Sanak ambo, Mengutip sansak Evy "saya bisa sama sama bekerja, tapi untuk bekerjasama upps entar dulu". Nah disinilah kata kuncinya sifat orang Minang itu. Cocok sekali apa yang digambarkan sanak Evy. Soal RN tak perlu di BH kan, karena dia hanyalah forum diskusi dunia maya. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Karena punya kegiatan darat. Karenanya perlu aturan didarat. RN ko punyo dapua. Rang dapua punya dapua didarat. Supayo dapua taruih baasok harus ado gas ado kuali ado bahan nan ka diolah, harus ado pitih untuak bali bahan. Jadinyo ado pitih nan masuak dan kalua. Jadi ado laporan, ado rekening panyimpan pitih. Jadinyo harus ado aturan (AD/ART), ado pengurus dan akhir harus punyo BH. Bayangkan kalau BH indak ado....hehehe...
Beko disambuang baliak. Wassalam On 12/15/09, Evy Nizhamul <[email protected]> wrote: > Assalamualaikum, wr. wb > > > Salam hormat saya sampaikan terhadap Adi dusanak sekalian semoga Allah SWT > senantiasa memberkahi kita dengan buah pemikiran yang baik bagi kemajuan > Ranah > Minang. > Sudah lama saya tidak ikut berdiskusidi palanta > RN ini. Dalam kesempatan ini perkenankan saya > menyumbang buah pemikiran – yang mungkin bermanfaat bagi diri saya dan juga > orang lain. Semoga pemikiran ini sebagai keberkahan yang datangnya dari > Allah SWT. > > 1. Jati diri orang minang > : > Saya tidak akan menunjuk orang lain, dalam memahami > jati diri orang minang pada umumnya, namun saya akan mengumpamakan diri saya > sebagai orang minang tersebut ( meskipun saya besar dirantau), bahwa : > 1. Sebagai orang minang – saya menganut paham egaliter didalam kehidupan > bermasyarakat dan dunia kerja. Sikap saya ini tidak perlu dipermasalahkan > karena budaya saya mengajarkan dalam pepatah yang berbunyi : “ duduk sama > rendah – berdiri sama tinggi. Dalam kenyataan didunia kerja saya yang > birokrasi, maka hubungan atasan dan bawahan hanya berlaku pada jam kedinasan > belaka. Saya paling tidak suka pengidolaan seseorang, karena budaya saya > tidak mengenal pendewaan dan feodalisme. > b. Saya orangnya terbuka – tidak perlu ada dusta diantara > kita – padahal dialam birokrasi dusta diantara kita itu mesti dilakukan demi > melaksanakan tugas kantor yang kadang-kadang seret dananya. > c. Saya sangat menjunjung tinggi martabat dan harga diri > saya – karena bukankah saya berasal dari keturunan dari Iskandar Zulkarnain > – > kisah yang ada pada tambo – tambo yang hingga saat ini masih > diperbincangkan. > Selain itu karena saya menganggap budaya saya lebih tinggi dari etnis lain. > Bahkan dalam menjunjung tinggi martabat itu saya diajarkan dalam pepatah > minang > yang berbunyi : " Jika hendak mulia – harus suka memberi, jika ingin ternama > (terkenal) dirikan kemenangan, jika mau pandai rajin berguru, jika ingin > kaya > harus kuat berusaha” > Bunyi > pepatah ini merupakan suatu prestasi yang mesti saya raih dan saya capai. > Barangkali inilah yang menjadi visi dan misi saya sebagai orang minang. > Akibatnya nilai yang dicapai pada suatu persaingan itu adalah melawan dunia > orang. Yaitu bila orang mampu tentu kita mampu pula. Sebaliknya bila kita > mampu tentu > orang lain mampu pula. > 1. Saya selalu bisa bekerja alias sama sama bekerja tapi.., jika ingin > bekerja sama.. tunggu dulu..!!. Saya harus melihat kapsitas dan kapabilitas > orang itu dulu. Hidup saya selalu ingin nilai orang lain….!!! Karena > bukankah saya juga punya target – target yang mesti bisa saya realisasikan > demi sebuah pepatah yang berbunyi : “ jika ingin mulia bertabur urai - jika > ingin ternama (terkenal) dirikan kemenangan. “ > Duh .. banyak yang ingin saya ungkapkan apa – > siapa dan bagaimana diri saya. Akibatnya sifat saya adalah menjadi egois – > kurang > mempercayai orang lain. > > Bahkan terkadang saya mentertawakan > diri saya ini – bahwa sesungguhnya saya bagai seekor “ jerapah “ yang > anggukannya melebihi tinggi badannya… Sementara > pada etnis lain – angguaknyo angguak balam. Padahal orang jipun saja yang > sudah > mendunia berkat kekuatan ekonominya masih membudayakan anggukan yang santun. > Nah > bagaimana dengan saya….? Coba Anda menelaah diri saya. Ketika saya menyapa > Anda > pastikan saya bukan menganggukkan kepala > kebawah melainkan keatas. Cobalah praktekkan cara saya itu… > Akhirnya, Saya selalu mengharga diri melebihi ukuran > kemampuan saya.. Untuk menutupi defisit harga diri saya, maka jadilah saya > tukang pancimeeh. > Baa gak ati Sanak dengan ulasan saya ini….???? Ini contoh pada diri saya > lho…..??!! > > 2. Masalah Status Hukum RN : > > Orang minang itu menganut paham : “karajo baik ba > imbauan dan bilo dapek musibah bahambauan “ . Dalam kenyataannya – inilah > yang dilakukan oleh orang minang pada umumnya, seperti yang kita saksikan > pada > musibah gempa… Disini kita memahami bahwa sifat orang minang itu suka > spontanitas. Karena ada falsafah yang baik yang jadi pegangannya yaitu : > awak samo awak, > kesamaan dan kebersamaan, se iya sekata, sama sama mempertahankan rasa malu. > Barek samo dipikua – ringan samo dijinjiang. Saciok ba’ ayam sadanciang ba’ > basi. > Nah bagaimana dengan implikasinya terhadap legalitas > suatu kelompok yang berada di alam maya…? > Rasanya saya kok ndak yakin jika RN ini perlu di Badan > Hukum kan. Mengapa ? > a. Siapa yang ditunjuk sebagai ayah dan ibu yang > melahirkannya. > b. Bagaimana tanggung jawab untuk memenuhi kewajibannya > sebagai Subyek hukum ? > c. Bagaimana memenuhi persayaratan hukum yang akan > dibentangkan dalam dokumentasi hukumnya ? > Ini sekedar tantangan yang harus diselesaikan tentang > mewacanakan Badan Hukum – komunitas alam maya. > > Dimata saya Palanta RN – telah memiliki Visi dan > misi yang bagus sebagai milist yang sudah memiliki reputasi yang baik. Orang > yang datang dan pergi dari Palanta tidak terkira. Ada yang betah berlama – > lama > untuk duduk di Palanta ini. Ada yang Cuma numpang sekedar merokok dan ngopi > – > ngopi. Ada yang duduk untuk bersitegang leher .. silahkan. Ada yang bersenda > gurau .. silahkan. Namun ada satu kesamaan kita orang minang bahwa kita > masih > mencintai adat dan budaya minang. > Berpedoman bahwa Orang Minang itu memiliki “ Hati > nurani “ yang tinggi.. Bukan maksudnya “ partai Hanura lho… Bagi saya inilah > warisan yang tidak ternilai yang diturunkan dari generasi ke genarasi sejak > – > Iskandar the Great itu menjejakkan kakinya dipuncak Gunung Merapi, hingga > menjadi kearifan yang kita wariskan pula kepada anak cucu kita nantinya. > > Jadi menurut saya, meskipun RN telah berdiri beberapa > tahun yang lalu, ternyata Palanta ini masih kokoh – karena dipagari oleh > para > cendekiawan, budayawan dan para pemerhati social dan budaya kita. > Saya yakin – meskipun hanya sekedar “ buah pemikiran “ saja yang > dihasilkan, namun tetap akan memiliki > nilai kearifan yang tak ternilai bagi keberlangsungan adat dan budaya > minangkabau. > > Sebagai padusi minangkabau saya berharap – > kepada calon pemimpin Ranah Minang, yang saya tahu ada yang menjadi member > RN > ini, membangun ranah saat ini memang bukan perkara mudah. Akan tetapi > memerlukan > daya juang yang tinggi dan ketabahan yang luar biasa agar ranah minang itu > bangkit kembali. Bahkan saya punya obsesi untuk memindahkan Ibu kota NKRI > ini > ke Kabupaten Darmasraya. Sumbar Bukan tidak mungkin kita bisa menyaingi > Putera Jaya, > Canberra dan Washington DC. > > Mari kita diskusikan uraian Saya ini dalam skala kearifan yang Dusanak > miliki. > > Terlebih terkurangnya mohon saya dimaafkan. > > > Wassalam, > > > ~ 3vy Nizhamul~ > (Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan) > > http: //bundokanduang.wordpress.com > http://hyvny.wordpress.com > > > > > > ________________________________ > Dari: ajo duta <[email protected]> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Sel, 15 Desember, 2009 01:18:05 > Judul: Re: [...@ntau-net] Suku Minang : low trust society > > > Antah baa ambo manyapo sanak Teddy ko. Indak tahu umuanyo. Tapi sudahlah > sanak sajo yo. > > Bagi ambo ungkapan nan mengutip kanda Dr. Saafroedin Bahar bahaso urang awak > tu low trust > society tentu berdasarkan pengalaman hiduik sebagai orang Minang selamo > labiah 60 tahunko. > Baik itu dalam internal keluarga maupun dalam berkomunitas/berorganisasi > ditanah-air maupun > di AS. > > Tantu sebagai orang Minang ambo telah melakukan self-critic atau manapuak > aia didulang. > Tapi itu harus dikemukakan dengan niat untuk melakukan perbaikan. > > Contoh RN ambo kemukakan, memang bagi ambo memang suatu kekecewaan karena > belum berhasil meyakinkan para pendiri dan pemikir RN perlunya organisasi > patembayan > yang teratur, punya anggaran dasar dan badan hukum. Bukan paguyuban yang > hanya > putuih urusan di palanta sajo. Apolai ado amanah nan perlu diemban antaronyo > nan penting > soal keuangan. Bayangkan telah hampr 20 tahun RN masih punya kacio dengan > memakai > akun pribadi. > > Berbagai diskusi dan pertemuan telah ambo ikuti dan terus menekankan > perlunya BH untuk > RN. Namun tetap tak berujung dan bersipongang saja. Itu tadi siapa siapa dan > siapa yang > harus dipercaya. Itu yang timbul dalam pertemuan. Padahal kita banyak orang > baik dan > dapat dipercaya di RN. Tapi dalam kenyataannya kita tetap tidak bisa > memberikan > kepercayaan itu secara resmi. > > Bisakah kita menepis tesis Uda Saaf itu, paling kurang di RN ini. Saya yakin > bisa dan > mari kita buktikan. Ambo akan kembali ke Jakarta di bulan Februari untuk > urusan keluarga.. > Ambo menantang sanak di Jakarta, untuk bisa bertemu mendeklarasikan dan > menugaskan > beberapa orang untuk menghadap notaris untuk mendirikan Yayasan Rantau Net. > > Yes We Can! > > > 2009/12/14 teddy alfonso <[email protected]> > > Ajo Duta bilang bahwa suku minang adalah masyarakat yang low trust society. > Beliau memberi contoh, salah satunya adalah sulitnya komunitas RN u dibadan > hukumkan. >> >>Hemat ambo, pernyataan dimaksud merupakan ungkapankritis, namun sangat >> tendensius, mengandung unsur kekecewaan yang dalam serta tidak akademik. >> Agaknya, ajo Duta perlu lebih menjelaskan pernyataan tersebut lebih >> lanjut. Penjelasan ajo Duta diperlukan guna memancing pendapat2 banding >> dan munculnya pimikiran-pimikiran baru terkait dengan situasi masyarakat >> minang hari ini. >> >>Padang, 14 Desember 2009 >> >>Teddy Alfonso Sikumbang >> >>--- On Mon, 12/14/09, Riri Mairizal Chaidir <[email protected]> >> wrote: >> >> >>>From: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]> >>>>>Subject: RE: [...@ntau-net] 33 TH KKSS, Bagaimana dg MINANG ??? >>>To: [email protected] >>>Date: Monday, December 14, 2009, 9:42 PM >>> >>> >>>Pak Saaf, >>> >>>Saya pernah 1-2 kali mencoba “membaca” isi milis urang awak. Saya pilih >>> milis yang tidak terlalu banyak members nya. Mungkin pak Saaf ingat saya >>> pernah memaparkan “penelitian” saya tentang milis MPKAS dulu. Yang berani >>> saya paparkan Cuma yang murni kuantitatif saja. >>> >>>Yang kuantitatif tapi sudah menyangkut topik? Saya agak ragu2 >>> menyampaikannya. >>> >>>Yang benar2 menyangkut content? Saya tidak berani, he he >>> >>>Apalagi dengan milis sebesar RN ini, saya lebih tidak berani lagi … >>> >>>Tapi – menurut saya – palanta ini memang bisa jadi tempat kajian terbatas, >>> Pak. Karena para dunsanak nan ado di dalam sangat beragam dari berbagai >>> aspek >>> >>> >>>Riri >>>Bekasi, l, 47 >>> >>> >>> >>>From:[email protected] [mailto:[email protected]] On >>> Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR >>>Sent: Monday, December 14, 2009 8:37 PM >>>To: [email protected] >>>Cc: Dr Mochtar NAIM; Ir. Raja Ermansyah YAMIN; azmi datuk bagindo; Farhan >>> Muin DATUK BAGINDO; gebuminang pusat >>>Subject: RE: [...@ntau-net] 33 TH KKSS, Bagaimana dg MINANG ??? >>> >>> >>> >>> >>>-- >>>. > > > Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? > Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] > Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- Wassalaamu'alaikum ajoduta/17081947/usa -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
