Sipak tarajang awa urang awak di cabinet.... Syukurlah...

 

Ats Tsaqofah - Ini kabar gembira sekaligus kabar buruk. Kabar gembira
bagi para pecinta moral bangsa, tapi kabar buruk bagi para artis panas.
Para artis serorok dan pezina yang biasa pamer aurat seperti Maria Eva,
Ayu Azhari, "Jupe" Julia Perez, Inul Daratista dll, tak bisa lagi
mencalonkan diri dalam Pilkada. Mereka terganjal Revisi Undang-undang
Pilkada.

Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi mengajukan satu syarat tambahan
untuk calon Kepala-Wakil Kepala Daerah. Sejumlah artis akan terganjal.

Saat ini, pemerintah sedang mengajukan RUU Revisi UU Nomor 32 tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah. Di dalamnya, ada 16 syarat bagi calon
Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Satu persyaratan lagi diajukan
untuk calon Kepala-Wakil Kepala Daerah, yaitu harus pengalaman di bidang
pemerintahan.

Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, dengan persyaratan yang ada sekarang
ini, mendorong banyak orang berminat maju di pilkada, terutama yang
merasa dirinya populer.

 

Dengan latar belakangan yang beragam, hal ini ke depan malah bisa
memperlemah pemerintahan. Padahal, agar pemerintahan kuat, maka harus
dipimpin orang-orang yang layak.

"Pemerintah itu mesti diisi dengan orang-orang yang qualified. Maksud
kita seperti itu untuk menambahkan syarat itu. Jangan semua orang yang
merasa populer merasa sudah bisa jadi kepala daerah," papar Gamawan
Fauzi di kantornya, Senin (12/4/2010).

Dijelaskan Gamawan, seorang kepala daerah punya kewajiban yang tidak
ringan. Dia harus mewujudkan visi dan misinya, yang kemudian dituangkan
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM ) menjadi visi daerah.
"Tidak mudah," tegasnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, sejumlah artis yang maju di pilkada, justru
untuk pilkada tingkat kabupaten/kota. Padahal, lanjut Gamawan,
pemerintah kabupaten/kota itu kewenangannya besar.

 

Jika bupati atau walikota dijabat orang yang tak punya pengalaman di
pemerintahan, kata Gamawan, maka visi pembangunan daerah tersebut
menjadi tidak jelas.

"Jadi ini justru untuk memperkuat pemerintahan ini. Jangan demokrasi
semakin kuat, pemerintah justru lemah," kata mantan gubernur Sumbar itu.

Lantas, apa kriteria pengalaman di bidang pemerintahan itu? Gamawan
menjelaskan, yang dimaksud bukan hanya pegawai negeri saja, tapi juga
termasuk aktivis partai, anggota DPR/DPRD, termasuk organisasi yang
punya kaitan dengan bidang pemerintahan.

"Kalau nol sama sekali, di organisasi tidak pernah, di partai tidak
pernah, tiba-tiba karena populer semua orang berhak menjadi kepala
daerah. Ini kan pertaruhan kita terlalu berat untuk kemajuan sebuah
daerah," papar Gamawan.

Gamawan tidak membantah persyaratan tambahan ini dipicu banyaknya artis
maju di pilkada.  

 

Resiko Demokrasi porno

Di alam demokrasi, kaidah yang berlaku adalah kultus selebritis, di mana
para artis dituntut populer kalau mau memenangkan pilkada. Karena
semakin tinggi popularitas, maka semakin tinggi kemungkinan memenangkan
pilkada. Di sinilah, para artis panas yang biasa dijuluki "bom seks" itu
menempuh segala cara untuk mendongkrak popularitas, termasuk menabrak
norma ketabuan dengan mengobral foto-foto seronok yang memperontonkan
aurat hingga foto bugil bahkan video adegan zinah sekalipun. Inilah
resiko demokrasi porno.

Kini, popularitas di lembah pornografi itu tidak ada gunanya dalam
pilkada, karena undang-undang pilkada siap direvisi dengan tambahan
syarat "pengalaman di bidang pemerintahan, " bukan pengalaman di bidang
pornografi. Paham?

Sumber : voa-Islam 

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke