*Selain bersyukur dan berdoa, lantas apa yang seharusnya dilakukan ?
Apa tidak perlu ada usaha mitigasi untuk mengurangi kemungkinan jatuhnya
korban, seperti mengadakan pengungsian dan pengosongan dari kawasan yang
diprediksi akan menghadapi ancaman terbesar ?*

Pak Saaf dan Sanak di palanta nan ambo hormati.

*1*. Sarupo nan ambo informasikan sabalunnyo, pemerintah alah membuek
dindiang batu setinggi lk. 1 meter di tepi pantai dan mengadokan
latihan-latihan pengungsian bila tajadi bahaya tsunami.

Komentar ambo: Latihan diadokan siang hari, dan sukses. Tapi baa kok bahayo
ko muncul malam hari/PLN sudah kolaps, apo masih bisa masyarakat mengikuti
rute evakuasi ? Kalau tinggi aie 5 meter, dindiang hanyo semeter, apo
efektif ?

*2*. Dulu saat mortir jo mitraliur ditembakkan ka kampuang awak (kutiko
tantara pusek menyerang nagari-nagari), rakyat disuruah menyuruak di *tampek
nan labiah rendah dari permukaan tanah* alias lubang perlindungan untuak
sekeluarga. Setiap penduduak disuruah barusaha menyelamatkan nyawa masing
masing. Iko ilustrasinyo

*VII. Lubang perlindungan
*(http://td73.nagari.or.id/tanjungprri.php)

*Dari subuh sampai petang
Baik malam atau siang
Anak cucu serta eyang
Semua berlindung di dalam lubang *

*Lubang digali untuk berlindung
Setinggi tegak, sebatas hidung
Lima orang bisa ditampung
Di dalam lubang posisi mencangkung *

*Inilah gaul sebenarnya gaul
Takut dan gentar yang membuhul
Di dalam lubang orang berkumpul
Mendengar tembakan susul menyusul *

*Mungkin karena banyak teman
Di dalam lubang terasa aman
Hanya perut tak mau berkawan
Karena seharian tidak makan *

*Kalau terdengar ada tembakan
Meski berjongkok di atas jamban
Celana dipakai langsung dikenakan
Mencari tempat lubang perlindungan*

*3*. Bahaya yang akan datang (insyaallah tsunami tidak diijinkan Allah
terjadi) pada lk. 1 jt penduduk lebih besar lagi dan orang tak bisa
menyelamatkan diri masing-masing tanpa bantuan pemerintah.

Kalau untuk menghadapi peluru, kita harus bersembunyi di tempat yang lebih
rendah dari permukaan tanah, *mako menghadapi banjir tsunami iko, orang
musti mancari tampek nan labiah tinggi dari permukaan tanah pemukiman.*

Bukti (*alam takambang jadi guru*) menunjuakkan ketika tsunami di Aceh,
penduduk pulau Simelue bisa selamat karena cepat menyelamatkan diri ke
tempat-tempat yang lebih tinggi (bukit bukit).

Jadi nan paralu, baa caronyo urang bisa capek balari ka bukik bukik nan alah
ado, *dan kalau alun ado bukik, ba a kalau pemda mancubo pulo membuek
bukik*salain mambuek dindiang nan cuma sameter itu.

Orang-orang nan diamanati mamarentah Padang harus bapikie lebih keras lagi
baa caronyo nan labiah efektif menghadapi bahayo nan alah diperingatkan oleh
ahli, *sadio payauang sabalun hujan.*

Meruntuhkan bukit orang bisa, kenapa membuat bukit tidak mampu, iko kan
lahan perputaran uang.


Salam

Abraham Ilyas 64 th.

(alhamdullilah lai ditolong kawan dan dilindungi Allah kutiko tabanam di
tobek dan di selo dan lai indak digisie dek pelor di masa anak anak).


*
*

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke