Dalam banyak hal, ambo setuju jo komentar Uni Evy, he he.
 
Wassalam,
Suryadi

--- Pada Sel, 15/12/09, Evy Nizhamul <[email protected]> menulis:


Dari: Evy Nizhamul <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] Bls: Suku Minang : low trust society
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 15 Desember, 2009, 1:51 PM





Assalamualaikum, wr. wb


Salam hormat saya sampaikan terhadap Adi dusanak sekalian semoga Allah SWT 
senantiasa memberkahi kita dengan buah pemikiran yang baik bagi kemajuan Ranah 
Minang.
Sudah lama saya tidak ikut berdiskusi di palanta RN ini. Dalam kesempatan ini 
perkenankan saya menyumbang buah pemikiran – yang mungkin bermanfaat bagi diri 
saya dan juga orang lain. Semoga pemikiran ini sebagai keberkahan yang 
datangnya dari Allah SWT.

1. Jati diri orang minang :
Saya tidak akan menunjuk orang lain, dalam memahami jati diri orang minang pada 
umumnya, namun saya akan mengumpamakan diri saya sebagai orang minang tersebut 
( meskipun saya besar dirantau), bahwa :

Sebagai orang minang – saya menganut paham egaliter didalam kehidupan 
bermasyarakat dan dunia kerja. Sikap saya ini tidak perlu dipermasalahkan 
karena budaya saya mengajarkan dalam pepatah yang berbunyi : “ duduk sama 
rendah – berdiri sama tinggi. Dalam kenyataan didunia kerja saya yang 
birokrasi, maka hubungan atasan dan bawahan hanya berlaku pada jam kedinasan 
belaka. Saya paling tidak suka pengidolaan seseorang, karena budaya saya tidak 
mengenal pendewaan dan feodalisme. 
b.        Saya orangnya terbuka – tidak perlu ada dusta diantara kita – padahal 
dialam birokrasi dusta diantara kita itu mesti dilakukan demi melaksanakan 
tugas kantor yang kadang-kadang seret dananya.
c.         Saya sangat menjunjung tinggi martabat dan harga diri saya – karena 
bukankah saya berasal dari keturunan dari Iskandar Zulkarnain – kisah yang ada 
pada tambo – tambo yang hingga saat ini masih diperbincangkan. Selain itu 
karena saya menganggap budaya saya lebih tinggi dari etnis lain. Bahkan dalam 
menjunjung tinggi martabat itu saya diajarkan dalam pepatah minang yang 
berbunyi : " Jika hendak mulia – harus suka memberi, jika ingin ternama 
(terkenal) dirikan kemenangan, jika mau pandai rajin berguru, jika ingin kaya 
harus kuat berusaha”
Bunyi pepatah ini merupakan suatu prestasi yang mesti saya raih dan saya capai. 
Barangkali inilah yang menjadi visi dan misi saya sebagai orang minang.
Akibatnya nilai yang dicapai pada suatu persaingan itu adalah melawan dunia 
orang. Yaitu bila orang mampu tentu kita mampu pula. Sebaliknya bila kita mampu 
tentu orang lain mampu pula.

Saya selalu bisa bekerja alias sama sama bekerja tapi.., jika ingin bekerja 
sama.. tunggu dulu..!!. Saya harus melihat kapsitas dan kapabilitas orang itu 
dulu. Hidup saya selalu ingin nilai orang lain….!!! Karena bukankah saya juga 
punya target – target yang mesti bisa saya realisasikan demi sebuah pepatah 
yang berbunyi : “ jika ingin mulia bertabur urai -  jika ingin ternama 
(terkenal) dirikan kemenangan. “
Duh .. banyak yang ingin saya ungkapkan apa – siapa dan bagaimana diri saya. 
Akibatnya  sifat saya adalah menjadi egois – kurang mempercayai orang lain.
 
Bahkan terkadang saya mentertawakan diri saya ini – bahwa sesungguhnya saya 
bagai seekor “ jerapah “  yang anggukannya melebihi tinggi badannya… Sementara 
pada etnis lain – angguaknyo angguak balam.  Padahal orang jipun saja yang 
sudah mendunia berkat kekuatan ekonominya masih membudayakan anggukan yang 
santun. Nah bagaimana dengan saya….? Coba Anda menelaah diri saya. Ketika saya 
menyapa Anda pastikan  saya bukan menganggukkan kepala kebawah melainkan 
keatas. Cobalah praktekkan cara saya itu…
Akhirnya, Saya selalu mengharga diri melebihi ukuran kemampuan saya. Untuk 
menutupi defisit harga diri saya, maka jadilah saya tukang pancimeeh. 
Baa gak ati Sanak dengan ulasan saya ini….????  Ini contoh pada diri saya 
lho…..??!!
 
2. Masalah Status Hukum RN :
 
Orang minang itu menganut paham : “karajo baik ba imbauan dan bilo dapek 
musibah bahambauan “ . Dalam kenyataannya – inilah yang dilakukan oleh orang 
minang pada umumnya, seperti yang kita saksikan pada musibah gempa… Disini kita 
memahami bahwa sifat orang minang itu suka spontanitas. Karena ada falsafah 
yang baik yang jadi pegangannya yaitu : awak samo awak, kesamaan dan 
kebersamaan, se iya sekata, sama sama mempertahankan rasa malu. Barek samo 
dipikua – ringan samo dijinjiang. Saciok ba’ ayam sadanciang ba’ basi. 
Nah bagaimana dengan implikasinya terhadap legalitas suatu kelompok yang berada 
di alam maya…? 
Rasanya saya kok ndak yakin jika RN ini perlu di Badan Hukum kan. Mengapa ?
a.              Siapa yang ditunjuk sebagai ayah dan ibu yang melahirkannya.
b.             Bagaimana tanggung jawab untuk memenuhi kewajibannya sebagai 
Subyek hukum ?
c.              Bagaimana memenuhi persayaratan hukum yang akan dibentangkan 
dalam dokumentasi hukumnya ?
Ini sekedar tantangan yang harus diselesaikan tentang mewacanakan Badan Hukum – 
komunitas alam maya.
 
Dimata saya Palanta RN – telah memiliki Visi dan misi yang bagus sebagai milist 
yang sudah memiliki reputasi yang baik. Orang yang datang dan pergi dari 
Palanta tidak terkira. Ada yang betah berlama – lama untuk duduk di Palanta 
ini. Ada yang Cuma numpang sekedar merokok dan ngopi – ngopi. Ada yang duduk 
untuk bersitegang leher .. silahkan. Ada yang bersenda gurau .. silahkan. Namun 
ada satu kesamaan kita orang minang bahwa kita masih mencintai adat dan budaya 
minang. 
Berpedoman bahwa Orang Minang itu memiliki “ Hati nurani “ yang tinggi.. Bukan 
maksudnya “ partai Hanura lho… Bagi saya inilah warisan yang tidak ternilai 
yang diturunkan dari generasi ke genarasi sejak – Iskandar the Great itu 
menjejakkan kakinya dipuncak Gunung Merapi, hingga menjadi kearifan yang kita 
wariskan pula kepada anak cucu kita nantinya.
 
Jadi menurut saya, meskipun RN telah berdiri beberapa tahun yang lalu, ternyata 
Palanta ini masih kokoh – karena dipagari oleh para cendekiawan, budayawan dan 
para pemerhati social dan budaya kita.
Saya yakin – meskipun hanya sekedar “ buah pemikiran “  saja yang dihasilkan, 
namun tetap akan memiliki nilai kearifan yang tak ternilai bagi keberlangsungan 
adat dan budaya minangkabau.
 
Sebagai padusi minangkabau saya berharap – kepada calon pemimpin Ranah Minang, 
yang saya tahu ada yang menjadi member RN ini, membangun ranah saat ini memang 
bukan perkara mudah. Akan tetapi memerlukan daya juang yang tinggi dan 
ketabahan yang luar biasa agar ranah minang itu bangkit kembali. Bahkan saya 
punya obsesi untuk memindahkan Ibu kota NKRI ini ke Kabupaten Darmasraya. 
Sumbar Bukan tidak mungkin kita bisa menyaingi Putera Jaya, Canberra dan 
Washington DC. 
 
Mari kita diskusikan uraian Saya ini dalam skala kearifan yang Dusanak miliki.
 
Terlebih terkurangnya mohon saya dimaafkan.
 
 
Wassalam,
 

~ 3vy Nizhamul ~
(Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan)

http: //bundokanduang.wordpress.com
http://hyvny.wordpress.com







Dari: ajo duta <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sel, 15 Desember, 2009 01:18:05
Judul: Re: [...@ntau-net] Suku Minang : low trust society


Antah baa ambo manyapo sanak Teddy ko. Indak tahu umuanyo. Tapi sudahlah sanak 
sajo yo.
 
Bagi ambo ungkapan nan mengutip kanda Dr. Saafroedin Bahar bahaso urang awak tu 
low trust
society tentu berdasarkan pengalaman hiduik sebagai orang Minang selamo labiah 
60 tahunko.
Baik itu dalam internal keluarga maupun dalam berkomunitas/berorganisasi 
ditanah-air maupun
di AS.
 
Tantu sebagai orang Minang ambo telah melakukan self-critic atau manapuak aia 
didulang.
Tapi itu harus dikemukakan dengan niat untuk melakukan perbaikan.
 
Contoh RN ambo kemukakan, memang bagi ambo memang suatu kekecewaan karena
belum berhasil meyakinkan para pendiri dan pemikir RN perlunya organisasi 
patembayan
yang teratur, punya anggaran dasar dan badan hukum. Bukan paguyuban yang hanya
putuih urusan di palanta sajo. Apolai ado amanah nan perlu diemban antaronyo 
nan penting
soal keuangan. Bayangkan telah hampr 20 tahun RN masih punya kacio dengan 
memakai
akun pribadi.
 
Berbagai diskusi dan pertemuan telah ambo ikuti dan terus menekankan perlunya 
BH untuk
RN. Namun tetap tak berujung dan bersipongang saja. Itu tadi siapa siapa dan 
siapa yang
harus dipercaya. Itu yang timbul dalam pertemuan. Padahal kita banyak orang 
baik dan
dapat dipercaya di RN. Tapi dalam kenyataannya kita tetap tidak bisa memberikan
kepercayaan itu secara resmi.
 
Bisakah kita menepis tesis Uda Saaf itu, paling kurang di RN ini. Saya yakin 
bisa dan
mari kita buktikan. Ambo akan kembali ke Jakarta di bulan Februari untuk urusan 
keluarga.
Ambo menantang sanak di Jakarta, untuk bisa bertemu mendeklarasikan dan 
menugaskan 
beberapa orang untuk menghadap notaris untuk mendirikan Yayasan Rantau Net.
 
Yes We Can!


2009/12/14 teddy alfonso <[email protected]>





Ajo Duta bilang bahwa suku minang adalah masyarakat yang low trust society. 
Beliau memberi contoh, salah satunya adalah sulitnya komunitas RN u dibadan 
hukumkan.

Hemat ambo, pernyataan dimaksud merupakan ungkapan kritis, namun sangat 
tendensius, mengandung unsur kekecewaan yang dalam serta tidak akademik. 
Agaknya, ajo Duta perlu lebih menjelaskan pernyataan tersebut lebih lanjut. 
Penjelasan ajo Duta diperlukan guna memancing pendapat2 banding dan munculnya 
pimikiran-pimikiran baru terkait dengan situasi masyarakat minang hari ini.

Padang, 14 Desember 2009

Teddy Alfonso Sikumbang

--- On Mon, 12/14/09, Riri Mairizal Chaidir <[email protected]> wrote:


From: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
Subject: RE: [...@ntau-net] 33 TH KKSS, Bagaimana dg MINANG ???
To: [email protected]
Date: Monday, December 14, 2009, 9:42 PM




Pak Saaf,
 
Saya pernah 1-2 kali mencoba “membaca” isi milis urang awak. Saya pilih milis 
yang tidak terlalu banyak members nya. Mungkin pak Saaf ingat saya pernah 
memaparkan “penelitian” saya tentang milis MPKAS dulu. Yang berani saya 
paparkan Cuma yang murni kuantitatif saja. 
 
Yang kuantitatif tapi sudah menyangkut topik? Saya agak ragu2 menyampaikannya. 
 
Yang benar2 menyangkut content? Saya tidak berani, he he
 
Apalagi dengan milis sebesar RN ini, saya lebih tidak berani lagi …
 
Tapi – menurut saya – palanta ini memang bisa jadi tempat kajian terbatas, Pak. 
Karena para dunsanak nan ado di dalam sangat beragam dari berbagai aspek
 
 
Riri
Bekasi, l, 47
 
 
 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: Monday, December 14, 2009 8:37 PM
To: [email protected]
Cc: Dr Mochtar NAIM; Ir. Raja Ermansyah YAMIN; azmi datuk bagindo; Farhan Muin 
DATUK BAGINDO; gebuminang pusat
Subject: RE: [...@ntau-net] 33 TH KKSS, Bagaimana dg MINANG ???
 





 
-- 
.


Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe


      "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com";

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke