Pertanyaan pak Bakhtiar Muin ini sangat mendasar dan layak direnungkan bersama, 
berkaitan dengan : apa kebijakan, apa strategi,bagaimana cara melaksanakan 
pembangunan kembali Sumbar pasca bencana, serta -- yang mungkin paling penting 
-- apa mekanismenya, yang dapat mendayagunakan potensi Ranah-Rantau-Pemerintah 
Pusat secara berdaya guna dan berhasil guna ?

Atau kita akan meneruskan saja cara seperti sekarang, terfragmentasi tanpa 
koordinasi satu sama lain ?

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 



--- On Mon, 11/9/09, Bakhtiar Muin <[email protected]> wrote:

> From: Bakhtiar Muin <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Pembangunan kembali Sumbar
> To: [email protected]
> Cc: [email protected]
> Date: Monday, November 9, 2009, 10:34 AM
> 
> 
> 
>  
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> Ass.wr.wb. 
> 
> Pembangunan kembali
> Sumbar 
> 
>    
> 
> Setelah
> sekitar 10 hari meninjau
> Sumbar, meninjau tempat2 longsor, kondisi jembatan, dan
> bangunan2 di Padang dan
> Padang Pariaman yg rubuh akibat gempa, pembangunan Sumbar
> ini cukup memakan
> waktu karena terbatasnya  dana. 
> 
> 
>   
> 
> Kalau
> melihat sumber daya manusianya
> dan sumber2 alam yg ada di Sumbar ini, untuk berkompetisi
> dengan propinsi lain,
> dalam pandangan selintas, Sumbar bisa maju, kalau Sumbar
> ini befungsi dan
> berperanan di Sumatra, seperti Singapura di Asia Tenggara.
> Arah pembangunan
> Sumbar dimasa yad adalah pembangunan SDMnya yg kuat, agar
> bisa bersaing di
> sektor jasa, seperti finansial, saham, perbankan,
> investasi, assuransi,
> perdagangan, parawisata dllnya. 
> 
>                                                                                                                                                                                                                                                         
>  
> 
> Akibat
> Gempa, hancurnya
> infrastruktur pemerintahan, rumah sakit, sekolah2,
> universitas, rumah2 penduduk
> sepanjang jalan Padang-Sicincin, Sumber dalam pembangunan
> kembalinya, akan
> banyak tergantung pemerintah pusat. 
> 
> 
>   
> 
> Akankah
> Sumbar bangkit? Dan
> Bagaimana sikap pemerintah pusat dan kebijakaannya dalam
> membantu memulihkan
> kembali Sumbar? Bagaimana juga dengan kesadaran masyarakat
> Minang dalam
> membangun kembali ranah Minang ini? 
> 
> 
>   
> 
> Ambo sudah
> lamo indak ikut rantau
> net, mungkin sudah absen lebih dari 10 tahun. Jadi ambo
> sudah tidak mengikuti
> perkembangan rantau-net sepuluh tahun terakhir. Mohon maaf,
> kalau idea2 ambo
> kurang menyambuang, dan banyak anggota Rantau-Net, nan
> indak ambo kenal. 
> 
> 
>   
> 
> Hati ambo
> ta panggia untuk ikut
> dalam pembangunan kembali Sumbar. Mudah2an sanak saudaro di
> ranah Minang iko,
> bisa manarimo ambo nan sudah 40 th maninggalkan
> kampuang. 
> 
> 
>   
> 
> Wass.wr.wb. 
> 
> Bakhtiar
> Muin 
> 
> 
>   
> 
> 
>   
> 
> 
> 
> 
> 
> > 
>  
> 
> 
> 
> 
> 


      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke