Masyarakat Harus Bersyukur dengan Imbauan McCloskey, kata Kogami
*PadangKini.com* | Selasa, 26/01/2010, 13:01 WIB
*PADANG--*Komunitas Siaga Tsunami (Kogami), NGO yang aktif melakukan
pendidikan kesiagaan kebencanaan di Sumatera Barat sejak 5 tahun
terakhir, mengatakan masyarakat dan pemeintah di Sumatera Barat harus
bersyukur dengan peringatan gempa besar dan ancaman tsunami yang
dikeluarkan pakar gempa Profesor John McCloskey.
"Masyarakat tidak perlu resah, justru lebih bersyukur karena peringatan
tersebut bisa membangkitkan kesadaran untuk melakukan persiapan,
meningkatkan kewaspadaan, dan memperbaiki amal ibadah," kata Patra Rina
Dewi, Direktur Kogami melalui siaran persnya yang diterima
PadangKini.com, Selasa (28/1/2010).
Profesor John McCloskey, kata Patra, adalah ahli gempa yang pernah ke
Padang. Peneliti dari University Ulster, Irlandia Utara itu pernah
memberikan paparan mengenai potensi gempa dan tsunami kepada pegawai
sekretariat DPRD Sumatera Barat di Padang pada 2007.
"Sebenarnya tak ada yang istimewa dari berita (peringatan McCloskey yang
dirilis media di seluruh dunia-red) ini, karena sebelumnya juga sudah
ada beberapa orang ahli memberikan pendapat yang sama, di antaranya
Profesor Kerry Sieh dari Nanyang Technological University, Singapore dan
Doktor Danny Hilman Natawijaya dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(LIPI)," katanya.
Gempa-gempa besar yang terjadi di Sumatera Barat semenjak 2005, kata
Patra, seharusnya menjadi pembelajaran yang berharga untuk masyarakat
dan pemerintah bahwa gempa bisa terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa
seorang pun bisa meramalkan waktunya.
"Bayangkan apa yang akan terjadi jika masyarakat tidak diingatkan,
sehingga tidak ada
sama sekali usaha melakukan kesiapsiagaan seperti yang dialami
saudara-saudara kita
di Aceh atau seperti kasus tsunami di Pangandaran di mana para ahli
mengatakan bahwa
Pangandaran aman karena tidak pernah ada sejarah tsunami di daerah
tersebut," katanya.
Begitu juga, lanjutnya, dengan gempa yang baru-baru ini meluluhlantakkan
Haiti. Masyarakat Haiti menjadi korban karena kurangnya informasi dan
pengetahuan tentang
gempa dan pemerintah tidak siap karena tidak serius menanggapi hasil
penelitian
Prof. Eric Calais dari University Purdue mengenai kemungkinan terjadinya
gempa
besar, yang dipaparkan kepada pemerintah Haiti dua tahun yang lalu.
"Namun kita patut bersyukur ternyata sebagian masyarakat kita bisa
memberikan
argumentasi positif mengenai berita tentang ramalan gempa besar yang
akan terjadi di
Sumbar, bahkan sebagian menganggap peringatan semacam itu penting untuk
menumbuhkan kesadaran masyarakat," ujarnya.
Kogami mengajak pemerintah dan masyarakat menyikapi penelitian dan
ramalan para ahli kegempaan dengan bijak.
"Karena setiap bidang ilmu pasti mempunyai tujuan yang baik, sembari
kita tingkatkan kualitas keimanan kepada Allah SWT dan menghindari
perbuatan maksiat," katanya. (s)
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe