untuk direnungkan bersama,
mudah2-an kita semua tidak lupa diri 
dari banyaknya "kalajengking2" yang
diutus untuk menyelamatkan kita.

wassalam,m
harman st.idris

---

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/278500/

Kalajengking Utusan Tuhan  
Wednesday, 21 October 2009  

DI dalam kitab At Tawwabin, Ibnu Qudamah menulis kesaksian seorang ulama yang 
zuhud dan sangat takut kepada Allah. Kesaksian orang zuhud melihat kalajengking 
yang diutus oleh Allah untuk menyelamatkan seseorang. 

Orang yang sangat zuhud itu bernama Yusuf bin Husain.Suatu ketika dia 
bercerita. Pernah suatu ketika aku bersama Dzun Nun Al Mishri berada di tepian 
sebuah anak sungai. Aku melihat seekor kalajengking besar di tempat 
itu.Tiba-tiba ada seekor katak muncul ke permukaan dan kalajengking itu 
kemudian naik di atas punggungnya. 

Kemudian sang katak itu berenang menyeberangi sungai. Dzun Nun Al Mishri 
berkata, ”Ada yang aneh dengan kalajengking itu, mari kita ikuti dia!” Kami 
lantas menyeberang mengikuti kalajengking yang digendong katak itu. Kami 
terperanjat ketika menjumpai seseorang tertidur di tepian sungai yang tampaknya 
habis mabuk. 

Dan di sampingnya ada seekor ular yang mulai menjalar dari pusar kemudian ke 
dadanya, kiranya ular tersebut hendak menggigit telinganya. Kami lalu 
menyaksikan kejadian yang luar biasa. Kalajengking itu tibatiba melompat 
secepat kilat ke tubuh ular itu dan menyengat ular itu sejadijadinya hingga 
sang ular menggeliatgeliat dan terkoyak-koyak tubuhnya. 

Dzun Nun lalu membangunkan anak muda yang habis mabuk itu. Sesaat kemudian anak 
muda itu terjaga. Dzun Nun berkata, ”Hai anak muda, lihatlah betapa besar kasih 
sayang Allah yang telah menyelamatkanmu. Lihatlah kalajengking yang diutus-Nya 
untuk membinasakan ular yang hendak membunuhmu!” 

Lalu Dzun Nun melanjutkan nasihatnya, Hai orang yang terlena padahal Tuhan 
menjaga dari marabahaya yang merayap di kala gulita. Sungguh aneh, mata manusia 
mampu terlelap Meninggalkan Tuhan Yang Kuasa Yang melimpahinya berbagai nikmat. 
Setelah itu pemabuk itu berkata, ”Duhai Ilahi, betapa agung kasih sayang- Mu 
sekalipun terhadap diriku yang durhaka kepada-Mu. 

Jika demikian, bagaimana dengan kasih sayang- Mu kepada orang yang selalu taat 
kepada- Mu?” Pemuda pemabuk itu lalu meniti jalan menuju Allah. Dia sering kali 
menangis setiap kali teringat masa lalunya yang sia-sia. Dia terus meniti jalan 
Allah yang lurus, jalan untuk orang-orang yang diberi nikmat sejati oleh Allah 
SWT. Kisah kalajengking yang diutus oleh Allah sesungguhnya bisa terjadi pada 
siapa saja dan kapan saja, termasuk pada diri kita. 

Mungkin kita tidak menyadari bahwa Allah telah mengutus ”kalajengking” untuk 
menyelamatkan kita dari bahaya ”ular” yang hendak membinasakan kita. 
Kalajengking penyelamat itu bisa berbentuk hal yang bermacam-macam dan ular 
yang hendak membinasakan kita juga bentuknya bermacam-macam. 

Bahaya itu bisa jadi misalnya berupa utang yang menumpuk, yang sangat mengancam 
dan siap membinasakan. Terkadang orang yang memiliki hutang menumpuk malah 
terlena dan sama sekali tidak sadar kalau dia sedang dililit oleh ular yang 
sangat besar. Persis seperti pemuda mabuk tadi. Atau dia sadar dililit ular 
besar dan pasrah sepenuhnya siap untuk binasa,sebab sudah tidak bisa berbuat 
apa-apa. 

Dalam kondisi kritis, berulang kali Allah menjaga hamba-Nya.Orang yang utangnya 
menumpuk itu diberi jalan keluar oleh Allah. Berbagai macam caranya Allah 
mengirimkan ”kalajengking” penyelamat itu.Bisa jadi ada teman lama yang 
mendengar beritanya dan berkenan membantu menyelesaikan utang-utangnya. 

Bisa jadi Allah membukakan pintu bisnis yang baru. Yang dengan itu dia bangkit 
lagi, bisa melunasi utangnya dan kembali hidup sentosa.Ada bermacam-macam 
sebab, tetapi pada intinya Allah lah yang mengatur semuanya. Cobalah sejenak 
kita ingat-ingat sejerah perjalanan hidup kita. 

Berapa kali sudah Allah mengirimkan kalajengking yang menyelamatkan hidup kita? 
Berapa kali sudah Allah menolong kita dalam kesusahan dan kesempitan yang 
mendera? Kalau kita jujur, pastilah berkali-kali. Bahkan kalau kita 
jujur,setiap saat Allah melindungi kita dalam perlindungan yang kita tidak 
menyadarinya. 

Kita tidak sadar bahwa setiap detik Allah membersihkan darah kita dari pelbagai 
jenis racun yang mematikan. Allah lah yang mengatur pembersihan darah itu 
dengan membuatkan pabrik yang memproduksi zat kimia alami untuk membersihkan 
darah.Pabrik itu bekerja dua puluh empat jam tanpa henti. 

Dan kita sama sekali tidak menyadarinya, atau kita malah ada yang tidak 
mengetahuinya. Namun, dunia medis telah menjelaskan semua. Di dalam tubuh kita, 
menurut keterangan ilmu medis, Allah membuat satu pabrik ajaib yang namanya 
hati. Hati bisa disebut organ terbesar dalam tubuh manusia dengan berat sekitar 
1,5 kg. 

Fungsinya sangat banyak, bahkan mencapai lebih dari 500 fungsi yang bertalian 
erat dengan fungsi organ tubuh lainnya. Dengan fungsi yang begitu banyak dan 
rumit, hati ibarat pabrik kimia serbaguna dan paling canggih yang diciptakan 
oleh Allah, dengan jumlah 300 miliar sel yang tidak bisa ditiru oleh teknologi 
manusia secanggih apa pun. Salah satu fungsi hati adalah menyaring dan mengolah 
darah. 

Dalam keadaan normal, organ hati dilintasi sedikitnya 1.400 cc darah setiap 
menitnya atau hampir seperempat darah yang ada dalam tubuh melintasi hati 
setiap menit. Ini adalah cara tubuh untuk membersihkan darah. Hati menyaring 
darah yang melewatinya, lalu membersihkannya dari unsur-unsur yang mengotori 
darah. Jika hati menyaring 1,4 liter darah setiap menitnya, berarti dalam waktu 
satu tahun hati telah menyaring lebih dari 525.000 liter darah. 

Tanpa hati,manusia tidak akan bisa bertahan hidup, bahkan akan mati terbunuh 
oleh pelbagai racun yang masuk ke dalam tubuh,termasuk obatobatan kimia 
sintesis, seperti antibiotik yang diresepkan oleh dokter di mana-mana. Dan 
Allah lah yang menjaga kehidupan seseorang dengan menciptakan hati dan 
menjaganya terus bekerja. Allah terus menjaga kita siang malam. 

Hanya saja, kita yang sering lalai dan sama sekali tidak menyadarinya. 
Pertolongan dan kasih sayang Allah di dunia ini tidak hanya untuk orang-orang 
yang taat saja.Orang yang bermaksiat sekalipun masih mendapat cipratan kasih 
sayang Allah. Contohnya adalah pemuda mabuk di atas. Dia tetap diselamatkan 
oleh Allah.Semestinya kasih sayang Allah yang sedemikian agungnya membuat siapa 
pun insaf dan terjaga. 

Yang taat kepada Allah semakin taat. Karena ketaatan kepada Allah itu sendiri 
adalah bentuk kasih sayang Allah. Dan yang masih juga belum taat, masih suka 
bermaksiat semestinya segera insaf. Bahwa ia masih hidup dan bisa bernapas di 
dunia ini karena dilindungi oleh Allah SWT. 

Hai orang yang terlena padahal Tuhan menjaga dari marabahaya yang merayap di 
kala gulita Sungguh aneh, mata manusia mampu terlelap Meninggalkan Tuhan Yang 
Kuasa Yang melimpahinya berbagai nikmat 

Salatiga,20 Oktober 2009

Habiburrahman El Shirazy 
Budayawan Muda, 
Penulis Novel Ketika Cinta Bertasbih              


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke