Pak Suheimi, selain karena masalah mubadzir, tradisi Hoyak Tabut itu juga bertentangan dengan syari'at Islam karena dalam Islam dilarang untuk meratap, apalagi kalau sampai dilakukan rutin setiap tahun. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut meratap sebagai salah satu kebiasaan jahiliyah.
Kemudian, yang disunnahkan pada 10 Muharram (dan juga tanggal 9-nya) adalah berpuasa. Sungguh sayang jika orang-orang sibuk berhoyak tabut namun tidak berpuasa, padahal puasa Asyura diharapkan dapat menghapus dosa-dosa (kecil) setahun yang lalu. Allahu Ta'ala a'lam. Wassalaamu'alaykum, -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
