On 1/23/10, Riri Mairizal Chaidir <[email protected]> wrote:
> Ado kesan bahwa anak2 sakola diajarkan matematika yang rumit2, hapal
> rumus2nya bisa menuliskan turunan rumus secara panjang lebar. Hafal kasus2
> kecil sampai ke pritil2nya, kato anak ambo.
>
> Mungkin itu bagus, tapi kadang2 lupa, seberapa penting itu. Relevan  atau
> ndak.

Pak Riri, itu mangko takana di ambo sangkek sikola dulu, diakhir
jawaban soal acok dituli "QED", quod erat demonstrandum. Jadi
matematik tu untuak mendemonstrasikan sesuatu, bunkan untuk
mendapatkan suatu angka..

Tapi kalau diacaliak program-program komputer untuk matematik, memang
umumnyo menghasilkan/mencari angka atua nilai suatu variabel nan
dicari. Hanyo beberapa software nan indak komplai jo "undefined
variable." Contohnyo MathCad dan Mathematica.. Mungkin Da Riri labiah
familiar...

Sekadarnyo dar ambo...

-adyan

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke