Da Riri dan Sanak Palanta RN Bisa jadi juo untuak Kapalo Desa nan manjadi "rajo2 ketek" dikampuang anak mudo matah iko dianggapnyo musuah dalam selimut dalam konteks "tahaduah atau kanai simbek galeh kepdes" ko samisal kalakuan2 buruaknyo nan mancari kepeang dengan menyalah gunakan kekuasaannyo samisal proyek2 di Desa
Tapi memamg paralu dicubo kombinasi ko dengan "art" yang manis Ditunggu juo pengalaman lapangan rang mudo kito Sutan Mancayo, nan lai acok juo ilia mudiak ka kampuang dalam pendampingan masyarakat dalam kasus2 tanah ulayat dll Baa pancaliakan Sutan jo sipak tarajang KepDes terutamo dalam Adm tata pmerintahan Terima Kasih Da Wass-Jepe Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: "Riri Mairizal Chaidir" <[email protected]> Date: Sun, 24 Jan 2010 08:29:27 To: <[email protected]> Subject: RE: [...@ntau-net] SekDes direkrut dari STPDN Jepe dan Dunsanak Sapalanta. Ambo ndak mangarati persis tentang Sekdes direkrut dari STPDN. Jadi ambo mancubo menanggapi ke kencederungan umum. Secara umum, kombinas ini sangat bagus. Kades yang dipilih rakyat, punya pengalaman di daerah itu, tapi pendidikan formal (saya tekankan: formal) nya tidak tinggi dengan Sekdes yang fresh-graduate STPDN yang tentunya mengerti sekali teori pemerintahan (tapi belum mengalami prakteknya). Tapi saya yakin, ini tidak mudah. Kecenderungan umum, kalau urang baru tamaik sakola sering merasa dirinya paling hebat sedunia (trust me, most of us pernah merasa begitu, disadari atau tidak, jujur atau tidak). Dia bisa tertekan melihat bozz nya yang "bodoh". Sebaliknya, seorang yang berpengalaman tapi kurang teori formal sering merasa "tidak memerlukan anak mudo matah tu", atau bahkan menganggap sebagai musuh dalam selimut nantinya. Nah, jadi keduanya harus memiliki "arts" yang manis agar bisa bekerja sama memajukan desanya. Riri Bekasi, l, 47 -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: Saturday, January 23, 2010 10:05 PM To: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] SekDes direkrut dari STPDN Kembali kepada SekDes dari tamatan STPDN Da Riri, Pak TR dan dunsanak Palanta RN Ini sekedar berbagi pengalaman dilapangan apa yang saya lihat, rasakan dan alami di Desa (perkampungan) Saya memang suka maota atau katakanlah kerennya talk show alias pamer cakap dengan kepala desa disuatu tempat yang saya kunjungi, ini semacam obat juga bagi saya "membunuh waktu dan sepi" di desa ketika bertugas terutama sore sampai malam hari menjelang tidur, seperreti disebuah desa di pulau Rupat yang sering saya kunjungi dan kepala desanya sudah begitu akrab dengan saya Saya tidak berbicara tentang kepala desa seperti yang disinyalir Pak TR dengan segala kelakuan buruk dan menyimpangnya tapi yang saya bicarakan seorang kepala desa yang memang tingkat pendidikan rendah dalam bahasa yang agak kasar "hanya bisa membaca dan menulis dan sekedar berhitung" tapi dia memang tokoh disegani Bukan bodoh, tapi kepala desa ini pintar, berwawasan dan banyak tahu tahu jikapun "bodoh" memang dalam masalah administrasi dan manajemen umumnya mengelola tata pemerintahan tingkat desa dalam menyajikan laporan, surat menyurat, pengisian data dan lain sebagainya Kepala Desa ini memang tahu tapi cara mengungkapkannya secara tertulis sesuai dengan kaidah2 yang benar, sederhana mudah dipahami memang masih lemah walau memang ada yang membantu semisal tamatan2 SLTA, sekdesnyapun tidak bisa terlalu diharapkan karena tokoh juga dengan tingkat pendidikan yang rendah Setiap kesempatan saya suka berbicara dengan kepala desa ini membantu yang saya bisa seperti hal-hal kecil Membuat struktur organisasi sesuatu kegiatan yang dipajangnya dikantor desa diselembar karton ditulis spidol, maksud mereka saya paham bagaimana chart dari struktur organisasi tersebut tapi tidak jelas lagi mana garis komando dan garis organisasi dalm struktur itu, kotaknya sejajar saja jadi saya coba jelaskan dengan bahasa sederhana untuk menata kembali chart itu agar lebih rapi, menarik dan jelas siapa ketua (komandan) garis intruksi dan garis koordinasi dengan level yang sama Lalu juga saya berbicara bagaimana menyajikan tabel atau membuat tabel yang sederhana dengan kolom dan baris yang tepat semisal dimana letak bulan, uraian kegiatan dan keterangan, begitu juga membuat diagram yang sederhana baik dalam bentuk tabung dan grafik yang sederhana juga dan mudah dibaca serta dipahami orang yang berkunjung dikantor memang mereka membuat tapi masih ada kurangnya Lalu saya juga berbicara panjang lebar dengan kepala desa ini bagaimana membuat surat resmi dengan bahasa yang singkat padat tidak bertele2 secara bercanda misalnya "Pak kades udah deh..jangan kebanyak Bapak, Bapak, Bapak, Bapak dalam kalimat, cukup dikata penutupan saja" Pernah saya sedikit protes ketika dia buat Kepada Yth Bapak Camat Anu.. Kita ganti Pak cukup Kepada Yth Camat Aha..memang agak keberatan Kades..ada rasanya yang kurang (mungkin kurang sopan kali ya) kalau tidak pakai Bapak Saya jelaskan cukup sopan jika kita tulis Yth Camat, karena kita sudah menghargai jabatannya yaitu Camat Tapi Kades tidak enak hati juga ya sudah, lalu saya minta buang setelah itu Dengan hormat Saya bilang tidak usah lagi ada "Dengan Hormat" pak Kades..kan sudah ada diatas Yth, jadi lansung saja kepokok surat ditulis, yang satu ini Pak Kades dapat memahami, Lalu juga dalam "talk show" saya membunuh "waktu dan sepi" itu dengan kades saya juga suka bercerita dan agar pak kades mencatatat, berapa harga beras, gula, cabe, minyak goreng setiap bulannya di pulau ini begitu juga semisal bahan bangunan semen, besi, paku dan kayu sehingga kita bisa liat kecendurungannya untuk mengambil kebijakan atau arahan kepada masyarakat bulan2 tertentu semisal faktor cuaca harga sembako naik nah siap2 untuk distok agak banyak dimasyarakat misalnya Dan banyak lagi cerita2 menarik bagaimana administrasi, pelaporan, surat menyurat, pengarsipan dokumen, pendataan dll yang perlu dibenahi Jadi disinilah saya pikir dibutuhkan seorang Sekretaris Desa tamatan STPDN yang baru ditugaskan lansung diturun keDesa sehingga ilmu yang didapat dikuliah bisa diterapkan dan di nmecingkan dengan kenyataan yang ada dilapangan sehingga kantor desa lebih tertata rapi terutama dalam urusan administrasi (manajemen) Menurut saya tidak apa2 mereka2 ini diangkat PNS golongan III A lansung itu bentuk kompensasi dan penghargaan mau bertugas ke Desa2 yang masih jauh dari sarana dan prasarana (atau kasarnya jauh dari kehidupan kota yang serba ada dan mudah dijangkau) Dari sinilah karir mereka yang masih muda ini bermulai, mungkin 3 atau 5 tahun misalnya bisa ke pindah ke kantor camat jadi sekcam kalau istimewa bisa jadi Camat atau ditarik menjadi staf di PemKab, lalu posisi yang ditinggalkan digantikan lagi dengan tamatan yang barru begitu seterusnya SDM tamatan STPDN ini memang sangat dibutuhkan membantu Kepala Desa yang juga jabatan politis karena dipilih oleh masyarakat yang terkadang yang terpilih itu memang tokoh berpengaruh walau pendidikannya rendah Dan Pak Kades di Rupat ini ketika berbicara sama saya apalagi musim durian dengan sajian durian segar dan baru jatuh membuat suasana membunuh "waktu dan sepi" saya itu berlalu begitu cepat, dia memang menginkan sekdes dari tamatan ini untuk membantu atau ujung tombaknya dalam menjalankan roda pemerintahan desa terutama dari segi administrasi dan pelaporan Itulah sekedar berbagi pengalaman lapangan saya yang turun lansung melihat kondisi rill yang terjadi, semoga bermanfaat Wass_Jepe Sent from my BlackBerryR smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
