Kembali kepada SekDes dari tamatan STPDN

Da Riri, Pak TR dan dunsanak Palanta RN
Ini sekedar berbagi pengalaman dilapangan apa yang saya lihat, rasakan dan 
alami di Desa (perkampungan)

Saya memang suka maota atau katakanlah kerennya talk show alias pamer cakap 
dengan kepala desa disuatu tempat yang saya kunjungi, ini semacam obat juga 
bagi saya "membunuh waktu dan sepi"  di desa ketika bertugas terutama sore 
sampai malam hari menjelang tidur, seperreti disebuah desa di pulau Rupat yang 
sering saya kunjungi dan kepala desanya sudah begitu akrab dengan saya

Saya tidak berbicara tentang kepala desa seperti yang disinyalir Pak TR dengan 
segala kelakuan buruk dan menyimpangnya tapi yang saya bicarakan seorang kepala 
desa yang memang tingkat pendidikan rendah dalam bahasa yang agak kasar "hanya 
bisa membaca dan menulis dan sekedar berhitung" tapi dia memang tokoh disegani

Bukan bodoh, tapi kepala desa ini pintar, berwawasan dan banyak tahu tahu 
jikapun "bodoh" memang dalam masalah administrasi dan manajemen umumnya 
mengelola tata pemerintahan tingkat desa dalam menyajikan laporan, surat 
menyurat, pengisian data dan lain sebagainya

Kepala Desa ini memang tahu tapi cara mengungkapkannya secara tertulis sesuai 
dengan kaidah2 yang benar, sederhana mudah dipahami memang masih lemah walau 
memang ada yang membantu semisal tamatan2 SLTA, sekdesnyapun tidak bisa terlalu 
diharapkan karena tokoh juga dengan tingkat pendidikan yang rendah

Setiap kesempatan saya suka berbicara dengan kepala desa ini membantu yang saya 
bisa seperti hal-hal kecil

Membuat struktur organisasi sesuatu kegiatan yang dipajangnya dikantor desa 
diselembar karton ditulis spidol, maksud mereka saya paham bagaimana chart dari 
struktur organisasi tersebut tapi tidak jelas lagi mana garis komando dan garis 
organisasi dalm struktur itu, kotaknya sejajar saja jadi saya coba jelaskan 
dengan bahasa sederhana untuk menata kembali chart itu agar lebih rapi, menarik 
dan jelas siapa ketua (komandan) garis intruksi dan garis koordinasi dengan 
level yang sama 


Lalu juga saya berbicara bagaimana menyajikan tabel atau membuat tabel yang 
sederhana dengan kolom dan baris yang tepat semisal dimana letak bulan, uraian 
kegiatan dan keterangan, begitu juga membuat diagram yang sederhana baik dalam 
bentuk tabung dan grafik yang sederhana juga dan mudah dibaca serta dipahami 
orang yang berkunjung dikantor memang mereka membuat tapi masih ada kurangnya

Lalu saya juga berbicara panjang lebar dengan kepala desa ini bagaimana membuat 
surat resmi dengan bahasa yang singkat padat tidak bertele2 secara bercanda 
misalnya

"Pak kades udah deh..jangan kebanyak Bapak, Bapak, Bapak, Bapak dalam kalimat, 
cukup dikata penutupan saja"

Pernah saya sedikit protes ketika dia buat 

Kepada Yth Bapak Camat Anu..

Kita ganti Pak cukup
Kepada Yth Camat

Aha..memang agak keberatan Kades..ada rasanya yang kurang (mungkin kurang sopan 
kali ya) kalau tidak pakai Bapak

Saya jelaskan cukup sopan jika kita tulis Yth Camat, karena kita sudah 
menghargai jabatannya yaitu Camat

Tapi Kades tidak enak hati juga ya sudah, lalu saya minta buang setelah itu

Dengan hormat

Saya bilang tidak usah lagi ada "Dengan Hormat" pak Kades..kan sudah ada diatas 
Yth, jadi lansung saja kepokok surat ditulis, yang satu ini Pak Kades dapat 
memahami,

Lalu juga dalam "talk show" saya membunuh "waktu dan sepi" itu dengan kades 
saya juga suka bercerita dan agar pak kades mencatatat, berapa harga beras, 
gula, cabe, minyak goreng setiap bulannya di pulau ini begitu juga semisal 
bahan bangunan semen, besi, paku dan kayu sehingga kita bisa liat 
kecendurungannya untuk mengambil kebijakan atau arahan kepada masyarakat bulan2 
tertentu semisal faktor cuaca harga sembako naik nah siap2 untuk distok agak 
banyak dimasyarakat misalnya

Dan banyak lagi cerita2 menarik bagaimana administrasi, pelaporan, surat 
menyurat, pengarsipan dokumen, pendataan dll yang perlu dibenahi

Jadi disinilah saya pikir dibutuhkan seorang Sekretaris Desa tamatan STPDN yang 
baru ditugaskan lansung diturun keDesa sehingga ilmu yang didapat dikuliah bisa 
diterapkan dan di nmecingkan dengan kenyataan yang ada dilapangan sehingga 
kantor desa lebih tertata rapi terutama dalam urusan administrasi (manajemen)

Menurut saya tidak apa2 mereka2 ini diangkat PNS golongan III A lansung itu 
bentuk kompensasi dan penghargaan mau bertugas ke Desa2 yang masih jauh dari 
sarana dan prasarana (atau kasarnya jauh dari kehidupan kota yang serba ada dan 
mudah dijangkau)

Dari sinilah karir mereka yang masih muda ini bermulai, mungkin 3 atau 5 tahun 
misalnya bisa ke pindah ke kantor camat jadi sekcam kalau istimewa bisa jadi 
Camat atau ditarik menjadi staf di PemKab, lalu posisi yang ditinggalkan 
digantikan lagi dengan tamatan yang barru begitu seterusnya

SDM tamatan STPDN ini memang sangat dibutuhkan membantu Kepala Desa yang juga 
jabatan politis karena dipilih oleh masyarakat yang terkadang yang terpilih itu 
memang tokoh berpengaruh walau pendidikannya rendah

Dan Pak Kades di Rupat ini ketika berbicara sama saya apalagi musim durian 
dengan sajian durian segar dan baru jatuh membuat suasana membunuh "waktu dan 
sepi" saya itu berlalu begitu cepat, dia memang menginkan sekdes dari tamatan 
ini untuk membantu atau ujung tombaknya dalam menjalankan roda pemerintahan 
desa terutama dari segi administrasi dan pelaporan

Itulah sekedar berbagi pengalaman lapangan saya yang turun lansung melihat 
kondisi rill yang terjadi, semoga bermanfaat

Wass_Jepe


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke