Waalaikum Salam Wr Wb mak LA dan dunsanak sapalanta Yth Terimakasih kepada bapak-bapak yang telah membaca tulisan hanifah.
Hanifah suka membaca tulisan mak LA, ingin sekali bisa menulis yang banyak-banyak kata-katanya seperti tulisan mak LA, tetapi belum bisa-bisa. Belum berani pula mencoba. Jadi sering menanggung tulisan ifah. Cerpen kependekan, dan kurang kata-katanya. Puisi terlalu terbuka, tidak sempat orang mikir-mikir, lewat aja. Dari pada sibuk mikirin, hanifah tulis aja seperti biasa. mengalir dan kadang tidak di baca ulang. Hanifah hanya ingin menuangkan apa yang terasa atau yang terpikirkan ... dengan harapan ada manfaat yang bisa diambil orang. NB. Sanak Roni, apo ado kasam nan alun lapeh ??? Kalau masih ado kaluaan lah dari pado jadi panyakik bakapanjanagan. Wass Hanifah --- On Mon, 4/5/10, Muhammad Dafiq Saib <[email protected]> wrote: From: Muhammad Dafiq Saib <[email protected]> Subject: Re: [...@ntau-net] TEROMPET KEMATIAN To: [email protected] Date: Monday, April 5, 2010, 6:56 AM Assalamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu Kalau disusun seperti di bawah ini tulisan Ifah menjadi sebuah cerita pendek yang bagus..... TEROMPET KEMATIAN Setiap mendengar bunyi terompet di TV memberitahukan tentang kematian WS, ingatanku melayang ke kota Bagan Si Api-Api, kota yang penghuninya mayoritas bermata sipit. Sebelum aku berkunjung ke kota Bagan Si Api-Api dalam otakku tersimpul, dimanapun si mata sipit berada umumnya kehidupan mereka di atas rata-rata. Di kota Bagan Si Api-Api inilah pada tahun 80 an aku menyaksikan kehidupan si mata sipit yang lengkap status sosialnya. Yang kaya sekali sampai yang termiskin ada di sana. Pasarnya walau kecil banyak barang impor disana, dengan kualitas yang bagus dan harga terjangkau. Berada di kota Bagan Si Api-Api orang Melayu menjadi tamu di negeri sendiri. Bahasa dan budaya, asli Tionghoa punya .Ikatan kekeluargaan si mata sipit memang luar biasa. Sekali dia percaya, semua keluarga semarga ikut percaya. Suatu hari aku terkejut. Ada bunyi terompet dan iring-iringan lewat di depan rumah kakakku, di Jalan Sudirman kalau tidak salah namanya. Kulihat tanggal di kalender, bukan hari istimewa. Kuperhatikan iring-iringan tersebut. Pemandangannya aneh terasa. Ada rombongan berbaju goni , ada rombongan berbaju hitam. Dikanan dan dikiri rombongan , kain warna-warni dibentang sebagai pagar Malamnya kakakku bercerita, iring-iringan tersebut adalah bagian dari acara kematian si mata sipit . Semakin kaya yang mati, semakin panjang iringannya. Sekarang kota Bagan Si Api-Api sudah tak seperti dulu lagi. Aku tak tau apa budaya simata sipit masih dominan disana Bengkulu, 4 April 2010 2010/4/4 hanifah daman <[email protected]> TEROMPET KEMATIAN Setiap mendengar bunyi terompet di TV Memberitahukan tentang kematian WS Ingatanku melayang ke kota Bagan Si Api-Api Kota yang penghuninya mayoritas bermata sipit Sebelum aku berkunjung ke kota Bagan Si Api-Api Dalam otakku tersimpul Dimanapun si mata sipit berada Umumnya kehidupan mereka di atas rata-rata Di kota Bagan Si Api-Api inilah pada tahun 80 an Aku menyaksikan kehidupan si mata sipit Yang lengkap status sosialnya Yang kaya sekali sampai yang termiskin ada di sana Pasarnya walau kecil Banyak barang impor disana Dengan kualitas yang bagus Dan harga terjangkau Berada di kota Bagan Si Api-Api Orang Melayu Menjadi tamu di negeri sendiri Bahasa dan budaya, asli Tionghoa punya Ikatan kekeluargaan si mata sipit Memang luar biasa Sekali dia percaya Semua keluarga semarga ikut percaya Suatu hari aku terkejut Ada bunyi terompet dan iring-iringan Lewat di depan rumah kakakku Di Jalan Sudirman kalau tidak salah namanya Kulihat tanggal di kalender Bukan hari istimewa Kuperhatikan iring-iringan tersebut Pemandangannya aneh terasa Ada rombongan berbaju goni Ada rombongan berbaju hitam Dikanan dan dikiri rombongan Kain warna-warni dibentang sebagai pagar Malamnya kakakku bercerita Iring-iringan tersebut adalah Bagian dari acara kematian si mata sipit Semakin kaya yang mati, semakin panjang iringannya Sekarang kota Bagan Si Api-Api Sudah tak seperti dulu lagi Aku tak tau Apa budaya simata sipit masih dominan disana Bengkulu, 4 April 2010 Hanifah Damanhuri -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- Muhammad Dafiq Saib St. Lembang Alam Suku : Koto, Nagari asal: Koto Tuo - Balai Gurah - Bukit Tinggi 58 th / Jatibening - Bekasi -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
