On 11/27/09, Abraham Ilyas <[email protected]> wrote: > > Dunsanak di palanta nan ambo hormati. > Ketek indak disabuikkan namo, gadang indak dipanggiakan gala. > > Kutiko mambaco postingan Bapak Mochtar Naim tentang budaya Jawa, mako ambo > ingek jo kota Jogyakarta, *pusat kebudayaan Jawa*. > Tahun 1964 – 1966, tahun-tahun nan penuh pergolakan/baparang (!) jo > kekuasaan rejim Soekarno di pusat kebudayaan Jawa, kota Jogyakarta (* > rantau*). > Sebagai mahasiswa tentunya kito tidak bisa tinggal diam saat ibu pertiwi > sedang hamil tua (istilah PKI ketika akan melakukan kudeta) > > Perang tanpa badia ini berupa demonstrasi-demonstrasi, diskusi-diskusi > (sebagai kelanjutan kekalahan bertempur di kampuang (*luhak*) nan > dilakukan oleh datuk-datuk, bapak-bapak/uda-uda kita tahun 1961 di kampuang, > lihat kisahnya di: http://www.nagari.or.id/?moda=menang/) > > Menurut pandapek ambo budaya Jawa yang baik, santun, *hormat kepada > rajo/penguasa* diformat oleh cerita-cerita wayang yang sangat disukai oleh > masyarakatnyo (kini, antahlah !). > Sebagai urang Minang nan barasa dari luhak, mako keyakinan ambo bahwa: *Luhak > bapangulu, rantau barajo*; adalah benar adanya. > > Saat itu ada upaya untuk menghubungkan peristiwa pemberontakan gestapu/pki > dengan cerita wayang, dalam bentuk kisah perang Barata Yudha, tapi ini tidak > begitu berhasil. > Mungkin karano kepatuhan kepado rajo Soekarno (nama wayangnya: Karna) > sangat kuat (kredonya: pejah gesang nderek Bung Karno. Kini praktek yang > serupa juga pernah dilakukan dengan cap jempol darah). > Kutiko itu ambo lagi senangnyo senangnya mambaco carito wayang, mancubo > manyusun penggalan-penggalan kisah peperangan antara raja-raja/perwira dalam > bentuk syair. > > Kini ambo manamukan sebagian naskah syair tersebut di dalam tumpukan > catatan buku kuliah lamo, dan ingin membaginyo jo dunsanak-dunsanak karano > mambaco postingan Bapak Mochtar Naim nan menuliskan tentang budaya J dan M). > > Karano naskah aslinyo dalam tulisan tangan, mako paralu diketik > kembali/tambahan dan akan ambo sampaikan sesudah diketik lembar per lembar > (alun baitu banyak nan dibuek jadi syair). Iko lembar nan partamo: > > *Kisah Mahabarata > * > > Inilah kisah Mahabarata > Cerita berasal dari tanah India > Sudah memasyarakat di pulau Jawa > Dalam cerita wayang tentu saja > > Kisah dimulai dari Keluarga *Pandawa* > Punya kerajaan bernama Astina > Disebut pula negeri Astinapura > Oleh *Kurawa* akan diambil paksa > > Pandawa segera menegakkan yang hak > Melawan Kurawa yang sangat tamak > Kurawa melupakan ikatan dunsanak > Pikirannya dikuasai duri dan onak > > Terjadilah perang yang sangat besar > Dari subuh hingga waktu asyar > Banyak korban mati terkapar > Yang luka menggelepar-gelepar > > Perang besar bernama *Barata Yudha* > Mengambil tempat di medan Kurusetra > Padang yang luas tiada batasnya > Ibarat hati dan perasaan manusia > > Banyak tokoh yang diceritakan > Untuk contoh anak kemenakan > Yang baik-baik dijadikan teladan > Sedangkan yang buruk supaya dihindarkan > > Kita ambil suri tauladan > Agar selamat jiwa dan badan > Dari godaan Jin dan Setan > Yang mengintai di setiap kesempatan > > *Silsilah keluarga kelompok Astina* > > > Pandudewanata raja negeri Astina > Bapaknya bernama Bagawan Abyasa > Pandu memiliki lima putera > Semuanya disebut Pandawa Lima > > Putera Pandu dengan Dewi Kunti > *Puntadewa, Bima* dan *Arjuna* yang sakti > Lalu Madrim diperisteri lagi > *Nakula* dan *Sadewa* anaknya kini > > Suatu waktu Pandu membuat keliru > Di hutan rimba ketika berburu > Memanah Kijang yang sedang bercumbu > Kijang itu, pendeta yang menyaru > > Akibatnya Dewa sangatlah murka > Karena Pandu membunuh pendeta > Badan kasarnya diambil dewata > Dewi Madrim ikut pula > > Padawa lima kehilangan Bapak > Menjadi yatim bukanlah kehendak > Takdir dewata tak bisa ditolak > Begitu ucapan orang bijak > > Kini Pandawa dipelihara Kunti > Diasuh petang dan pagi > Diberi makan nasi dan roti > Serta makanan yang cukup gizi > > Bila diare diberi oralit > Pertolongan mencret yang tak sulit > Obat manjur tidak pahit > Cara meminumnya sedikit sedikit > > Tidak lupa diberi imunisasi > Agar Pandawa kebal piradan besi > Jauh penyakit yang ditakuti > Semisal tetanus dan diphteri > > Ketika Pandu tak lagi di dunia > Pimpinan diserahkan kepada Destarata > Kakak kandung yang matanya buta > Juga anak dari Bagawan Abyasa > > Anak Destarata ada seratus > Ada yang cantik dan bagus > Banyak pula seperti seperti bulus > Kalau berkumpul seperti anai-anai bubus > > Nanti disambung lagi ......dengan judul > > *Kelahiran keluarga Kurawa* > > > Salam. > Abraham Ilyas 64 th. > Webmaster/admin www.nagari.org > > > > Dunsanak di palanta nan ambo hormati.Ketek indak disabuikkan namo, gadang > indak dipanggiakan gala. > > Khususnyo Pak Sjaaf. Memang kito paralu memahami budaya J iko. Manuruik > pandapek Tan Malaka, sia nan mengusai Jawa, dialah nan menguasai nusantara > > Sarupo nan ambo infokan sebelumnyo, syair (konsep) Mahabrata iko, ambo > tulih sekitar tahun 1966 di Jogyakarta kutiko perjuangan melawan rejim orde > lama (kediktatoran Soekarno). > > Ada upaya untuk menyamokan kondisi ibu pertiwi saat itu dengan cerita > perang Barata Yuda antara Pandawa dengan Kurawa. > Kalau tak salah ada *dua tokoh Kurawa* yang berhasil dilekatkan namanya > oleh masyarakat kepada pejabat orde lama yaitu sebagai *Durna* dan * > Aswatama*. > > Tentunya sulit bagi kita untuk memahami cerita Mahabrata (sangat bagus, > buktinya kini banyak urang awak maambiak namo Jawa !) dari pertunjukan > wayang karena menggunakan bahasa Jawa kuno. > > Karena itulah konsep syair iko ambo tulih dulunya, tapi tak pernah > diselesaikan apalagi dipublikasikan. > > Iko lembar no 2 tentang: > > > *Lahirnya keluarga Kurawa* > > Bapak Kurawa bernama *Destarata > *Orang tua yang matanya buta > Sebagai *tamsil *di dalam cerita > *Untuk orang yang tak acuh fakta* > > Kelahiran Kurawa seperti peri > Ibu bernama dewi *Gandari > *Dia hamil enam ratus hari > Darah beku ke luar dari diri > > Darah disimpan di dalam tabung > Dari pangkal sampai ke ujung > Sepuluh hari darah dikurung > Lahirlah Kurawa sambung bersambung > > Banyak rumah ditiup badai > Hewan berlaga tak bisa dilerai > Serigala meraung sangatlah ramai > Beruk berlompatan seperti Tupai > > Ini semua tanda bencana > Ketika Kurawa lahir ke dunia > Anak tertua bernama *Suyudana > *Usianya sama dengan sang *Bima* > > Raja Suyudana sangat sakti > Disiram tala ketika bayi > Pangkal paha tertutup daun keladi > Di sinilah terletak kelemahan diri > > Sifatnya bingik sangat pengiri > Orang lain tak boleh melebihi diri > Tindakan angkuh tinggi hati > Kalau bicara memuji diri > > Anak kedua bernama *Dursasana > *Sejak kecil dimanjakan bunda > Ketika dewasa sesuka hatinya > Bicaranya kasar sambil tertawa > > *Citraksa, Citraksi* anak yang lain > Sehari hari kerjanya bermain > Sikapnya congkak tak bisa dipimpin > Berbuat baik sudah tak mungkin > > *Durmagati*, kurawa yang perempuan > Dia pesolek ingin menawan > Ucapan kata bak racun cendawan > Betina tak bisa dijadikan kawan > > *Kartamarma* pemimpin serdadu prajurit > Dari Kurawa yang tidak sedikit > Ketika bertempur lari terbirit birit > Sifat buruk walau hanya semenit > > Itulah kelompok kaum Kurawa > Dari yang kecil sampai dewasa > Mereka semua cucu *Abyasa > *Atau anak dari prabu *Destarata* > > Ketika Pandu telah tiada > Meninggalkan dunia yang fana > Pandawa diasuh oleh Destarata > Bersama sama kaum Kurawa > > Pandawa dan Kurawa berdunsanak > Mereka sepermainan waktu kanak kanak > Saat menggembala binatang ternak > Bersuka ria sambil tergelak gelak > > Ternak digembalakan di hutan belukar > Di ranah luhak Tanah Datar > Kalau Jawi sudah besar > Lalu dijual di dalam pasar > > Sapi dihargai lima ratus > Lembu yang gemuk sangat rakus > Tanduknya panjang agak lurus > Kulitnya licin sangat halus > > > Salam. > Abraham Ilyas 64 th. > Webmaster/admin www.nagari.org > > > > > >
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
