*Manuruik panglihatan ambo, karano kito maanggap pemberontakan PRRI tu sabagai 'pemberontakan Minangkabau melawan Pusat' dan kekalahan PRRI tu sebagai 'kekalahan Minangkabau'.*
Pak Saaf yth. Manuruik ambo Ketika terjadi perang saudara di Indonesia (peristiwa PRRI tahun 1958 -1961) hampir seluruh anak nagari Minang Kabau terlibat berjuang. Sebagai bukti tertulis, seluruh Wali nagari ikut *membubuhkan cap di setiap uang kertas yang beredar ketika itu.* Sayang ambo indak punyo bukti peninggalan pitih nan dicap oleh para wali nagari tersebut. Apakah ado urang gaek gaek di kampuang nan punyo pitih tersebut, kalau bisa tolong dicopykan untuak milis kito. Tarimo kasih *PRRI kalah dalam pertempuran Dapat dianalisa, bisa dijelaskan Saat perang tanpa persiapan Ibarat petinju tidak latihan Tehnik pertandingan tidak dikenal Lawan yang dihadapi sangat handal Pukulannya keras walaupun kidal Awak amatir belum profesional Tentara PRRI muda mentah Kebanyakan mereka pelajar sekolah Atau mahasiswa meningalkan kuliah Hanya dilatih sebulan setengah Termasuk yang pulang dari Jawa Jumlahnya 400 para mahasiswa Bergabung PRRI secara sukarela Pena diganti dengan senjata Ada juga parewa kampung Buta huruf tak bisa berhitung Diberi perintah dia tersinggung Maunya bebas ibarat burung Tanpa disiplin seperti tentara Ke tempat musuh sendiri saja Sering menyusup ke dalam kota Dia bisa merusak citra Senjata PRRI lebih moderen Dari Bazoka sampai Bren Dilengkapi LMG serta Sten Nilainya sepuluh kalau diponten Perlengkapan diselundupkan oleh CIA Amerika membantu ibarat keluarga Untuk menghadapi musuh bersama Bahaya Komunis dari utara Jadi prajurit, menjadi tentara Pilihan hidup suka suka Semua profesi sangat berguna Termasuk algojo pemenggal kepala Ini tidak pantas dilakukan Pemimpin negeri bergaya komandan Presiden Soekarno pernah lakukan Demokrasi terpimpin dia katakan Kalau nak menang dalam pertempuran Ingat: The man behind the gun Senjata moderen memang dibutuhkan Tapi disiplin yang diutamakan Parewa kampung dan mahasiswa pelajar Disiplin kurang, semangat berkobar Diserang musuh sering menghindar Lalu mengganggu sebentar sebentar Mungkin ini disebut taktik gerilya Terbukti mangkus melawan Belanda Kini musuh sangat berbeda Kekalahan bertempur sudah diduga Tentara Pusat menduduki kota Pasukan PRRI di pinggir rimba Sering mereka kontak senjata Orang kampung yang menderita VIII. Tentara Pusat berdisiplin dan profesional Tentara pusat sangat berdisiplin Patuh dan taat kepada pemimpin Mereka bertempur ibarat mesin Semua perintah dikerjakan yakin Tidak membantah instruksi komandan Disuruh berkelahi tidak segan Susah dan senang ditanggung badan Itulah dia prajurit teladan * Salam Abraham Ilyas www.nagari.org -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
