Pak Saaf yth. Mukasuik ambo apabila porsi tokoh tokoh cadiak pandai labiah banyak bicaro, mako para sanak awak/mewakili nagari nagari (yang akan melaksanakan ABS SBK di ranah) *maraso* digurui bana! Kan urang MK itu cadiak sadonyo Pak!
Tambahan Pak. Kebetulan ambo mambuka buku *jadul *, Sedjarah Minangkabau terbitan Bharata th. 1970 (M.D. Mansoer, Amrin Imran, Mardanas Safwan, Asmaniar Z. Idris, Sidi I. Buchari) pada halaman 155 dituliskan Kesimpulan yang berbunyi: *6. Pelanggaran pelanggaran dan kesewenang wenangan yang dilakukan oleh pihak Belanda mengakibatkan terjadi "Pertemuan Tandikat" (1832). Bulat tekad kaum adat dan agama untuk bersama sama serentak mengusir Belanda dan "Perang Minangkabau" berkobar dengan hebatnya. *Biasonyo kesepakatan kesepakatan semacam itu diikat dengan sumpah oleh nenek moyang kito, dengan kalimat kalimat yang baku "*ka ateh indak ba pucuak, ka bawah indak baurek, di tangah tangah digiriek kumbang pulo" * Mungkin dokumen iko bisa dicari, kalau masih ado untuk menguatkan ABS SBK tsb. Salam Abraham Ilyas -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
