Assalamualaikum Wr.Wb yth. Bapak Dasriel Noha.

Manuruik ambo, mandiskusikan budaya siapopun asal nan babaun membangun 
sipaiknyo itu, kan elok, selain batambah pangatahuan kito.
Apo lai budaya, nan tamasuak rakyaik nagari kito, itu adalah KAKAYOAN kito juo.

Wassalam,
Muljadi
-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Sun, 4 Apr 2010 23:11:36 -0700 (PDT)
> Von: Dasriel Noeha <[email protected]>
> An: [email protected]
> Betreff: Re: Bls: [...@ntau-net] TEROMPET KEMATIAN

> apapun budaya "orang" gak usyah dipersoalkan. 
> Itu adaah bagian dari "kekayaan" mereka.
> 
> yang menjadi persoalan kalau sudah saling mengganggu,saling mencikarau-i,
> saling mengejek, biarlah yang berupacara, yang siak dan rajin kesurau, yang
> kafir, yang engkar, yang nipu, yang shalih, yang suka mendo'akan orang,
> yang suka menggunjngkan orang, yang suka pamer, yang suka paindok,yang suka
> sendiri,yang suka sederhana, yang suka senyum, yang suka pamberang,...
> sesungguhnyalah itu adalah kekayaan alam....
> 
> wassalam,
> dasriel
> 
> --- Pada Ming, 4/4/10, iqbal rahman <[email protected]> menulis:
> 
> Dari: iqbal rahman <[email protected]>
> Judul: Re: Bls: [...@ntau-net] TEROMPET KEMATIAN
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Minggu, 4 April, 2010, 9:26 PM
> 
> Yth. Pak Jacky Mardono Tjokrodirejo.
> 
> Budaya yang hampir sama juga ada bagi suku Nias yang tidak Islam di Padang
> , pada tahun-tahun dibawah 70 an   saya pernah lihat di bukik lantiak (
> Bukit di Seberang Palinggam )
> Kalau yang laki2 meninggal didandani pakai jas lengkap  diberi rokok
> dibibirnya kalau yang wanita diberi pakaian pengantin ( slayer ) bibirnya
> diberi gincu/lipstic dan disandarkan / diikiat bersandar pada batang pisang
> Di dudukkan di depan rumah kemudian  yang saya lihat setiap pelayat yang
> baru datang menangis ( maratok ) dalam bahasa Nias 
> Tetapi ada yang selalu tetap maratok juga berperan untuk mempersilahkan
> pelayat yang baru datang untuk maratok saya tidak begitu pasti apakah ini
> dibayar atau tidak
> apakah sekarang masih ada saya juga tidak tahu pasti .
> 
> Iqbal Rahman 
> L.57 
> 
> --- On Mon,
>  5/4/10, Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]> wrote:
> 
> From: Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]>
> Subject: Bls: [...@ntau-net] TEROMPET KEMATIAN
> To: [email protected]
> Date: Monday, 5 April, 2010, 5:17 AM
> 
> Profesi menangis.
>  
> Tahun 1964 saya pernah bertugas di Bengkalis.
> Baik di Bengkalis maupun di Bagan Si Api Api,
> ada golongan tertentu,
> kalau ada anggota keluarga yang meninggal,
> menyewa "juru tangis".
>  
> Makin tinggi status sosial yang meninggal, 
> makin banyak juru tangis yang di sewa.
>  
> Para juru tangis menangis secara bergiliran,
> sampai berjam-jam tergantung "order".
> Mereka menangis sampai (maaf) ingusnya keluar.
>  
> Saya tidak tahu, apakah dewasa ini,
> profesi juru tangis masih ada.
>  
> Sama dengan di Kalbar,
> di Bengkalis/Bagan Si Api-Api,
> pada waktu itu juga banyak
> keturunan Cina yang  menjadi pekerja kasar.
>  
> PRT saya juga keturunan CIna.
>  
> Di Bagan, pada waktu itu ada kebiasaan yang unik.
> Selain gosok gigi, juga ada "kerok" lidah.
> Pada tiap sikat gigi ada plat yang tergantung,
> gunanya untuk kerok lidah.
> Apa ada kebiasaan semacam ini di tempat lain?
>  
> Wassalam, Jacky Mardono (L-76)
> Vila Cinere Mas, Ciputat-Tangerang.
>  
>  
> 
> 
> --- Pada Ming, 4/4/10, hanifah daman <[email protected]> menulis:
> 
> 
> Dari: hanifah daman <[email protected]>
> Judul: [...@ntau-net] TEROMPET KEMATIAN
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Minggu, 4 April, 2010, 3:44 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> TEROMPET KEMATIAN
>  
> Setiap mendengar bunyi terompet di TV
> Memberitahukan tentang kematian WS
> Ingatanku melayang ke kota Bagan Si Api-Api
> Kota yang penghuninya mayoritas bermata sipit
>  
> Sebelum aku berkunjung ke kota Bagan Si Api-Api
> Dalam otakku tersimpul
> Dimanapun si mata sipit berada
> Umumnya kehidupan mereka di atas rata-rata
>  
> Di kota Bagan Si Api-Api inilah pada tahun 80 an
> Aku menyaksikan kehidupan si mata sipit
> Yang lengkap status sosialnya
> Yang kaya sekali sampai yang termiskin ada di sana
>  
> Pasarnya walau kecil
> Banyak barang impor disana
> Dengan kualitas yang bagus
> Dan harga terjangkau
>  
> Berada di kota Bagan Si Api-Api
> Orang Melayu 
> Menjadi tamu di negeri sendiri
> Bahasa dan budaya, asli Tionghoa punya
>  
> Ikatan kekeluargaan si mata sipit
> Memang luar biasa
> Sekali dia percaya
> Semua keluarga semarga ikut percaya
>  
> Suatu hari aku terkejut
> Ada bunyi terompet dan iring-iringan
> Lewat di depan rumah kakakku
> Di Jalan Sudirman kalau tidak salah namanya
>  
> Kulihat tanggal di kalender
> Bukan hari istimewa
> Kuperhatikan iring-iringan tersebut
> Pemandangannya aneh terasa
>  
> Ada rombongan berbaju goni
> Ada rombongan berbaju hitam
> Dikanan dan dikiri rombongan
> Kain warna-warni dibentang sebagai pagar
>  
> Malamnya kakakku bercerita
> Iring-iringan tersebut adalah
> Bagian dari acara kematian si mata sipit 
> Semakin kaya yang mati, semakin panjang iringannya
>  
> Sekarang kota Bagan Si Api-Api
> Sudah tak seperti dulu lagi
> Aku tak tau
> Apa budaya simata sipit masih dominan disana
>  
> Bengkulu, 4 April 2010
>  
>  
> Hanifah  Damanhuri
>  

-- 
GMX.at - Österreichs FreeMail-Dienst mit über 2 Mio Mitgliedern
E-Mail, SMS & mehr! Kostenlos: http://portal.gmx.net/de/go/atfreemail

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Kirim email ke