Tambakan kaba Galodo Gunuang Sago dari PadangKini.com nya da Syof.

 


Galodo Landa Dua Nagari di Kaki Gunung Sago


PadangKini.com | Senin, 22/03/2010, 19:24 WIB 

PADANG--Galodo melanda Kanagarian Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh
Kota, Senin (22/03/2010) sekitar pukul 18.30 WIB tadi. Daerah tersebut
terletak di kaki Gunung Sago.

Koordinator Pusdalops Sumatera Barat Ade Edwar mengatakan, galodo itu
setidaknya melanda dua nagari di Lareh Sago Halaban yakni Nagari Labuh
Gunung dan Nagari Batu Payuang.

"Kejadiannya baru setengah jam lalu, kami masih mengumpulkan data dan
informasi, sejauh ini baru dua nagari itu dilaporkan terkena dampak, belum
tahu apakah ada korban jiwa atau tidak," kata Ade Edwar kepada
PadangKini.com melalui telepon beberapa saat sesudah kejadian.

Menurut Ade, tim Satlak dari Limapuluh Kota dibantu Satlak Payakumbuh dan
Bukittinggi kini telah berada di lokasi bencana.

Sementara seorang warga Air Tabit, Kabupaten Limapuluh Kota, Tata (28 tahun)
mengatakan, hujan lebat memang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB sore tadi.
"Usai hujan saya dapat informasi ada longsor, lalu ada juga info soal
meluapnya Sungai Bai di Balai Jaring," katanya. (oca)

http://padangkini.com/berita/single.php?id=6172


Sedikitnya 42 Rumah Hanyut Dihantam Galodo Gunung Sago


PadangKini.com | Selasa, 23/03/2010, 0:20 WIB 

PADANG--Informasi terakhir menyebutkan 42 rumah warga hanyut dihantam galodo
dari Gunung Sago. Namun korban jiwa masih belum diketahui karena suasana
gelap-gulita sehingga kesulitan melihat lokasi.

Angka rumah hanyut 42 disampaikan tokoh masyarakat Kecamatan Lareh Sago
Halaban, Erizal Ridwan yang sedang berada di lokasi. Namun ia mengatakan
sangat sulit mencari korban karena suasana gelap dan gerimis.

Sementara di Posko Bencana yang didirikan di Nagari Batu Payuang sejumlah
ambulans disiagakan. 

"Beberapa ambulans dari puskesmas dan rumah sakit sudah di sini stand by,
kami masih menunggu kabar dari tim yang dikirim ke lokasi," kata Amri
Darwis, Bupati Kabupaten Limapuluhkota kepada PadangKini.com. 

Gunung Sago berketinggian 2.271 terletak di deretan Bukit Barisan. Gunung
ini pernah meletus di masa lampau.(syof)

http://padangkini.com/berita/single.php?id=6174


Galodo Sebabkan Jalan Raya Payakumbuh-Tanahdatar Putus


PadangKini.com | Selasa, 23/03/2010, 0:31 WIB 

PADANG--Galodo dari Gunung Sago yang menghantam Kecamatan Lareh Sago Halaban
menyebabkan jalan raya yang menghubungkan Kota Payakumbuh ke Tanahdatar dan
Sawahlunto Sijunjung via Batang Tabik atau Halaban putus total.

Belum ada kepastian berapa panjang badan jalan terputus. Namun Bupati
Limapuluh Kota Amri Darwis mengimbau agar masyarakat tidak melewati jalur
tersebut dan mengalihkan ke Tanahdatar melewati jalur Tanjung Barulak.

"Kami masih belum mengetahui mengenai korban jiwa, mudah-mudahan tidak ada,"
kata Amri.

Menurut perkiraan Amri, galodo disebabkan jebolnya kayu-kayu yang
menghalangi air yang tergenang di puncak gunung. Akibatnya air membawa
material bekas letusan gunung di masa lalu seperti batu dan lumpur hitam.

Penyebabnya hujan yang sering turun beberapa hari belakangan dan cukup lebat
empat jam sebelum kejadian, Senin (22/3/2010) pukul 17.00 WIB. 

"Dulu Gunung Sago kabarnya pernah meletus tapi saya tidak tahu, itu sudah
dulu sekali," ujarnya. (syof) 

http://padangkini.com/berita/single.php?id=6175


100 Rumah Rusak Akibat Galodo Sago, Korban Jiwa Kemungkinan Tidak Ada


PadangKini.com | Selasa, 23/03/2010, 8:24 WIB 

PADANG--Korban jiwa galodo dari Gunung Sago yang menyapu sebagian Kecamatan
Lurah Sago Halaban di Kabupaten Limapuluh Kota senja kemarin (Senin,
22/3/2010) hampir dipastikan tidak ada. Namun sekitar 100 rumah warga,
pasar, dan jembatan rusak dari berat hingga ringan.

Demikian disampaikan Koordinator Pusat Pengendalian Operasional
Penanggulangan Bencana Pemprov Sumatera Barat Ade Edward kepada
PadangKini.com pagi ini, Selasa (23/3/2010) pukul 08.00 WIB.

Menurut Ade, hampir tidak adanya korban jiwa disebabkan oleh material galodo
atau air bah yang encer dan tidak begitu banyak material, sehingga membuat
korban yang tertimpa masih bisa menyelamatkan diri.

"Ada tiga orang yang terseret air lumpur, tapi masih bisa menyelamatkan
diri, kalau galodo atau longsorannya tidak encer tentu mereka kesulitan
menyelamatkan diri," ujar Ade yang memantau Tim SAR yang diturunkan dari
Padang sejak tadi malam.

Sementara sejumlah tenda disiapkan untuk menampung ratusan pengungsi. Ade
mengatakan, logistik untuk para korban yang mengungsi masih bisa
ditanggulangi di Kabupaten Limapuluhkota. Namun bantuan SAR dan alat berat
dibutuhkan dari luar kabupaten itu.

Sekitar 40 tim SAR dari Pemprov Sumbar, Kota Padang, Kota Padangpanjang, dan
Bukittinggi diturunkan ke lokasi sekitar dua jam sejak kejadian. Tim juga
dibantun pasukan Zeni Tempur TNI AD Payakumbuh dan Polres Kota Payakumbuh.
Hingga kini tim SAR masih berada di lokasi.

Tim juga mulai membersihkan sepotong-sepotong badan jalan yang tertimbun
longsor. Namun jalan raya Payakumbuh-Lintau-Tanahdatar masih terputus. 

"Sebab di Lintau juga ada galodo yang sama meski tidak begitu parah namun
menutup badan jalan dan jembatan," kata Ade.

Galodo terjadi sekitar pukul 5.00 WIB hingga Magrib Senin (22/3/2010)
kemarin. Hampir dalam waktu bersamaan sejumlah tempat dihantam air bah encer
berwarna hitam pekat. Namun galodo terbesar menganghantam sungai Batang
Langkin yang melewati dua Nagari di Lurah Sago Halaban, terus ke Pakan Rabaa
dan bermuara di Batang Sinamar.

"Kami masih mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Sago berhati-hati karena
hujan masih turun dan rawan galodo susulan," ujar Ade. (syof/ynt)

http://padangkini.com/berita/single.php?id=6176


Bekas Lahar Dingin Gunung Sago Ikut Terbawa Galodo


PadangKini.com | Selasa, 23/03/2010, 9:51 WIB 

PADANG--Bekas lahar dingin Gunung Sago yang sudah mengendap di puncak gunung
sejak letusan terakhir lebih satu abad lalu ikut terbawa galodo Senin senja
(22/3/2010).

"Saya tidak tahu persis kapan terakhir letusnya Gunung Sago, lebih seabad
lalu, tapi sisa abu dan batu letusannya masih mengendap di puncaknya, itulah
yang ikut terbawa longsoran waktu kejadian," kata Ade Edward Koordinator
Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana Pemprov Sumatera Barat
kepada PadangKini.com Selasa (24/3/2010).

Indikasi galodonyo membawa bekas letusan, kata Ade, bisa dilihat dari air
berwarna hitam yang encer. Material yang dibawa galodo bukan tanah kuning
atau merah, tetapi pasir berwarna kehitaman.

Kondisi Gunung Sago seperti Gunung Singgalang yang sudah lama tidak aktif.
Namun puncaknya masih menyimpan sisa letusan yang sewaktu-waktu bisa dibawa
air bah jika hujan lebat mengguyur cukup lama.

"Tapi kita masih bersyukur di Gunung Sago hutannya masih terpelihara,
pohon-pohonnya masih banyak, jadi galodo hanya berupa cair dan tidak terlalu
banyak kayu, kalau hutannya gundul sangat membahayakan," kata Ade.

Galodo Senin senja kemarin, katanya, terjadi di beberapa lokasi yang
tersebar di pinggang Gunung Sago. Utamanya melewati sungai Batang Langkin,
sungai terbesar dari Gunung Sago yang menghantam Kecamatan Lurah Sago
Halaban. Sebagian juga menghantam Lintau di Tanahdatar.

"Galodo seperti ini bisa saja terjadi lagi di sekitar Gunung Sago karena
curah hujan tinggi, terutama di bekas daerah yang terkena galodo, karena itu
masyarakat diminta waspada kalau hujan turun," katanya. (syof)

http://padangkini.com/berita/single.php?id=6177

 

Salam

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe from this group, send email to 
rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words 
"REMOVE ME" as the subject.

Kirim email ke