Pak Datuk Endang, Pak Kozok dan rang sanak di palanta makasih atas tanggapan Pak Datuk tentang Adityawarman. baik saya coba menjawab sesuai urutan nomor. 1. kalau melihat angka tahun yg dituturkan oleh Pak Datuk yaitu Adityawarman terlibat Pabali pada tahun 1242 dan kembali ke Malayu pada 1347. kalau dihitung umur Adityawarman saat kembali sudah 105 tahun. 2. dengan demikian ia baru memindahkan pusat pemerintahan ke Surawasa pada saat berumur 109 tahun.
Pak Datuk, rasanya usia Aditya ini kurang masuk akal. saya tertarik hitung2an umur ini ketika kemarin Pak Abraham Ilyas mencoba menghitung usia Gajah Mada. dari rentang masa Pamalayu hingga masa Hayam Wuruk, maka puncak karir Gajah Mada baru tercapai pada usia gaek yaitu 92 tahun. dan cara yang sama diaplikasikan utk menghitung umur Aditya, jadi lebih gaek lagi yaitu 105 tahun. Pada 1 April 2010 22:18, Datuk Endang <[email protected]> menulis: > > Kozok dan Roni yth. > Sangat bagus Roni sudah mengembangkan diskusi ini sedemikian rupa. Untuk > Kozok, saya bukan ahli sejarah, arkeologi, maupun linguistik, jadi peminat > saja. Saya ingin mengkonfirmasi beberapa informasi sebagai berikut : > > 1. Saya kehilangan referensi tentang kembalinya Adityawarman ke Melayu pada > tahun 1347. Dalam referensi itu juga dari tambo disebutkan kalau > Adityawarman menggantikan posisi kakeknya (Akarendrawarman?) menjadi raja > Melayu di Dharmasraya. Posisi sebelumnya di Majapahit sebagai wreddhamantri > menunjukkan Adityawarman telah cukup senior pada masa itu. Pada penyerangan > Bali (Pabali, 1242?) sebagai misi pertama Sumpah Palapa, Adityawarman > bertindak sebagai panglima perang Majapahit. Saya dengar serat-serat di Bali > menceritakan banyak mengenai hal ini. > > 2. Sekitar 1351 (sekitar 3-4 tahun setelahnya) Adityawarman memindahkan > pemerintahan dari Dharmasraya ke Saruaso, dan memulai sistem baru di > Minangkabau. Di dalam tambo disebutkan kedatangan Adityawarman tidak dalam > rombongan besar, dan setelah itu ada pertentangan di antara kaum dua datuk > (Perpatih dan Ketemanggungan) mengenai penempatan sosial pendatang baru ini. > Saya akan kirim terpisah tulisan tentang ini ke Kozok. Bagi saya sendiri > adalah menarik ihwal pemindahan pusat kekuasaan ini. Pola ini sangat mirip > dengan cara Raden Wijaya membangun (memindahkan) dinasti baru dari Kutaraja > Singhasari ke Trowulan. > > Saya kira Kozok tertarik dengan hermeunetika dan consociates, namun saya > hanya menambahkan pada pertimbangan konteks. Terima kasih bila berkenan > menjelaskan lebih lanjut. > > Wassalam, > -datuk endang > > -- > . > -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
