Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. Bapak Aryandi. Saya mau bertanya sedikit, apakah secara tidak langsung bunyi dari sebagian tulisan Bapak Aryandi se-akan2 mengabaikan Keluarga Berencana? Karena Bapak Aryandi sendiri sanggup menerima 3 orang anak kandung.
Apakah Bapak Aryandi pernah membayangkan atau merasakan bagaimana kehidupan tukang pulung, dari sebelum lahir sampai bisa mempunyai keturunan? Pendidikan, status sosial, resume titik pandang perspektip dari kacamata dengan otak dan daya analisa MEREKA arah kedepan jangka dekat/jauh? Berapakah jumlah ummat manusia didunia diawal tahun 1900 dan jumlahnya sekarang? Setiap manusia itu punya rejeki, itu benar, contohnya tukang pulung itu dilahirkan juga telanjang, tetapi kenapa MEREKA MENJADI TUKANG PULUNG? Ya mungkin karena gak sekolah, gak kuliah, bodoh mungkin, malas mungkin, atau tidak ada/ bisa memamfaatkan kesempatan. Ya .... Bapak Aryandi, apakah itu rezeki yang diberikan Allah SWT. buat tukang pulung??????? Ataukah itu rezeki yang DIBERIKAN oleh SYSTEM/LINGKUNGAN/PEMERINTAH/SUKU/BANGSA/KAUM SEAGAMA? Mohon maaf kalau ada kata2 yang kurang mengena dihati bapak Aryandi. Wassalam, Muljadi Selamat, insya Allah moga2 mendapat putri anak ketiga, murah rezeki. BTW, analog.... banyak anak banyak rezeki? -------- Original-Nachricht -------- > Datum: Fri, 23 Apr 2010 01:18:24 -0700 (PDT) > Von: [email protected] > An: kimia <[email protected]>, FMIPA > <[email protected]>, PBH <[email protected]>, > [email protected], [email protected] > CC: Ami <[email protected]>, Yan <[email protected]>, rini > <[email protected]> > Betreff: [...@ntau-net] Wanita > Wanita > oleh Aryandi : http://www.hnsbis.com/content/wanita > > Entah mengapa pada penulisan tentang Cacing kemarin, banyak contoh yang > disampaikan tentang "kejahatan" yang dilakukan oleh para Ibu terhadap > anaknya. Hingga pagi tadi pun, saya masih membaca di Kompas terbitan hari ini > sepasang suami istri yang berprofesi sebagai pemulung meninggalkan anaknya > yang > masih berumur seminggu di salah satu rumah di Ciputat.... Alasan masih > tetap sama, alasan klise bahwa takut tidak sanggup menghidupi sang anak di > kemudian hari.... Oleh yang punya rumah, anak tersebut baru diketemukan pada > pukul 3.00 dini hari diserahkan ke kepolisian bersama pengurus RT setempat. > Entah rasa penyesalan, sang orangtua akhirnya kembali menjemput sang anak > tadi yang baru sekian jam ditinggalkan... Akibat kelalaiannya ini akhirnya > berurusan dengan pihak berwajib.... Inilah salah satu contoh apabila tidak > punya iman, takut akan kemiskinan... Tidak percaya sama Yang Maha Kuasa... > Bukankah setiap anak yang lahir akan mebawa rezekinya > masing-masing???? Kenapa ya masih ada orang yang membatasi > KEMAHAPEMURAH-NYA Tuhan YME??? Kenapa ada orang yang mengkalkulasi rezeki yang > Tuhan tetapkan berdasarkan logika dia semata??? > > Entah ini masih ada kaitan dengan Hari Kartini sehingga penulis > terinspirasi dengan kondisi para Ibu, entahlah.. Yang jelas jika diperhatikan > dengan > apa yang diiklan di televisi saat ini tentang emansipasi wanita, kenyataan > ini sangat bertolak belakang. Di layar kaca, terpampang wanita yang dengan > bangganya juara lomba balap mobil, dunia yang didominasi kaum pria. Ada > seorang wanita insinyur yang memberi arahan pada anak buahnya seorang pria. > Ada seorang wanita yang pede-nya presentasi di dalam suatu rapat dimana > peserta juga kaum pria. Wanita yang energik, berdedikasi dan berprestasi... > > Duh sanggat jauh berbeda apa yang diiklankan dengan yang terjadi di > lapangan... > > Begitu juga dengan berita kawin cerai para selebritis yang dikupas habis > di dunia infoteinment baik di tabloid, koran berwarna maupun televisi. Di > media televisi hal ini sudah sangat luar biasa jam tayangnya, mulai dari > pagi, siang dan sore hari menghiasi hampir diseluruh stasiun televisi > swasta. Bukankah ini sudah tidak layak ditonton,,, jelas0jelas ini sudah tidak > mendidik. Penuh intrik, berbau fitnah ataupun jika benar sudah terang-terang > membuka aib, bahkan menggumbar syahwat segala dr pakaian yang dikenakan > baik oleh selebritis yang disorot atapun dari presenter yang membawa acara > tersebut... Ini sudah keluar dari norma agama apapun... Acara ini sudah lebih > dari sekedar makan obat dari yang diresepkan dokter... Inilah buktik > bahwa bangsa ini sebenarnya sedang sakit.. Sakit PARAH dan AKUT.... > > Coba bedakan dengan tayangan bermutu seperti Untuk mu Ibu Indonesia yang > dibawakan oleh Bunda Neno Warisman. Ada laguAyah Engkau lah Bintang yang > disenandungkan setiap awal acara, jeda iklan serta penonton di studio. > Narasumbernya pun adalah orang-orang yang menjadi bintang dalam keluarga, yang > diangkat dari kehidupan nyata, pengalaman pribadi serta ada testimoni dari > sanak saudara, teman/sahabat dari Narasumber yang ditampilkan... Namun > kenyataannya acara ini hanya ditayangkan oleh TVRI saja, itupun disaat akan > sholat > jum'at.... Tadi ketika saya tanyakan istri, dia pun sudah lama tak melihat > acara tersebut.... Entah hilang kemana acara favorit dia dan anak-anak > kami dirumah... Jelas-jelas acara yang memberi manfaat bagi keluarga seperti > ini tidak bertahan lama karena ratingnya kalah dengan berita gossip, > infoteinment yang tidak bermanfaat dan mendidik... > > Begitu juga di ajang PILKADA dibeberapa daerah yang kita lihat saat ini. > Ada perempuan yang tak jelas "status"-nya, ada "RATU MAKSIAT" memaksakan > diri untuk menjadi calon BUPATI/Wakil Bupati... Ehhh yang mendukung malah > malah dari partai-partai besar, partai-partai yang menjunjung moralitas, > partai yang berbasis agama juga... Apa sih sebenarnya yang terjadi? Apakah > tidak > ada tokoh lain yang secara moralitass lebih baik untuk dicalonkan? Apakah > untuk jadi pemimpin itu hanya bermodalkan popularitas? Bukankah segala > sesuatunya itu harus diserahkan pada Ahlinya... Jika merasa tidak punya > kemampuan, mengapa harus memaksakan diri? Jika di dalam keluarga saja belum > sanggup menjadi tauladan, kenapa mau diusung dalam pilkada? > > Bukankah baik buruknya suatu negara tergantung pada kaum wanitanya? > Bukankah syurga itu terletak di bawah telapak kaki Ibu? Bukankah dibalik > suksesnya seorang pria, terdapat wanita yang luar biasa??? > > Sudah seharusnya perubahan dalam hidup ini jika ingin kehidupan kita lebih > baik. Perubahan ini harus dimulai dari rumah tangga kita masing, dari > istri ataupun para Ibu yang sholehah... Mulai lah didik anak dengan > segalanya sedari kecil. Tanamkan aqidah, etika dan moral, sopan santun dalam > bertutur > ataupun bertindak. Mulailah, hai para Ibu untuk menjaga aurat-mu sehingga > anak-anak bisa melihat dan meniru-mu. > > Saya bersyukur bahwa dirumah kami bisa menerapkan pada anak-anak untuk > tetap menjaga aurat mereka, baik terhadap Imam yang masih berumur 4 tahun > apalagi kakaknya Dhila yang sudah 7 tahun lebih. Dhila jika akan diajak keluar > rumah, pasti sudah bisa mengambil jilbab dan mencocokannya dengan pakaian > yang ia kenakan, tanpa diberi arahan oleh bundanya. Alhamdulillah jilbab > yang dia miliki lebih dari cukup, yang sebagian adalah permintaan kami kepada > nenek ataupun tantenya. Pemberian untuk dia kami atur supaya tidak hal-hal > yang bersifat mubazir ataupun terpakai hanya sementara. Maklum Dhila adalah > cucu pertama dari keluarga istriku. > Jika ada hal-hal yang tak pantas ditonton, bundanya dengan sigap memberi > arahan ganti channel, nonton VCD bermutu atau matikan saja TV. Pilihan ada > pada mereka dan mereka pun tahu apa konsekuensi yang diambil, ini salah > satu nilai demokrasi yang juga ditanamkan sang bundanya. > > Begitu juga dengan kaum bapak. Penuhilah kewajibanmu, tanggung jawabmu > terhadap keluarga. Jangan istri dan anak hanya disuapi dengan materi saja. > Kasih dan sayang- mu jangan hanya kau diberikan disisa waktu-mu, disaat > diri-mu lelah selepas kerja. Luangkan waktu dengan sepenuh hati-mu bersama > istri > dan anak-anakmu sehingga kelak istri dan anak-anak perempuanmu bisa "agent > of change" dalam kondisi negeri yang sedang sakit ini. > > Semoga cita-cita kita menuju negeri yang baik yang penuh dengan ampunan > Tuhan Yang Maha Esa dapat terwujud di bumi ini melalui wanita-wanita yang > kita sayangi... Amin.. > > ARYANDI > > (sedang menantikan kelahiran anak ketiga, insya ALLAH seorang putri) > -- GRATIS für alle GMX-Mitglieder: Die maxdome Movie-FLAT! Jetzt freischalten unter http://portal.gmx.net/de/go/maxdome01 -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
