Selain bersyukur dan berdoa, lantas apa yang seharusnya dilakukan ? Apa tidak 
perlu ada usaha mitigasi untuk mengurangi kemungkinan jatuhnya korban, seperti 
mengadakan pengungsian dan pengosongan dari kawasan yang diprediksi akan 
menghadapi ancaman terbesar ?

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


--- On Tue, 1/26/10, andikoGmail <[email protected]> wrote:

From: andikoGmail <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Masyarakat Harus Bersyukur dengan Imbauan McCloskey,  
kata Kogami
To: [email protected]
Date: Tuesday, January 26, 2010, 9:05 PM


 Masyarakat Harus Bersyukur dengan Imbauan McCloskey, kata Kogami

*PadangKini.com* | Selasa, 26/01/2010, 13:01 WIB

*PADANG--*Komunitas Siaga Tsunami (Kogami), NGO yang aktif melakukan pendidikan 
kesiagaan kebencanaan di Sumatera Barat sejak 5 tahun terakhir, mengatakan 
masyarakat dan pemeintah di Sumatera Barat harus bersyukur dengan peringatan 
gempa besar dan ancaman tsunami yang dikeluarkan pakar gempa Profesor John 
McCloskey.

"Masyarakat tidak perlu resah, justru lebih bersyukur karena peringatan 
tersebut bisa membangkitkan kesadaran untuk melakukan persiapan, meningkatkan 
kewaspadaan, dan memperbaiki amal ibadah," kata Patra Rina Dewi, Direktur 
Kogami melalui siaran persnya yang diterima PadangKini.com, Selasa (28/1/2010).

Profesor John McCloskey, kata Patra, adalah ahli gempa yang pernah ke Padang. 
Peneliti dari University Ulster, Irlandia Utara itu pernah memberikan paparan 
mengenai potensi gempa dan tsunami kepada pegawai sekretariat DPRD Sumatera 
Barat di Padang pada 2007.

"Sebenarnya tak ada yang istimewa dari berita (peringatan McCloskey yang 
dirilis media di seluruh dunia-red) ini, karena sebelumnya juga sudah ada 
beberapa orang ahli memberikan pendapat yang sama, di antaranya Profesor Kerry 
Sieh dari Nanyang Technological University, Singapore dan Doktor Danny Hilman 
Natawijaya dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)," katanya.

Gempa-gempa besar yang terjadi di Sumatera Barat semenjak 2005, kata Patra, 
seharusnya menjadi pembelajaran yang berharga untuk masyarakat dan pemerintah 
bahwa gempa bisa terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa seorang pun bisa 
meramalkan waktunya.

"Bayangkan apa yang akan terjadi jika masyarakat tidak diingatkan, sehingga 
tidak ada
sama sekali usaha melakukan kesiapsiagaan seperti  yang dialami saudara-saudara 
kita
di Aceh atau seperti kasus tsunami di Pangandaran di mana para ahli mengatakan 
bahwa
Pangandaran aman karena tidak pernah ada sejarah tsunami di daerah tersebut," 
katanya.

Begitu juga, lanjutnya, dengan gempa yang baru-baru ini meluluhlantakkan Haiti. 
Masyarakat Haiti menjadi korban karena kurangnya informasi dan pengetahuan 
tentang
gempa dan pemerintah tidak siap karena tidak serius menanggapi hasil penelitian
Prof. Eric Calais dari University Purdue mengenai kemungkinan terjadinya gempa
besar, yang dipaparkan kepada pemerintah Haiti dua tahun yang lalu.

"Namun kita patut bersyukur ternyata sebagian masyarakat kita bisa memberikan
argumentasi positif mengenai berita tentang ramalan gempa besar yang akan 
terjadi di
Sumbar, bahkan sebagian menganggap peringatan semacam itu penting untuk
menumbuhkan kesadaran masyarakat," ujarnya.

Kogami mengajak pemerintah dan masyarakat menyikapi penelitian dan ramalan para 
ahli kegempaan dengan bijak.

"Karena setiap bidang ilmu pasti mempunyai tujuan yang baik, sembari kita 
tingkatkan kualitas keimanan kepada Allah SWT dan menghindari perbuatan 
maksiat," katanya. (s)

-- .
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;  3. One 
Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke