da jepe kato pepatah kalo ndak salah apo sajo makanan bisa dibali kalau selera? sia yg bisa bali kalo soal makanan, kesukaan,keinginan tak usahlah ragu2... walaupun lamak cuma sampai kerongkongan tp mandarah dagiang itu yg pasti heheheh
pisang buai di paggang di tambah madu atau santan...sajou di parui... renny,ancol www.renisy.blogspot.com ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, January 4, 2010 9:36:54 PM Subject: Re: [...@ntau-net] Baluik Masiak (Belut Kering) "Samba Lado Baluik Masiak"...By : Jepe Andiko dan dunsanak di lapau RN Apa yang Andiko sampaikan ya..sangat menaruh respek dan memberikan apresiasi tinggi atas apa yang diungkapkan "iko bentuk penghargaan ambo ka pengabdian rakyaik ko manjago makanan, kesenian jo kerajinan tradisi" Kelihatannya di darat kita memang sebendi, begitu juga dilaut kita sebiduk Tapi ironis dan menikam rasa keadilan di masyarakat banyak terutama petani dan nelayan gurem serta sentra2 kerajinan rakyat ketika para pemimpin dan elit bangsa kita ini "menghamburkan dan bermain-main" dengan uang triluan rupiah, cilakanya itu disektor moneter yang berbicara tentang suku bunga, saham, bursa efek, valas dsb dalam bahasa awamnya "manggaleh kepeang sajo" Sementara sektor rill terutama di tingkat nelayan dan petani sungguh masih jauh, sedih memang padahal pondasi ekonomi kita dengan jumlah penduduk ratusan juta dan terkosentrasi banyaknya di masyarakat bawah adalah berdenyutnya sektor rill ditingkat masyarakat kebanyakan tapi penguasa dan elit kita memang betul2 keperpihakannya tidak ada kalaupun ada belum menyentuh pada persoalan yang paling mendasar yang dibutuhkan oleh para petani dan nelayan kita, dengan uang triliun rupiah itu berapa banyak masyarakat bawah tertolong dalam menggerakan sektor rill ini Tapi ya sudah Andiko apa yang kita bisa lakukan kita lakukan seperti contoh kecil yang telah kita perbuat mencoba mencintai produk rakyat baik bahan makanan, buah2an dan sayura2an serta kerajinannya Didarat kita se bendi Ya saya suka membelanjakan uang saya jika keranah minang membeli makanan, buah2an sayur2an, oleh2 khas dan kerajinan home industri sekedar oleh2 dan kenang2an Untuk produk tertentu saya tidak akan tawar menawar lagi semisal contoh kecil ketika membeli jagung rebus dilepas lubuk alung pinggiran jalan Harganya Rp 1000 per biji, murah sekali "cilaka" sekali jika saya tawar lagi, saya sangat bisa merasakan seberapa besar margin atau keuntungan yang didapat penjual ini mungkin dikisaran 200 sampai 300 perak per biji, jika saya tawar Rp 900 mereka pasti mau, tapi alangkah baik hatinya penjual ini ketika tidak saya tawar saya borong 20 biji maka dilebihkannya 2 biji Mau bukti lagi ada saksi hidup di Rantau Net ini yaitu Arif Rang Kayo Mulia ketika saya habis belanja bantuan gempa berupa obat2an di Pasa Ateh Bukit Tinggi saat ke parkiran mobil datang ibu2 tua membawa pisang buai yang segar2 dan moontok2 2 sikat si ibu berkata "Nak bali pisang amak ko 30 Ribu sajo duo sikek ko" Mmm..ini memang pisang kegemaran saya, saya tidak tawar lagi tapi memang secara bercanda saya bilang "28 ribu baa nyo Mak, iko pitih ambo 30 ribu baliak 2 ribu untuak uang parkir" Wah dengan wajah sumringan ibu ini mengembalikan uang saya 2 ribu buat parkir Berlabuhlah 2 sikat pisang buai nan rancak dan montok dalam mobil sepanjang perjalanan kami hajar Saya ingat pesan dan pelajaran dari Emak saya tentang jangan ditawar2 lagi yang menjual atau menjojo ini kalau sudah wajar dan pas harganya "ibo awak lah tipih tapak tarompanyo bakuliliang manjojokan galeh" Bahasa dan ungkapan yang sederhana dari Emak saya tapi penuh makna bagi saya "LAH TIPIH TAPAK TAROMPANYO" Anda pasti bisa merasakan denyut ungkapan kata tersebut apa artinya Ngomong2 soal pisang buai ranah minang Andiko setahu saya yang terkenal dan enak sekali pisang dari nagari Sungayang jika pisang ini ibaratnya Marapulai maka anak daro yang pas bersanding adalah Lamang Limau Kaum..betulkah Andiko jika kita bulkan saja sebendi, sebiduk tapi juga sebendera Sebiduk di Laut Ini jangan ditanya "paisson" saya takan pernah pudur jika berbelanja di pantai beli ikan dengan nelayan gurem, ikan pukat terutama saya tidak akan pernah menawar lagi anak-anak ikan yang dijual peronggok ini, ingat pesan Emak "lah tipi tapak tarompanyo" atau bahasa pasianyo lah gantiang pinggang jo malatuah tapak kaki dek pasia angek maelo pukek" Ya Andiko kampanyekan terus cinta produk ranah minang, produk rakyat walau kita hanya baut kecil dalam sistim mesin di negara kita yang luas ini tapi kita telah berbuat sesuatu untuk sedikit berdenyut sektor rill ditingkat masyarakat banyak terutama nelayan dan petani kecil, biarlah sungguh "cilaka" para penguasa dan elit itu yang "menghamburkan dan memainkan" uang rakyat triliunan rupiah dan parahnya disektor moneter yang hanya dinikmati segelintir orang saja dan itu elit2 dinegara kita ini dan pantas mereka kaya2 luar biasa..edunn seorang PNS atau pejabat tinggi denger2 bisa beli mobil Ferrari build up segala..entahlah Andiko masih muda punya kesempatan yang sangat lebar merasakan denyut kehidupan masyarakat banyak dengan berkeliling2n jika anda beli kerajinan rakyat dengan picing mata paling tidak nanti andiko bisa buka galeri seni barang2 kerajinan rakyat ataubarang2 yang anda beli itu tentu punya cerita dibalik itu semua, sebuah cerita di negeri yang kaya tapi para penguasanya tidak berpihak pada masyarakat kecil terutama nelayan dan petani Terima kasih berbaginya, ceritakanlah pengalaman Andiko tentang hal ini yang merupakan bagian dari kampanye mencintai produk rakyat baik makanan, buah2an, sayur2an, kerajinan, budaya, seni tradisi Wass-Jepe Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
