Di bawah ko MakNgah copykan seluruhnya, tanpa izin dua artikel, keterangan 
mengenai topik ini dari BMKG, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, 
guna untuk dibaca di Lapau. 

Salam,
--MakNgah

ARTIKEL PERTAMA:

PRESS REALEASE BMKG TERHADAP ISU GEMPABUMI 8 - 8.5 SR YANG AKAN TERJADI DI 
JAKARTA

Sehubungan dengan adanya berita yang meresahkan masyarakat, yaitu adanya info 
akan terjadinya gempabumi dengan kekuatan 8 - 8.5 SR pada hari Sabtu 24 Oktober 
2009 yang akan terjadi di Jakarta dan adanya pererakan lempeng ke arah Jakarta. 
Berita tersebut dibuat dengan mengatasnamakan BMKG. Maka dengan ini Pimpinan 
BMKG menyatakan bahwa :

   1. Berita itu tidak benar, dan BMKG TIDAK PERNAH membuat berita seperti itu.
   2. Berita itu hanya ISU dan membohongi masyarakat, karena isu tidak 
mempunyai dasar ilmiah yang jelas.
   3. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini gemabumi tektonik beum bisa 
diprediksi secara ilmiah dengan baik.
   4. Bila gempa memang dapat diprediksi, maka gempa-gempa Tasikmalaya dan 
Gempa Sumbar semestinya sudah terprediksi sebelum terjadi. Tetapi ternyata 
tidak.
   5. Dari sekian kali isu akan terjadi gempat, tidak satupun yang terbukti. 
Oleh karenanya isu-isu selanjutnya tidak perlu dihiraukan.


Demikian pernyataan resmi dari BMKG sehubungan isu gempabumi yang akan terjadi 
di Jakarta.


Jakarta, 19 Oktober 2009


DR. Is. Sri Woro B. Harijono., M.Sc
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika

Lihat sumber:
http://www.bmkg.go.id/dataDetail.bmkg?Jenis=Teks&IDS=5408481373414691018&IDD=6216192308626708774


ARTICKEL KE-2:

Berita ilmiah versus berita public, tentang prediksi gempa

Beberapa hari setelah gempa besar maka wartawan sangat haus dengan berita 
tentang dampak terhadap gempa tersebut dan apa yang akan dilakukan beberapa 
hari kedepan. Hal ini sangat realistis berhubung kekawatiran akan dampak 
berikutnya sangat tinggi, sehingga berita yang realistis sangat dibutuhkan 
untuk menyelamatkan masarakat yang sedang trauma. Sangat tidak realistis 
apabila berita yang beredar adalah kemungkinan kejadian beberapa tahun yang 
akan datang, bahkan ratusan tahun yang akan datang. Berita yang tidak realistis 
dalam skala waktu sangat berbahaya bagi masarakat yang sedang ketakutan, karena 
tidak membantu keselamatan bahkan menambah kesengsaraan dan merepotkan aparat 
dalam penanganan paska bencana.
Kalau ungkapan tersebut di atas dapat dimaklumi, maka keselamatan masarakat 
yang sedang ketakutan untuk menghadapi dampak beberapa hari yang akan datang 
menjadi prioritas utama berita, sehingga berita tentang prediksi gempa besar 
yang akan terjadi beberapa tahun atau ratusan tahun yang akan datang merupakan 
berita yang sangat tidak sesuai diungkapkan. Persoalannya adalah bagaimana 
menyikapi wartawan pencari berita sensasional yang menggunakan momen momen 
besar paska bencana.

Tugas team BMKG ke lokasi bencana
1. Memantau gempa susulan memakai seismograph portable dekat dengan sumber 
gempa sehingga gempa kecil dapat terpantau dengan baik.
2. Hasil pantauan dapat dilihat langsung oleh masarakat bagaimana 
perkembangannya setiap hari.
3. Menjelaskan pada masarakat di lokasi pemantauan tentang hasil pantauan yang 
pada dasarnya adalah penurunan intensitas gempa, baik jumlah maupun skalanya.

Prediksi gempa bumi
Prediksi gempa bumi masih dalam taraf penelitian. Parameter prediksi adalah 
lokasi, besarnya dan waktunya. Perkiraan lokasi dan besarnya gempa dapat saja 
dilakukan, namun tantangan yang paling sulit adalah menjawab kapan gempa 
tersebut terjadi.
Berdasarkan sejarah gempa maka bisa dihitung probabilitasnya; makin kecil gempa 
maka makin besar probabilitasnya terjadi dilokasi yang memang potensi (seperti 
di daerah pertemuan lempeng tektonik). Sebaliknya makin besar gempanya maka 
makin kecil probabilitasnya.
Berdasarkan monitoring tanda-tanda pendahuluan (precursor) gempa bumi besar, 
maka secara fisika bisa kita ungkapkan bahwa apabila materi mengalami stress 
maka beberapa sifat materi tersebut mengalami perubahan yang dapat di monitor, 
seperti kepadatan, kandungan air, kandungan electron, sifat kemanignitan, sifat 
radio aktif dsb. Di daerah pertemuan lempeng tektonik terjadi akumulasi stress 
akibat tekanan pergerakan lempeng tektonik. Maka bisa dilakukan monitoring 
perubahan gravitas, electron, kemagnitan, tinggi air tanah, radon (radio 
aktif), seismic dsb. Sampai saat ini yang dapat dibuktikan adalah setelah gempa 
besar maka hasil monitoring sebelum terjadi gempa dikaji lagi. Hasilnya memang 
ada beberapa tanda menunjukkan gejala anomaly tertentu. Namun belum dapat 
disimpulkan bahwa tanda tersebut menandakan gempa akan terjadi, karena tanda 
tersebut sering juga muncul tanda tanpa disertai adanya gempa besar. Hal ini 
membuktikan bahwa prediksi gempa belum konsisten secara ilmiah dan belum dapat 
dikatakan sebagai teknologi yang dapat dipakai.
Cina mengoperasikan system prediksi gempa dengan memakai bermacam sensor 
seperti GPS (Global, Posisioning System), Gravity, magnit, radon, termasuk 
gejala tingkah laku binatang. Hasilnya memang beberapa kali sukses, namun lebih 
sering gagal memprediksi gempa besar.

9/4/2009 5:15:03 AM GMT >A

http://www.bmkg.go.id/dataDetail.bmkg?Jenis=Teks&IDS=5408481373414691018&IDD=8703625340715551170


--- In [email protected], "Zulidamel" <zulida...@...> wrote:
>
> Walaupun saya tahu ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat, sebagai umat 
> beragama saya lebih percaya bahwa ini adalah kekuasaan Allah. Jika Dia 
> menghendaki detik ini juga bisa terjadi. Karena itu saya lebih percaya pada : 
> pernyataan ini menurut pakar gempa di Indonesia, termasuk Badrul Mustafa dari 
> Universitas Andalas, tak ada seorangpun manusia sekalipun ilmuwan yang bisa 
> memprediksi kapan gempa itu terjadi. Hanya Tuhan yang berkuasa terhadap 
> segala hal di muka bumi ini.
> 
> Wassalam,
> Zulidamel st.Malin Maradjo lk 46 Jkt
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Nofiardi 
>   To: Milis M-RantauNet G 
>   Sent: Friday, October 23, 2009 11:16 AM
>   Subject: [...@ntau-net] Prediksi Gempa 28 Oktober Resahkan Warga
> 
> 
>   Prediksi Gempa 28 Oktober Resahkan Warga
> 
>   Kamis, 22/10/2009 23:53 WIB
> 
> 
>   padangmedia.com - PADANG- Pasca gempa hebat yang meluluhlantakkan ratusan 
> ribu bangunan dan memakan korban jiwa 1.117 orang, kepekaan masyarakat akan 
> musibah gempa jadi meningkat. Kemauan untuk mencari informasi dan cara 
> mengantisipasinya menunjukkan tanda-tanda kemajuan, termasuk mengakses 
> informasi dari internet. 



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke