Pak Riri yth. Iyo sero awak mangkaji sejarah lamo. Nan iko satantang kabanaran ilmiah di tangan para peneliti lataknyo. Dan iko pun urang asiang pulo, kalau nan peneliti lokal alah habih dihampainyo. Iko ambo taruihkan tanggapan Kozok. Wassalam, -datuk endang
1. Saya kehilangan referensi tentang kembalinya Adityawarman ke Melayu pada tahun 1347. Dalam referensi itu juga dari tambo disebutkan kalau Adityawarman menggantikan posisi kakeknya (Akarendrawarman?) menjadi raja Melayu di Dharmasraya. Yang dimaksud Tribuwanaraja Mauliwarmadewa. Posisi sebelumnya di Majapahit sebagai wreddhamantri menunjukkan Adityawarman telah cukup senior pada masa itu. Pada penyerangan Bali (Pabali, 1242?) sebagai misi pertama Sumpah Palapa, Adityawarman bertindak sebagai panglima perang Majapahit. Saya dengar serat-serat di Bali menceritakan banyak mengenai hal ini. Nanti saya juga akan menulis tentang Adityawarman menjadi panglima di Bali. Ini berdasarkan penelitian C.C. Berg, dan kebetulan sore ini saya mau ke perpustakaan mencari makalah Berg itu. Masalahnya Berg tidak selalu bisa diandalkan. Misalnya kita bisa baca di Sejarah Nasional Indonesia (terjemahan dari bahasa Indonesia - aslinya kebetulan tidak ada pada saya) >From the many inscriptions in the Minangkabau area it is known that in the >middle of the fourteenth century a king ruled in Kanakamedini (gold island) >with the name of Adityawarman, son of Adwayawarman. This name was already >known from the Mañjuśri inscription from Candi Jago of 1341. it is mentioned >in this inscription that he accompanied Gajah Mada in subduing Bali. (Marwati >Djoened Poesponegoro and Nugroho Notosusanto 2008:107-08) Dalam prasasti Manjusri itu tidak ada apa-apa yang menyangkut keteribatan Adityawarman dalam Pabali (ekspedisi ke Bali). Dan hal itu juga mustahil: Pabali dilaksanakan 1343!! 2. Sekitar 1351 (sekitar 3-4 tahun setelahnya) Adityawarman memindahkan pemerintahan dari Dharmasraya ke Saruaso, dan memulai sistem baru di Minangkabau. Di dalam tambo disebutkan kedatangan Adityawarman tidak dalam rombongan besar, dan setelah itu ada pertentangan di antara kaum dua datuk (Perpatih dan Ketemanggungan) mengenai penempatan sosial pendatang baru ini. Saya akan kirim terpisah tulisan tentang ini ke Kozok. Bagi saya sendiri adalah menarik ihwal pemindahan pusat kekuasaan ini. Pola ini sangat mirip dengan cara Raden Wijaya membangun (memindahkan) dinasti baru dari Kutaraja Singhasari ke Trowulan. Sebelumnya sudah ada Akarendrawarman di Tanah Datar jadi bukan Adityawarman yang memindahkan ibukota ke Saruaso. Saya tertarik untuk membaca aslinya Tambo yang Bapak sebut. Diterbitkan di mana? Salam, U Kozok --- On Thu, 4/1/10, Riri Chaidir <[email protected]> wrote: Datuak Endang Yth. Maaf, walaupun posting datuak ditujukan ke Kozok dan Roni, tapi karena melalui palanta, saya membacanya jadi tertarik, dan mencoba mencari2 referensi lain (yang termudah, ya dengan googling). Untuk butir nomor 1, rasanya klop dengan artikel di http://id.wikipedia.org/wiki/Adityawarman , dengan catatan, penyerangan ke Bali itu bukan tahun 1242, tetapi 1343. Riri Bekasi, l 47 -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
