Kozok dan Roni yth.
Sangat bagus Roni sudah mengembangkan diskusi ini sedemikian rupa. Untuk Kozok, 
saya bukan ahli sejarah, arkeologi, maupun linguistik, jadi peminat saja. Saya 
ingin mengkonfirmasi beberapa informasi sebagai berikut :
 
1. Saya kehilangan referensi tentang kembalinya Adityawarman ke Melayu pada 
tahun 1347. Dalam referensi itu juga dari tambo disebutkan kalau Adityawarman 
menggantikan posisi kakeknya (Akarendrawarman?) menjadi raja Melayu di 
Dharmasraya. Posisi sebelumnya di Majapahit sebagai wreddhamantri menunjukkan 
Adityawarman telah cukup senior pada masa itu. Pada penyerangan Bali (Pabali, 
1242?) sebagai misi pertama Sumpah Palapa, Adityawarman bertindak sebagai 
panglima perang Majapahit. Saya dengar serat-serat di Bali menceritakan banyak 
mengenai hal ini.
 
2. Sekitar 1351 (sekitar 3-4 tahun setelahnya) Adityawarman memindahkan 
pemerintahan dari Dharmasraya ke Saruaso, dan memulai sistem baru di 
Minangkabau. Di dalam tambo disebutkan kedatangan Adityawarman tidak dalam 
rombongan besar, dan setelah itu ada pertentangan di antara kaum dua datuk 
(Perpatih dan Ketemanggungan) mengenai penempatan sosial pendatang baru ini. 
Saya akan kirim terpisah tulisan tentang ini ke Kozok. Bagi saya sendiri adalah 
menarik ihwal pemindahan pusat kekuasaan ini. Pola ini sangat mirip dengan cara 
Raden Wijaya membangun (memindahkan) dinasti baru dari Kutaraja Singhasari ke 
Trowulan.
 
Saya kira Kozok tertarik dengan hermeunetika dan consociates, namun saya hanya 
menambahkan pada pertimbangan konteks. Terima kasih bila berkenan menjelaskan 
lebih lanjut.
 
Wassalam,
-datuk endang


--- On Thu, 4/1/10, Uli Kozok <[email protected]> wrote:


Pak Syafroni yth,
Memang lebih masuk akal kalau Adityawaran naik tahta pada umur 20an. Katakan 
dia umur 25 tahun ketika naik tahta artinya ia lahir 1322. 


Sementara kita tahu bahwa Dara Jingga berumur minimal 17 tahun ketika ia tiba 
di Majapahit. Artinya Dara Jingga lahir 1275 atau sebelumnya Kalau memang dia 
anak dara Jingga maka Dara Jingga melahirkannya pada usia 47 tahun. Tidak masuk 
akal.


Utusan yang 2kali dikirim ke Tiongkok itu seorang bangsawan  Majapahit bergelar 
Sang Arya. Namanya tidak disebut. 


Adityawarman sezaman dengan Gajah Mada. Namun Adityawarman tidak lahir di 
Majapahit melainkan di Malayu. Hal itu juga jelas dari prasasti Manjusri yang 
ditinggalkannya di Candi Jago. Prasasti itu distulisnya dengan aksara Sumatra - 
bukan Jawa Kuna, dan dia menggunakan ejaan Melayu bangsa dan bukan 
Sanskerta/Jawa wangsa. Lagi pula dia mengatakan bahwa prasasti itu ia dirikan 
di Jawabhumi. Untuk apa ia merujuk pada "Jawabhumi" sekiranya ia memang dari 
Jawa? Pemakaian Jawabhumi itu menunjukkan dengan jelas bahwa dia tidak dari 
Jawa. 


Jadi penafsiran bahwa Adityawarman dikirim ke Sumatra untuk menaklukkan Malayu 
jelas salah. 


Sebelum Adityawarman Akarendrawarman sudah menyandang gelar maharajadhiraja - 
artinya ia tidak mengakui raja mana pun di atasnya. Sudah jelas bahwa Malayu 
tidak takluk pada Majapahit melainkan menjadi negara yang bersahabat dengan 
Majapahit.


Hal mana tentu bertentangan dengan ideologi orde lama dan orde baru yang 
membutuhkan Majapahit sebagai upaya untuk legitimasi Republik Indonesia (yang 
wilayahnya merupakan warisan kolonial).


Sekian dan salam,


Uli


2010/3/31 Syafroni (Engineering) <[email protected]>




Pak Kozok yth
 
Wah menarik sekali penyampaian dari Pak Uli Kozok.
Masuk akal juga apa yg bapak sampaikan, terutama ttg umur Adityawarman.
Kalau tahun2 kejadian itu emang benar begitu adanya tentu rasanya memang kurang 
masuk akal kl di umur 53 Adityawarman baru naik tahta.
 
Jadi siapa sebenarnya utusan yg pernah dikirim 2 kali ke Tiongkok itu? Dan 
tolong bapak tambahkan penjelasan bapak tentang siapa dan bagaimana riwayat 
hidup Adityawarman itu.
 
Apakah Adityawarman sezaman dengan Gajah Mada?
 
Kalau boleh, di-sharing-lah pak Kozok, hasil penelitian bapak itu ke kita/saya.
 
Makasih
 
Wassalam
syafroni
 




From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Uli Kozok
Sent: Thursday, April 01, 2010 1:48 PM
To: Syafroni (Engineering)

Subject: Re: [...@ntau-net] Gajah Mada prajurit Melayu pengawal Dara Petak ke 
Tanah Jawa

 
Pak Syafroni dan anggota Rantaunet,


 

Alasan maka Adityawarman dianggap anak Dara Jingga karena dalam Pararaton 
disebut bahwa anak Dara Jingga menjadi "ratu ring Malayu". Adiknya Dara Jingga, 
Dara Petak, melahirkan anak pertamanya pada tahun 1294 - dua tahun setelah 
perkawinanya dilangsungkan. Masuk akal. Kapan Adityawarman dilahirkan? Kita 
tidak tahu, tetapi kita tidak salah kalau kita anggap bahwa tahun kelahirannya 
sekitar 1294 juga.

 

Tahun 1347 Adityawarman menjadi maharajadhiraja di Dharmasraya. Kalau begitu 
usianya sudah 53 tahun! Nah, hal ini tidak masuk akal.

 

Dalam pararaton hanya dikatakan bahwa anak DJ menjadi "ratu ring Mlayu" dengan 
nama Aji Mantrolot alias Marmadewa. Unsur Marma barangkali "warma" yang dipakai 
oleh setiap raja Melayu, bukan AdutyaWARMAN saja tetapi juga pendahulunya 
AkarendraWARMAN yang tahun 1316 sudah menjadi maharajaDHIRAJA di Tanah Datar. 
Artinya pada tahun 1316 Malayu sudah tidak takluk pada Majapahit. Pada hal 
selama ini ada anggapan bahwa Adityawarmanlah yang memisahkan diri dari 
Majapahit. Bagaimana kalau Akarendrawarman anak DJ? Kalau ia lahir 1294 ia 
berusia 22 tahun ketika menjadi maharaja di Tanah Datar. Masuk akal. Lalu 
siapakah Adityawarman? Jelas bukan anaknya tetapi kemungkinan kemenakannya - 
sesuai dengan garis keturunan adat Minangkabau. Dengan demikian Adityawarman 
lahir sekitar tahun 1320 dan menjadi maharajadhiraha ketika berusia sekitar 25 
tahun. Ini baru masuk akal!

 

Teori ini bertolak belakang dengan "kenyataan" bahwa Adityawarman menjadi duta 
Majapahit di Tiongkok. Saya sudah periksa sumber aslinya dan apa yang dikatakan 
Selamat Mulana tidak benar. Memang ada duta Majapahit ke Tiongkok. Nama 
Tiongkoknya dapat diartikan sebagai Sang Arya (gelar yang sangat umum di Jawa)! 
Tiada apa pun yang merujuk pada Adityawarman.

 

Ini yang saya tulis dalam bahasa Inggris: 

 

Slamet Muljana’s source, the Yuan Shi, composed in 1370 by the official Bureau 
of History of the Ming Dynasty, indeed reports two Majapahit missions to China, 
one in 1325/26 and a second in 1332/33:
In the second month of the second year of the Tai-ding reign (1325-26), the 
minister Xi-la Seng jia-li-ye who had been sent by the country of Java brought 
a memorial and local products and came to offer tribute at the court.
(1332/33) The envoy Seng-jia-la and others, totalling 83 persons, who had been 
sent by the country of Java brought a memorial inscribed in gold as well as 
local products and came to offer tribute at the Court.
In the first reference, “Seng jia-li-ye” and in the second reference 
“Seng-jia-la” both appear to represent the title Sang Arya (Geoff Wade, 
personal communication) or, according to Ferrand, cited in Krom {%Krom, 1926, 
#19...@387 Note 1}, as Sang Gala or Sang Kala, but there is absolutely no 
reference to any Adityawarman.
 

 

Lalu kata Selamat Muljana 

 

Adityawarman’s name is mentioned on two inscriptions issued by 
Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani, namely in the Blitar inscription of 
1330 and in the undated OJO LXXXXIV (D 38) inscription. In the Blitar 
inscription his name is given as Arya Dewaraja Pu Aditya. The OJO LXXXIV 
inscription mentions clearly Pu Aditya as bearing the title of a wreddha mantri 
or minister.
 


Sekali lagi Selamat Muljana meleset. Dalam prasasti Blitar tidak ada nama 
Adityawarman sama sekali! Kalau tidak percaya baca sendiri prasasti di halaman 
82 Damais, Louis-Charles. “Etudes d'epigraphie Indonesienne. IV. Discussions de 
la date des inscription.” Bulletin de l'Ecole française d'Extrême-Orient 47.1 
(1955): 7-290.

 

Hasil penelitian saya yang lebih lengkap akan saya terbitkan barangkali pada 
awal tahun depan, mudah-mudahan juga dalam bahasa Indonesia.

 

Sekian dan salam,

 

Dr. Uli Kozok

 

  

 


-- 
Dr. Uli Kozok
Associate Professor
Indonesian-Malay Language Program
2540 Maile Way, Spalding 255
Honolulu, HI 96822, USA
Tel: +1.808. 956 7574
Fax: +1.808. 956 5978
http://www.hawaii.edu/indolang
http://bahasa.net/online



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke