gantung ciri berasal dari gantung dan ciri (gelang). Anak perempuan dt rajo alam (suku jambak) kehilangan gelang yg digantungkan di cabang sebuah kayu dekat pemandian. Versi lain menghubungan dengan 'sandi limbago nan ampek' yakni 'barih balabeh', bungka naraco cupak gantang dan suru gunjai. Masyarakat yg datang dari timur disebut cupak gantag yg menguasai perekonomian. Nagari mereka disebut Cupak. Sedangkan yg lain disebut Gantang. Orang yg datang dari Padang sabaleh menguasai sosial budaya 'suru gunjai (suri nan ditanun, gunjai nan diuleh). Gantang suri menjadi gantuang ciri.
Ketika Islam masuk, suri gunjai diubah menjadi suri tauladan. Orang padang sabaleh disebut memegang tauladan lalu ladan yakni di jawi2 sekarang. Gantuang ciri termasuk konfederasi Kubuang 13 : 1. Solok 2. Selayo 3. Guguak 4. Koto Anau 5. Cupak 6. Gantuang Ciri 7. Kinari 8. Muaro Paneh 9. Gaung 10. Panyakalan 11. Sirukam 12. Supayang 13. Sariak Alahan Tigo Solok, Guguak, Koto Anau, Gaung dan Panyakalan merupakan Bodi Caniago (Koto Anau duduk seorang raja Dt Bagindo yg Pituan menerapkan sistem Koto Piliang) maka Salayo dan beberapa nagari menganut kelarasan Koto Piliang. Termasuk Gantung Ciri. Mereka adalah : Salayo, Cupak, Gantuang Ciri, Sirukam, Supayang, Kinari, Muaro Paneh dan Sariek Alahan Tigo). Dulu sir Thomas Stanford Raffles (Gubernur EIC Pesisir Barat Sumatera) dalam perjalanan ke Simawang utk menobatkan Tuan Gadih Puti Reno Sumpua untuk membatalkan pemerintahan di Minangkabau pemerintahan mulai tidak berfungsi. Thomas menginap di Gantung Ciri. Suku : piliang, jambak, caniago, bendang, bendang melayu dan tanjuang guci. bida alam sebelumnya bernama Bamban/bumbun. Seorang dubalang nagari ini bernama dt. Inyiak saradadu berhasil menikam utusan Pagaruyung yang selalu meminta upeti. Mayatnya dibuang di sungai yang kemudian terkenal Batang Batikam. Peristiwa ini membuat pagaruyung marah dan mengirim pasukan ke 'rantai 12 koto' untuk membalas perbuatan ninik tsb. Tapi oleh ninik bumbun diadakan perundingan. Akhirnya ninik bumbun harus membayar denda berupa emas sebanyak sekundi sekundio (emas seisi lesung pasuk, secangkir kecil dan sepanjang tali bajak). Denda tsb harus dibayar seisi lubang bawah jakun dan seisi lubang ujung pergelangan tangan. Fihak pagaruyung tidak menyukai perundingan spt ini. Perundingan dilanjutkan di lubuk baulang. Kasus serupa terjadi lagi pada era Belanda. Inilah yg membuat nagari ini diberi nama bida alam artinya sinar purnama yg menyinari alam. Leluhur mereka masih berkaitan dg 12 ninik yg merantau ke rantau 12 koto. Ninik yg menetap di Bida Alam bernama Inyiak Rajo Angek Garang. Suku : caniago, melayu, kampai, panai, kutianyia abai tiga orang ninik berasal dari Jambi (yg juga berasal dari Pagaruyung) yaitu Inyiak Talanai Sati di Bukik Kubuang, Inyiak Pintu Basa di Siangik dan Inyiak Rajo Tuo di Padang Padamaian. Waktu masih berupa hutan lebat ketiga ninik berusaha saling panggil atau obai-maobai. Suku : melayu, kampai, panai, caniago, tigo lareh, sikumbang dan kutianyia. talang babungo sebelumnya bernama alung bunian. Talang babungo adalah nama mahar antara Gadih Longgah (Gadis terlambat nikah) dengan Dt. Bagindo Nan Gadang berupa bunga Talang/bambu. Perisitwa ini terjadi di Kinari. Leluhur mereka keturunan dari 13 ninik. Rute : melewati batang palangki sumpu garabak data, batang tundinan, perasahan, sungai lembah gumanti, talaok koto tuo. Inyiak nan 5 : Imam Panjang, Bagindo Nan Gadang, Nan Basa, Nan Pituan,Rajo Magek. Suku : caniago, kutianyia, elayu, panai, koto, tanjuang. Sirukam berasal dari nama seorang putri yang 'disurukkan' karena dikejar oleh tentara dari Pagaryung di lokasi berupa tabek dalam bukit. Juga ada nama tempat menyaruk pohon Sirukam. Berkaitan dengan peristiwa 13 ninik yang menetap di selatan luhak tanah datar. Suku : melayu, panai, tanjung, caniago dan kutianyi. supayang leluhur berasal dari Gunuang Merapi yg melewati perbukitan sampai mundam tanah toraja. Terus ke lurah nan tigo dibuat taratak baru, taratak baso dan taratak kubang. Nama supayang berasal dari Sumpah Yang dipasatihi (sumpah yg diyakini menjadi sakti) dimana ada sebuah tempat bersumpahnya 10 orang datuk yg di hilir, 10 di mudik, 5 i nagari siaro-aro dan 5 datuk di supayang (10 di hilir + 5 di koto baru dan 5 di Mundam Sati). Semunay disebut Kubuang Barajo Ka Mufakat (Bodi Caniago). Suku : melayu panai, caniago, tanjung, kutianyia. sumani orang sumani sendiri menceritakan bhw asal usul nama sumani adalah sumua (si) ani. Si ani ada salah seorang diantara leluhur mereka. Dalam cerita mereka juga ada kisah pembangkangan 13 orang ninik mamak. Tapi anehnya yang mengusir 13 ninik mamah itu adalah 2 tokoh pendiri adat minangkabau sendiri (ketumanggungan dan parpatih). Apa mungkin? Tidak disebutkan kapan pengusiran itu terjadi. Suku2 yang mendiami sumani: koto, melayu, guci, mandaliko, sumagek dan balai mansiang. saniang baka ada leluhur namanya si saniang. Setelah penatakan si saniang melakukan pembakaran kayu2 yang telah mengering. Asapnya mengepul ke angkasa dan terlihat oleh orang di daerah perbukitan spt paninjauan. Maka dikatakan orang bhw si saniang sudah membakar. Maka akrablah terdengar si saniang mambaka disingkat menjadi saniang baka. Penatakan dalam rangka membentuk taratak. 8 orang tokoh yang turun ke negeri ini berasal dari pariangan padang panjang. Suku yang mendiami : koto, piliang, sikumbang, sumpadang (supadang?), balaimansiang, dan sumagek. singkarak menurut cerita dulu singkarak mempunyai seorang raja yang dijuluki sebagai Raja Singkarak. Sebagian mengatakan bhw nama singkarak berasal dari baban jawi nan baserak dikarenakan gerobaknya rusak. Tapi menurut saya ini sangat jauh panggang dari api. 3 orang leluhur mereka datang dari nagari Aripan, 3 orang lagi dari Cinangkik dan Sumpur (keduanya mungkin di Tanah Datar). Kemudian datang 7 orang lagi. Awalnya 13 leluhur dan kaumnya itu menetap di Koto Tuo. Kemudian turun ke singkarak. Singkarak terdiri dari 5 dusun : gajah, dalimo, lapau pulau, tampunik, lembang, alam indah dan alam permai. Suku yang mendiami : piliang (sani, batu karang, guguak), tanjung, tanjung sumpadang (jadi sumpadang melekap ke suku tanjung), tanjung batingkah (ada2 saja?). http://lubukgambir.wordpress.com/2010/03/01/tambo-kubuang-tigo-baleh-bag -2/ -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe from this group, send email to rantaunet+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words "REMOVE ME" as the subject.
