamsir_sjarif <[email protected]> wrote: > From: sjamsir_sjarif <[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] KITA HARUS MEMBENTUK BADAN PENANGGULANGAN BENCANA > DAERAH -- SEGERA ! > To: [email protected] > Date: Saturday, October 17, 2009, 10:22 PM > > Maa Rang Lapau nan Basamo, > > MakNgah kagumi kegigihan dan ketekunan Angku Riri > mencari-cari sumber-sumber data yang berguna untuk Kito nan > Basamo di Lapau dan Masyarakat kita pada umumnya. > Penemuan sumber: Buku Rencana Penanggulangan Bencana > Provinsi Sumatera Barat 2008-2012 ( http://sc-drr.org/?view=news&id=45 > )sangat kita nilai > tinggi, kita acungkan empu jari tangan kanan cap jempol > untuk beliau. MakNgah sudah download link itu, baca garis > besarnya, dan simpan untuk dipelajari lagi. Mudah-mudahan > kita semua memperhatikannya begitu juga. > > Nah, buku itu sudah terbit lama, 2008. PERTANYAAN sekarang, > apakah Buku itu sudah beredar dengan baik sampai ke sasaran > pembaca semua pihah yang dituju, MASYARAKAT umumnya, ataukah > hanya tersimpan di web saja sehingga kita baru tahu > diketengahkan di Lapau ini sekarang? Menurut MakNgah, buku > itu sudah seharusnya tersebar cepat sesudah terbit, dibaca > teliti oleh semua pihak, dipraktekkan sebaiik-baiknya, dan > diadakan drill sistematis secara berkala di seantero > Sumatera Barat. > > Buku itu merupakan usaha perseiapan fisik dan mental dalam > menghadapi berbagai Malapetaka Dahsyat yang menimpa dan akan > menimpa Sumatra Barat. Saya khawatir kalau buku itu hanya > sampai dan tersimpan dalam beberapa tangan secara formil > tidak tersebar meluas ke Masyarakat. Seandaianya buku itu > sudah sampai dibaca, dipelajari bersama sampai ke > tingkat-tingkat masyarakat di Nagri-nagari, penghadapan dan > langkah-langkah kesiagaan masyarakat secara fisik dan mental > terhadap Bencana Dahsyat Sumatra Barat 30 September 2009 > kemarin mungkin dapat dilakukan dan dihadapi secara > sistematis. > > Untuk masa berikutnya, Pasca Gampo Pariaman ini, buku ini > dan buku-buku petunjuk lain yang akan disepurnakan, > pamflet-pamflet perlu manjadi pegangan masyarakat sampai ke > semua tingkat di Sumatra Barat. Secara berkala > latihan-latihan, drill, perlu diadakan secara sistematis. > Persiapan fisik dan mental perlu disiagakan untuk masa > depan. > > Bencana Dahsyat yang Lebih Besar dari sekarang yang banyak > disebut-sebut, sebaiknhya tidak dilecehkan. Sumatera Barat > dan sepanjang Barat Pantai Sumatera terletak di atas "Bara > Hangat" diapit Sesar Semangko dan Lempeng Bawah Laut, > sebagai bagian dari yang disebut-sebut Ring of Fire, sumber > bencana yang mungkin dapat terjadi setiap waktu. Kita tidak > tahu BILA Waktunya, tidak ada jangka waktu yang ditentukan, > namun itu akan terjadi, mungkin minggu dapan, bulan depan, > tahun depan, puluhan tahun depan, abad depan, dst; HANYA > ALLAH SUBHANAHUATA'ALA yang mengetahui. Semenara itu kita > Berdoa kepadaNYA mudah-mudahan Bendaa itu tidak akan > terjadi. Namun, persiapan menghadapi Malapetaka Dahsyat itu, > kesiap-siagaan secara luas dan mendetail harus ada di tangan > Kita Semua. > > Salam, > --MakNgah > Sjamsir Sjarif > http://www.santacruzsentinel.com/localnews/ci_12030675 > > --- In [email protected], > Riri Chaidir <riri.chai...@...> wrote: > > > > Pak Saaf > > Kalau saya baca di bbrp artikel di web, kelihatannya > sudah ada. Bahkan > > dikatakan, per awal 2008 Sumbar merupakan satu dari > baru dua provinsi yang > > sudah memiliki badan tersebut.( > > http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2008/10/08/brk,20081008-139186,id.html > > ) > > > > Untuk tingkar kabupaten/ kota, per april 2008 > setidaknya sudah ada 2 (padang > > dan metawai). > > > > Kalau menurut saya, Sumbar termasuk yang sangat maju > untuk masalah ini, saya > > juga ketemu di internet Perda Nomor 5 tahun 2007 > tentang Penanggulangan > > Bencana. Saya juga ketemu Buku Rencana Penanggulangan > Bencana Provinsi > > Sumatera Barat 2008-2012 ( http://sc-drr.org/?view=news&id=45 ) > > > > Dokumen di atas - menurut saya - sangat bagus. Dan > saya sudah coba search di > > google, dokumen sejenis belum saya temukan. > > > > Riri > > bekasi, l, 47 > > > > > > 2009/10/17 Dr.Saafroedin BAHAR <saaf10...@...> > > > > > > Assalamualaikum w.w. para saran sa palanta, > > > > > > Baik untuk menangani kegiatan rekonstruksi pasca > tanggap darurat sekarang > > > ini, maupun untuk mempersiapkan masyarakat untuk > mitigasi bencana yang jelas > > > akan terjadi lagi di waktu mendatang, pemerintah > daerah dan masyarakat > > > daerah Sumatera Barat perlu membentuk Badan > Penanggulangan Bencana Daerah. > > > Sifatnya wajib, bukan fakultatif. Dasarnya > Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 > > > Tentang Penanggulangan Bencana. > > > > > > Dalam badan inilah akan berlangsung keseluruhan > kegiatan manajemen bencana, > > > sehingga seluruh kegiatan penanggungan bencana di > daerah Sumatera Barat bisa > > > dilakukan secara lebih terpadu, lebih > terkoordinasi, lebih efektif, serta > > > lebih efisien. > > > > > > Wassalam, > > > Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, > Jakarta) > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
