Tiga Warga Payakumbuh Tewas Tertimpa Tanah Liat Limapuluh Kota, (ANTARA) - Tiga warga Jorong Ketinggian Nagari Sarilamak, tewas mengenaskan setelah tertimpa tanah liat di Jorong Sarilamak Kanagarian Sarilamak, belakang Kantor DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Senin(22/3) sekitar pukul 12.30 WIB.
Ketiga korban adalah Rio(30), Nepi(28) dan Rafi(4). Rio dan Nepi sebelum kejadian sedang menggali tanah untuk bahan dasar membuat batu bata di tebing bukit di belakang DPRD Kabupaten Limapuluh Kota. Usai menggali tanah, mereka beristirahat di bawah tebing tanah galian tersebut, namun malang, tebing yang mereka gali tiba-tiba runtuh dan menimpa mereka. Beberapa orang pekerja galian yang berada di lokasi segera mencoba menolong korban dengan menggali mempergunakan cangkul, satu korban, Nepi berhasil ditemukan, namun telah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Pencarian terhadap dua koban lagi dilakukan dengan alat berat yang saat itu sedang bekerja menyelesaikan proyek jalan DPRD Kabupaten Limapuluh Kota. Dua korban yang berhasil ditemukan juga sudah dalam keadan tidak bernyawa. Korban segera dilarikan ke RS Adnand WD untuk divisum, kemudian langsug dibawa ke rumah duka di Ketinggian Nagari Sarilamak. Imon(30) salah seorang pekerja yang menggali di lokasi yang sama menuturkan, ia sudah mencoba memperingatkan korban untuk tidak menggali di tempat tersebut karena bekas galian sudah membentuk lorong seperti gua dan dapat runtuh tiba-tiba, namun korban tidak mau mendengarkan hingga kecelakaan itu benar-benar terjadi. Tiga jenazah disambut dengan isak tangis oleh keluarga. Keluarga Rafi yang baru berusia empat tahun histeris saat menerima jasad bocah tersebut.mereka tidak menyangka, Rafi yang sudah terbiasa bermain di lokasi, karena orang tua tiri laki-lakinya sehari-hari memang bekerja di sana, akan tertimpa kecelakaan. Kapolsek Harau, AKP Julius, saat dihubungi antara-sumbar di rumah duka mengatakan, dari hasil visum disimpulkan kejadian murni kecelakaan. “Kita menduga ini benar-benar murni kecelakaan,”ujarnya. Ke depannya, Julius menghimbau warga yang melakukan penggalian untuk lebih berhati-hati dalam bekerja hingga tidak terjadi lagi kecelakaan yang sama.(mko/ril) http://www.antara-sumbar.com/id/?sumbar=berita&d=11&id=88066 Kab. Lima Puluh Kota | Senin, 22/03/2010 21:53 WIB Pada 22 Maret 2010 21:58, Nofend St. Mudo <[email protected]> menulis: > Bundo, kito baco kaba nan baru dari antara sumbar : > http://www.antara-sumbar.com/id/?sumbar=berita&d=4&id=88065, Senin, > 22/03/2010 21:49 WIB > > Air Bah Hantam Payakumbuh Timur > > Payakumbuh, (ANTARA) - Lahan persawahan milik warga di Kecamatan > Payakumbuh Timur dihanam air bah akibat meluapnya Sungai Lakin, Senin > (22/3) sekira pukul 17.30 WIB. > -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe from this group, send email to rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words "REMOVE ME" as the subject.
