Noven jo Sanak Palanta

bagus kalau Solsel memberikan porsi bagi sumber-sumber PAD yang adaptif 
terhadap lingkungannya. Pada sebuah workshop di Padang, ambo batamu jo 
beberapa kapalo dinas jo niniak mamak dari Solsel. Perspektif 
pengembangan kabupaten baru ko masih bertumpu pada pemanfaatan 
sumberdaya alam seperti tambang, setingkat diatas itu baru budidaya 
berupa perkebunan dan kehutanan. Terakhir diskusi itu, info yang 
disampaikan, pemda Solsel sedang ma-lobby dengan Dephut agar status 
kawasan hutan disebagian besar daerah disinan mulai diturunkan dari 
status lindung ke produksi dan bahkan HPK. Intinyo, perbincangan hanya 
sebatas pertumbuhan dari sektor yang paling mudah mendapatkan PAD.

Bayangan ambo sebuah kabupaten baru saat ini membutuhkan sebuah 
perencanaan strategis yang lebih berperspektif lingkungan dan sosial 
budaya untuak tidak mengulangi masalah-masalah di kabupaten. Pada 
kesempatan yang lain ambo menemukan alah muncul dampak ikutan negatif 
yang akan dialami oleh Solsel. Ambo ditawari mambali tanah disinan, 
tanah perkebunan sawit. Ambo pikia paralu anak nagari di Solsel dan di 
parantauan mamikiakan aturan main-safeguard untuk standar investasi 
disinan. Banyak bahan mengenai iko yang bisa di modifikasi sesuai jo 
kondisi lokal, misalnyo standar investasi IFC-WB atau standar & kreteria 
RSPO.

Salam

Andiko Sutan Mancayo

Nofend St. Mudo wrote:
>
>
>           Kab. Solok Selatan | Sabtu, 21/11/2009 19:17 WIB
>
> Nengsih Adeyaka - Padang Ekspres <http://www.padangekspres.co.id>
>
> Eksotik sungai-sungai di Solok Selatan mulai terungkap. Arus deras, 
> jeram-jeram, serta air terjun menawarkan arena kayak tiada banding. 
> Tingkat kecuraman dari yang mudah, sedang, hingga yang esktrim, 
> membuat empat kayakers internasional terkagum-kagum.
>
> Daya tarik wisata air di bumi sarantau sasurambi, menghangat saat 
> dilakukannya survei dan eksebisi kayak. Kegiatan survei yang 
> berlangsung sejak 18 Nopember 2009, telah membuktikan sebuah 
> kesimpulan bahwa sungai-sungai di Solsel, sangat cocok sebagai lokasi 
> petualangan kayak arus deras dan cukup menantang bagi para penggemar 
> kayak kelas berat.
>
> “Luar biasa”, begitu pengakuan Celliers Kruege, salah seorang kayakers 
> dari Afrika Selatan. Ia juga Chief Executive Officer (CEO) Fluid Kayak 
> di Afsel itu, menyatakan kekagumannya. Selain menantang, menurut 
> Celliers sepanjang aliran sungai juga menyuguhkan pemandangan menarik.
>
> Hal senada dituturkan Ketua Komunitas Kayak Tirtaseta, Toto 
> Triwindarto. Koordinator tim survei itu mengungkapkan, sungai-sungai 
> di Solsel sangat unik jika dibandingkan di daerah lain.
>
> Keunggulannya antara lain, hutan yang membalut aliran sungai, 
> kondisinya masih bagus. Pemandangan hijau sepanjang aliran merupakan 
> hal yang sangat eksotik untuk dinikmati.
>
> “Perwajahan sungai masih bagus, airnya bagus, dan tidak berpotensi 
> banjir bandang,” ujar Toto.
>
> Saat mengarungi sungai, kayakers juga bisa menyaksikan siamang, atau 
> kera-kera bergelayutan di atas pohon. Bagi kayakers seperti mereka (4 
> kayakers Afsel) itu adalah pemandangan keren.
>
> Bahkan, lanjut Toto, fenomena di sepanjang sungai membuat 4 aktivis 
> Afsel itu rela berhenti, hanya sekedar ingin menyaksikan petani yang 
> lagi panen.
>
> Kondisi alam sungai yang masih perawan juga menjadi daya tarik 
> tersendiri. Nyaris semua sungai di Solsel, tercatat masih virgin dan 
> kayakers malah merasa semakin tertantang. Sungai-sungai yang telah 
> disurvei, diantaranya Batang Liki, Batang Sangir, Sungai Lambai dan 
> Batang Bangko.
>
> Meski menurut rencana awal seluruh sungai akan disurvei, namun, 
> sedikitnya ada tujuh sungai yang tidak masuk kategori. Misalnya, 
> Bangko jernih, Bangko Keruh, Sungai Air Putih, Batang Talunan, Batang 
> Ekor. Karena, dari survei perdana, sungai-sungai tersebut kondisi 
> airnya dangkal dan tidak mendukung untuk kayak.
>
> “Setelah survey pada dua sungai saja, kayakers Afsel sudah menyatakan 
> Solsel akan menjadi target yang akan ia kunjungi,”imbuh Toto, kayaker 
> yang memililiki pengalaman dan sertifikat kayak dan arung jeram dari 
> Selandia Baru dan Kanada. (*)
>
> http://padang-today.com/index.php?today=news&id=11328
>
>
> >


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke