Jepe dan Dunsanak Sapalanta.

 

Ambo ndak mangarati persis tentang Sekdes direkrut dari STPDN. Jadi ambo
mancubo menanggapi ke kencederungan umum.

 

Secara umum, kombinas ini sangat bagus.  Kades yang dipilih rakyat, punya
pengalaman di daerah itu, tapi pendidikan formal (saya tekankan: formal) nya
tidak tinggi dengan Sekdes yang fresh-graduate STPDN yang tentunya mengerti
sekali teori pemerintahan (tapi belum mengalami prakteknya).

 

Tapi saya yakin, ini tidak mudah. Kecenderungan umum, kalau urang baru
tamaik sakola sering merasa dirinya paling hebat sedunia (trust me, most of
us pernah merasa begitu, disadari atau tidak, jujur atau tidak). Dia bisa
tertekan melihat bozz nya yang "bodoh".

 

Sebaliknya, seorang yang berpengalaman tapi kurang teori formal sering
merasa "tidak memerlukan anak mudo matah tu", atau bahkan menganggap sebagai
musuh dalam selimut nantinya.

 

Nah, jadi keduanya harus memiliki "arts" yang manis agar bisa bekerja sama
memajukan desanya.

 

Riri

Bekasi, l, 47

 

 

 

 

 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of [email protected]
Sent: Saturday, January 23, 2010 10:05 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] SekDes direkrut dari STPDN

 

Kembali kepada SekDes dari tamatan STPDN

 

Da Riri, Pak TR dan dunsanak Palanta RN

Ini sekedar berbagi pengalaman dilapangan apa yang saya lihat, rasakan dan
alami di Desa (perkampungan)

 

Saya memang suka maota atau katakanlah kerennya talk show alias pamer cakap
dengan kepala desa disuatu tempat yang saya kunjungi, ini semacam obat juga
bagi saya "membunuh waktu dan sepi"  di desa ketika bertugas terutama sore
sampai malam hari menjelang tidur, seperreti disebuah desa di pulau Rupat
yang sering saya kunjungi dan kepala desanya sudah begitu akrab dengan saya

 

Saya tidak berbicara tentang kepala desa seperti yang disinyalir Pak TR
dengan segala kelakuan buruk dan menyimpangnya tapi yang saya bicarakan
seorang kepala desa yang memang tingkat pendidikan rendah dalam bahasa yang
agak kasar "hanya bisa membaca dan menulis dan sekedar berhitung" tapi dia
memang tokoh disegani

 

Bukan bodoh, tapi kepala desa ini pintar, berwawasan dan banyak tahu tahu
jikapun "bodoh" memang dalam masalah administrasi dan manajemen umumnya
mengelola tata pemerintahan tingkat desa dalam menyajikan laporan, surat
menyurat, pengisian data dan lain sebagainya

 

Kepala Desa ini memang tahu tapi cara mengungkapkannya secara tertulis
sesuai dengan kaidah2 yang benar, sederhana mudah dipahami memang masih
lemah walau memang ada yang membantu semisal tamatan2 SLTA, sekdesnyapun
tidak bisa terlalu diharapkan karena tokoh juga dengan tingkat pendidikan
yang rendah

 

Setiap kesempatan saya suka berbicara dengan kepala desa ini membantu yang
saya bisa seperti hal-hal kecil

 

Membuat struktur organisasi sesuatu kegiatan yang dipajangnya dikantor desa
diselembar karton ditulis spidol, maksud mereka saya paham bagaimana chart
dari struktur organisasi tersebut tapi tidak jelas lagi mana garis komando
dan garis organisasi dalm struktur itu, kotaknya sejajar saja jadi saya coba
jelaskan dengan bahasa sederhana untuk menata kembali chart itu agar lebih
rapi, menarik dan jelas siapa ketua (komandan) garis intruksi dan garis
koordinasi dengan level yang sama 

 

 

Lalu juga saya berbicara bagaimana menyajikan tabel atau membuat tabel yang
sederhana dengan kolom dan baris yang tepat semisal dimana letak bulan,
uraian kegiatan dan keterangan, begitu juga membuat diagram yang sederhana
baik dalam bentuk tabung dan grafik yang sederhana juga dan mudah dibaca
serta dipahami orang yang berkunjung dikantor memang mereka membuat tapi
masih ada kurangnya

 

Lalu saya juga berbicara panjang lebar dengan kepala desa ini bagaimana
membuat surat resmi dengan bahasa yang singkat padat tidak bertele2 secara
bercanda misalnya

 

"Pak kades udah deh..jangan kebanyak Bapak, Bapak, Bapak, Bapak dalam
kalimat, cukup dikata penutupan saja"

 

Pernah saya sedikit protes ketika dia buat 

 

Kepada Yth Bapak Camat Anu..

 

Kita ganti Pak cukup

Kepada Yth Camat

 

Aha..memang agak keberatan Kades..ada rasanya yang kurang (mungkin kurang
sopan kali ya) kalau tidak pakai Bapak

 

Saya jelaskan cukup sopan jika kita tulis Yth Camat, karena kita sudah
menghargai jabatannya yaitu Camat

 

Tapi Kades tidak enak hati juga ya sudah, lalu saya minta buang setelah itu

 

Dengan hormat

 

Saya bilang tidak usah lagi ada "Dengan Hormat" pak Kades..kan sudah ada
diatas Yth, jadi lansung saja kepokok surat ditulis, yang satu ini Pak Kades
dapat memahami,

 

Lalu juga dalam "talk show" saya membunuh "waktu dan sepi" itu dengan kades
saya juga suka bercerita dan agar pak kades mencatatat, berapa harga beras,
gula, cabe, minyak goreng setiap bulannya di pulau ini begitu juga semisal
bahan bangunan semen, besi, paku dan kayu sehingga kita bisa liat
kecendurungannya untuk mengambil kebijakan atau arahan kepada masyarakat
bulan2 tertentu semisal faktor cuaca harga sembako naik nah siap2 untuk
distok agak banyak dimasyarakat misalnya

 

Dan banyak lagi cerita2 menarik bagaimana administrasi, pelaporan, surat
menyurat, pengarsipan dokumen, pendataan dll yang perlu dibenahi

 

Jadi disinilah saya pikir dibutuhkan seorang Sekretaris Desa tamatan STPDN
yang baru ditugaskan lansung diturun keDesa sehingga ilmu yang didapat
dikuliah bisa diterapkan dan di nmecingkan dengan kenyataan yang ada
dilapangan sehingga kantor desa lebih tertata rapi terutama dalam urusan
administrasi (manajemen)

 

Menurut saya tidak apa2 mereka2 ini diangkat PNS golongan III A lansung itu
bentuk kompensasi dan penghargaan mau bertugas ke Desa2 yang masih jauh dari
sarana dan prasarana (atau kasarnya jauh dari kehidupan kota yang serba ada
dan mudah dijangkau)

 

Dari sinilah karir mereka yang masih muda ini bermulai, mungkin 3 atau 5
tahun misalnya bisa ke pindah ke kantor camat jadi sekcam kalau istimewa
bisa jadi Camat atau ditarik menjadi staf di PemKab, lalu posisi yang
ditinggalkan digantikan lagi dengan tamatan yang barru begitu seterusnya

 

SDM tamatan STPDN ini memang sangat dibutuhkan membantu Kepala Desa yang
juga jabatan politis karena dipilih oleh masyarakat yang terkadang yang
terpilih itu memang tokoh berpengaruh walau pendidikannya rendah

 

Dan Pak Kades di Rupat ini ketika berbicara sama saya apalagi musim durian
dengan sajian durian segar dan baru jatuh membuat suasana membunuh "waktu
dan sepi" saya itu berlalu begitu cepat, dia memang menginkan sekdes dari
tamatan ini untuk membantu atau ujung tombaknya dalam menjalankan roda
pemerintahan desa terutama dari segi administrasi dan pelaporan

 

Itulah sekedar berbagi pengalaman lapangan saya yang turun lansung melihat
kondisi rill yang terjadi, semoga bermanfaat

 

Wass_Jepe

 

 

Sent from my BlackBerryR smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!

 

-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke