Assalamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Kalau disusun seperti di bawah ini tulisan Ifah menjadi sebuah cerita pendek
yang bagus.....


TEROMPET KEMATIAN





Setiap mendengar bunyi terompet di TV memberitahukan tentang kematian WS,
ingatanku melayang ke kota Bagan Si Api-Api, kota yang penghuninya mayoritas
bermata sipit. Sebelum aku berkunjung ke kota Bagan Si Api-Api dalam otakku
tersimpul, dimanapun si mata sipit berada umumnya kehidupan mereka di atas
rata-rata.



Di kota Bagan Si Api-Api inilah pada tahun 80 an aku menyaksikan kehidupan
si mata sipit yang lengkap status sosialnya. Yang kaya sekali sampai yang
termiskin ada di sana. Pasarnya walau kecil banyak barang impor disana,
dengan kualitas yang bagus dan harga terjangkau.



Berada di kota Bagan Si Api-Api  orang Melayu menjadi tamu di negeri
sendiri.

Bahasa dan budaya, asli Tionghoa punya .Ikatan kekeluargaan si mata sipit
memang luar biasa. Sekali dia percaya, semua keluarga semarga ikut percaya.



Suatu hari aku terkejut. Ada bunyi terompet dan iring-iringan lewat di depan
rumah kakakku, di Jalan Sudirman kalau tidak salah namanya. Kulihat tanggal
di kalender, bukan hari istimewa. Kuperhatikan iring-iringan tersebut.
Pemandangannya aneh terasa. Ada rombongan berbaju goni , ada rombongan
berbaju hitam. Dikanan dan dikiri rombongan , kain warna-warni dibentang
sebagai pagar



Malamnya kakakku bercerita, iring-iringan tersebut adalah bagian dari acara
kematian si mata sipit . Semakin kaya yang mati, semakin panjang iringannya.
Sekarang kota Bagan Si Api-Api sudah tak seperti dulu lagi. Aku tak tau apa
budaya simata sipit masih dominan disana



Bengkulu, 4 April 2010


2010/4/4 hanifah daman <[email protected]>

>     TEROMPET KEMATIAN
>
>
>
> Setiap mendengar bunyi terompet di TV
>
> Memberitahukan tentang kematian WS
>
> Ingatanku melayang ke kota Bagan Si Api-Api
>
> Kota yang penghuninya mayoritas bermata sipit
>
>
>
> Sebelum aku berkunjung ke kota Bagan Si Api-Api
>
> Dalam otakku tersimpul
>
> Dimanapun si mata sipit berada
>
> Umumnya kehidupan mereka di atas rata-rata
>
>
>
> Di kota Bagan Si Api-Api inilah pada tahun 80 an
>
> Aku menyaksikan kehidupan si mata sipit
>
> Yang lengkap status sosialnya
>
> Yang kaya sekali sampai yang termiskin ada di sana
>
>
>
> Pasarnya walau kecil
>
> Banyak barang impor disana
>
> Dengan kualitas yang bagus
>
> Dan harga terjangkau
>
>
>
> Berada di kota Bagan Si Api-Api
>
> Orang Melayu
>
> Menjadi tamu di negeri sendiri
>
> Bahasa dan budaya, asli Tionghoa punya
>
>
>
> Ikatan kekeluargaan si mata sipit
>
> Memang luar biasa
>
> Sekali dia percaya
>
> Semua keluarga semarga ikut percaya
>
>
>
> Suatu hari aku terkejut
>
> Ada bunyi terompet dan iring-iringan
>
> Lewat di depan rumah kakakku
>
> Di Jalan Sudirman kalau tidak salah namanya
>
>
>
> Kulihat tanggal di kalender
>
> Bukan hari istimewa
>
> Kuperhatikan iring-iringan tersebut
>
> Pemandangannya aneh terasa
>
>
>
> Ada rombongan berbaju goni
>
> Ada rombongan berbaju hitam
>
> Dikanan dan dikiri rombongan
>
> Kain warna-warni dibentang sebagai pagar
>
>
>
> Malamnya kakakku bercerita
>
> Iring-iringan tersebut adalah
>
> Bagian dari acara kematian si mata sipit
>
> Semakin kaya yang mati, semakin panjang iringannya
>
>
>
> Sekarang kota Bagan Si Api-Api
>
> Sudah tak seperti dulu lagi
>
> Aku tak tau
>
> Apa budaya simata sipit masih dominan disana
>
>
>
> Bengkulu, 4 April 2010
>
>
>
>
>
> Hanifah  Damanhuri
>
>
>
>
>
>
>
> --
> .
> Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
> lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
>



-- 
Muhammad Dafiq Saib St. Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal: Koto Tuo - Balai Gurah - Bukit Tinggi
58 th / Jatibening - Bekasi

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke