Adi Dunsanak di palanta

 

Babarapo hari nan lewaik mancubo mareka-reka dan membayangkan
minangkabau dlm berbagai era agamo.

Silahkan sanak perhatikan tulisan ambo dibawah ko. Kalau ado nan kurang
atau kaliru minta tolong diagiah tukuak, kritik dan koreksi. 

 

Tarimokasih

 

wassalam

 

Gambaran Minangkabau dalam berbagai era agama

 

5 Mar 2010

 

Minangkabau di era dinamisme dan animisme

 

Di era ini banyak orang Minang yang memuja gunung, pohon dan
binatang-binatang tertentu. Mempercayai keberadaan ula nago, hantu, dan
pelangi diyakin sebagi penampakan 'ula bangun'.

 

Belum mengenal dewa-dewa dlm ajaran Hindu-Buddha maupun tentang Allah,
malaikat surga neraka dlm Islam.

 

Di era ini, belum ada mesjid atau surau, belum ada candi atau biaro.
Belum ada pandito ataupun buya.

 

Yang ada hanyalah datuk dan dukun. Dubalang apakah sudah ada?

 

Pakaianpun mungkin seadanya dari kulit kayu tarok.

 

Apakah di zaman ini sudah aturan Minangkabau yang kemudian disebut
'adat' ?

 

Minangkabau di era Hindu-Buddha

 

Sampai sekarang masih terdapat sisa-sisa kebudayaan Hindu Buddha dalam
masyarakat muslim Minangkabau walaupun kuantitas dan kualitasnya tidak
seperti pada kebudayaan Jawa yang terlihat masih kuat.

 

Di Jawa Candi-candi dan adat kejawen masih kental. Itulah bedanya dengan
Minangkabau.

 

Candi dan biaro tinggal nama.

 

Di era Hindu Buddha ini (kemungkinan) banyak berdiri candi-candi dan
biaro (istilah Minang untuk vihara).

 

Pengaruh Buddha paling terasa di zaman Adityawarman karena ia sendiri
menganut aliran Tantrisme (Tantrayana).

 

Patung Buddha ada dimana-mana. 

Minangkabau didominasi oleh warna merah kuning dan hitam.

Banyak yang melakukan ritual 'batarak' di gua-gua di tengah hutan atau
di rumah-rumah tinggal di tengah rimba, demi mendapatkan sejumlah
kehebatan.

 

Di zaman ini pula diperkenalkan istilah-istilah yang berasal dari kedua
agama, tentunya dalam bahasa sanskerta dan bahasa Pali.

 

Di era ini, banyak masyarakat melakukan persembahan sesajen. Membangun
rumah, dipotonglah seekor ternak misalnya kerbau, sapi, kambing atau
ayam. Setelah islam masuk, kadang-kadag masih diamalkan.

 

Ilmu-ilmu hitam berkembang. Gasing tangkurak dan guna-guna banyak
dipakai oleh masyarakat.

 

Tubo dan palasik suatu hal yang biasa.

Mantra-mantra banyak digunakan.

 

Dengan pengaruh kerajaan yang diperintah Adityawarman, Minangkabau
banyak mendapat pengaruh budaya Jawa.

 

Dikenallah istilah2 sbb:

dewa-dewi

bidadara bidadari

patih

tumenggung.

Bodhi

Hyang

Manti (menteri)

Pandito (pandita)

Dewano

Sadeo (sadewa)

Swarga-nairaka

 

Mgkn di era Hindu dan Buddha ini orang Minang tidak mengenal istilah
kuburan karena dalam Hindu dan Buddha mayat biasanya dikremasi lalu
dibakar.

Tapi ada sebuah kuburan rajo-rajo di Kuburajo, Tanah Datar. Apakah
mereka tidak menjalani aturan agamanya? Atau mereka sudah Islam?

 

Apakah Datuk Tantejo itu bukan seorang Hindu atau Buddha? Sebab
kuburannya masih ada. Begitu pula kuburan Dt. Perpatih Nan Sebatang.

 

Di era Hindu-Buddha ini, perempuan Minang belum mengenal pakaian penutup
aurat seperti Jilbab.

 

Minangkabau di era Islam

 

Ketika Islam mulai dipeluk oleh suku Minang. Mereka mulai mengenal
beberapa istilah yang lazim dalam Islam, terutama yang berasal dari
kosakata arab.

 

Maka muncullah istilah arab sbb:

Adat

Rajo ibadat

Alam

Rajo alam

Ibadat

Rajo ibadat

Sultan alif

Nagari Sumpur Kudus

Nagari Lima Kaum

Imam Kathib

Malin Bila

Angku Kali dan Tuan Kadi 

Buya

Adat bersendi syara' dan syara' bersendi kitabullah.

Swarga disesuaikan menjadi syurga 

Nairaka menjadi neraka

 

Bisa jadi dulu orang Minang di awal Islam datang, yang awal
diperkenalkan adalah istilah adat untuk menggantikan istilah buek. Maka
disusunlah adat itu dari sumber-sumber lisan berupa petatah petitih atau
disebut pula sebagai mamangan adat.

 

Waktu itu masih banyak adat yang berasal dari kebudayaan Minang
pra-Islam. Masih banyak orang 'bakoa', menyabung ayam, menyaratuih hari
dan sebagainya.

 

Semenjak munculnya kalangan ulama yang concern terhadap pelaksanaan
syariat (syara') maka mulai diganti aturan2 adat sebelumnya menurut
aturan syara'.

 

Kemudian barulah muncul adagium 'adat bersendi syara' dan syara'
bersendi kitabullah'

 

Di Minangkabau mulai berdiri surau-surau dan mesjid. Sudah tidak
ditemukan lagi candi-candi dan biaro-biaro bekas tempat peribadatan pra
Islam. Tradisi 'batarak' sudah mulai ditinggalkan.

 

Minangkabau di era Kristen (Eropa)

 

Minangkabau di masa ini adalah Minangkabau dalam era penjajahan.
Walaupun cukup lama dijajah oleh Belanda. Juga pernah Inggris dan
Portugis tapi agama bangsa Eropa ini tidak menggiurkan bagi orang Minang
yang sudah kuat memegang Islam.

 

Pengaruh dari Eropa ini hanya tampak pada nama-nama sebagian orang
Minangkabau bahkan hingga saat ini.

 

Namun beberapa orang Minang di perantauan sudah pula ada yang berpindah
keyakinan memeluk Kristen akhir-akhir ini karena gencarnya gerakan
kristenisasi di Minangkabau.

 

Selain itu di Minangkabau khususnya di kota-kota, terdapat masyarakat
yang heterogen terdiri dari berbagai etnis dan agama misalnya di kota
Padang, yang mempunyai penduduk beretnis Tionghoa Kristen, Konghucu dan
Buddha, suku Nias dan Batak, Jawa dan Jawa Kristen di daerah
transmigrasi yang mengepung Sumatera Barat yaitu Sitiung, Pasaman dan
Lunang.

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke