Di tahun 2010 ini di Ranah tacinto akan terselanggara perhelatan akbar, 
setidaknyo tercatat ado 12 daerah yang akan ikut Daerah yang ikut Pemilu 
Serentak yaitu: Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Agam, 5o Kota, Tanah Datar, 
Sijunjung, Dharmasraya, Solok, Solok Selatan dan Pesisir Selatan beserta Kota 
Solok dan Kota Bukittinggi. Semua orang berbincang tentang pemenangan calon, 
saling menjagokan, adu startegi pemenangan...

Bukannya itu tidak penting, tapi yang jauh lebih menarik untuk di bincang 
adalah sebagai pemilih bukannya bagaimana membantu kandidat untuk menang, tapi 
lebih bagaimana membantu kendidat merencanakan pembangunan di daerah.

Ini bukanlah isu baru, tentang menyusun sebuah perencanaan pembangunan, tp 
walau tidak baru, namun sering terabaikan. Energi di habiskan pada hal-hal yang 
tidak strategis. Pasangan calon atau pun mereka yang sudah terpilih dan 
memmiliki kewenangan membuat rencana (seperti legislatif) terlalu menganggap 
pembuatan rencana pembangunan hanyalah sebagai sebuah kegiatan yang sangat 
rutin, dan terjebak pada penyediaan dokumen semata.

Sehingga saat pembangunan berjalan, yang terincikan dalam anggaran belanja, 
uang terhabiskan pula untuk hal-hal yang rutin, tidak menunjang pengembangan 
potensi. Mungkin tidak banyak diantara kita yang tau dengan baik, bagaimana 
belanja daerrah direncanakan dan dibelanjakan yang kita kenal dengan APBD. 
biasanya kalo kita bicara APBD hanya juga sekan membincang penyimpangan, 
padahal tidak selallu harus seperti itu, tapi lebih berguna kita bicara 
bagaimana merencanakan belanja itu, sehingga pembangunan lebih terarah dan 
terukur.

Setelah gempa melanda, di kota padang yang juga sebagai kota propinsi belum 
banyak berbenah, mungkin ini juga terkait dengan jadwal pemilihan kada. Saat 
ini kita atau mungkin saya belum melihat akan dijadikan apa kota padang ini 
kedepan??
kalau dulu terlihat sekaan menjadi kota industri dan dagang,(walaupun potensi 
pendukung untuk itu tidak maksimal) tapi sekarang??? Kota ini seakan lumpuh, 
jadi kota setengah mati, kegiatan dagang turun, laju wisata pun mengikuti 
turun. dan saat bersamaan kabupaten kota lainnya juga belum mmeperlihatkan 
fungsi menyokong yang kuat. 

Hal ini mungkin disebabkan karena tidak ada perencanaan yang menyeluruh, dengan 
otonomi kabupaten kota merasa benar2 harus sendiri dalam menyusun rencana 
pembangunannya. 
Sehigga kemudian kita bisa SUMBAR yang maju dan berbudaya, dan menjadi rujukan 
banyak orang.

Dalam kesempatan ini mungkin dunsanak di rantau net bisa mandiskusikan iko, 
akan dijadikan kota apa SUMBAR??? Ranah minang kedepan akan seperti apakah??

Terimakasih
Zie, 28



-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke