Wa'alaikumsalam wr wb, pak Mulyadi yang insya ALLAH dirahmati ALLAH
Agak berat tanya yang disampaikan krn hingga saat ini masalah ini juga jadi 
bahan renungan juga bagi saya dan istri. Namun kalo dilihat dr silsilah kami 
berdua, yang sama2 bersaudara 4 orang, insya ALLAh dengan anak bertiga kok 
kayaknya masih kurang ya???? Entah lah pak Mul, yang jelas saya dan istri 
berusaha sekuat tenaga, semampun kami untuk tidak meninggalkan generasi yanga 
lemah sesudah kami... 

Namun kalo dilihat perjalanan kami semenjak menikah, Alhamdulillah semuanya 
berjalan lancar dan rezeki tadi selalu bertambah... walau hidup sederhana... 
namun jika dibandingkan dengan yang lain kami tetap bersyukur... masih bisa 
memberi/bersedekah buat sesama ataupun dijalan ALLAH lainnya, spt saat ini 
setiap bulan selalu ada donasi untuk pembangunan musholla di lingkungan saya...

Pak Mulyadi... sebagaimana kejadian pemulung yang membuang anaknya kemarin di 
daerah Ciputat... saya rasa inilah salah satu ketakutan yang diberikan ALLAH 
apabila kita punya iman yang tipis, yang hanya bergantung pada materi semata, 
bahkan sampai mempertuhankan materi... 
Insya ALLAH bila kita yakin akan pertolongan ALLAH, sesulit apapun hidup ini 
selalu ada jalan keluar... ALLAH tidak akan membebani kita, bila itu diluar 
kemampuan kita... Ini yang sebagian besar telah dilupakan oleh sebagian besar 
umat Islam yang mayoritas di negeri yang sangat subur ini...

Berbalik lagi cerita tentang kehdupan anak yang dilahirkan dari keluarga 
pemulung. Dulu pernah ada mahasiswi di Univ Pamulang, yang kehidupannya memang 
dari keluarga pemulung.... semua saudara-saudaranya adalah pemulung, orang 
tuanya pemulung... tapi dengan memulung itulah mereka hidup rukun, senantiasa 
bersyukur pada Rabb-nya... Pergi dan pulang ke sekolah/kampus mereka berjalan 
kaki sambil memulung... Dan kalo tak salah, sang mahasiswi tersebut akhirnya 
mendapatkan beasiswa dr domper dhuafa hingga selesai kuliahnya... Subhanalllah 
pak Mul...

Mungkin banyak juga diantara sahabat kita yang secara materi boleh dikata 
berlebih, berkecukupanlah, namun tidak mempunyai anak keturunan. Ikhtiar sudah 
dilakukan, waktu, dana sudah tak terbilang, namun anak tak juga hadir.... Luar 
biasa pak Mul, ternyata anak bukan lah hak kita... tak ada andil kita disana, 
seribu bahkan sejuta kalipun kita berhubungan suami istri, Jika bukan atas izin 
ALLAH, takkanlah terjadi ... So anak juga termasuk rezeki yang ALLAH 
titipkan... Dan anak bukanlah milik kita, kita hanya dititipi saja, pastilah 
anak tersebut ada rezekinya.. entah melalui kita atau orang lain...

Tentang banyak anak banyaka rezeki saya tak bisa jawab pak... tapi kalo kita 
berkaca pada Irwan Prayitno, Anis Matta, AA Gym... rasa-rasanya mereka diberi 
kemampuan untuk membuktikan apa yang pak Mul tanyakan. Rata-rata anak2 mereka 
lebih kurang 7 orang.... Tapi jika kita melihat pada kehidupan 25 nabi/rasul 
yang wajib kita imani, hanya beberapa orang nabi saja yang dikarunia anak yang 
banyak, atl. nabi Adam AS, nabi Yakub, sebagian besar hanya sepasang saja, kalo 
saya tak salah... Ini lah yang jadi bahan renungan juga bagi saya dan istri...

Demikian pak Mul, tak ada yang salah dari apa yang pak Mul tanyakan, dan saya 
juga dengan senang hati menjawab sebisa saya, namun bila ada yang salah 
mudah2an ada koreksi dari Buya HMA, ustads kita yang lainnya. Maklum saya juga 
sedang belajar... belajar dari pengalaman orang yang lebih banyak ilmunya tentu 
lebih baik, pasti banyak hal baru yang belum kita dapatkan, termasuk saya yang 
baru menjalani 9th bahtera keluarga ini...

Terima kasih atas doanya ya pak Mul, semoga ALLAH SWT meng-ijabahnya... Amin.. 

ARYANDI 





________________________________
From: Muljadi Ali Basjah <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, April 23, 2010 4:23:16 PM
Subject: Re: [...@ntau-net] Wanita

Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. Bapak Aryandi.

Saya mau bertanya sedikit, apakah secara tidak langsung bunyi dari sebagian 
tulisan Bapak Aryandi se-akan2 mengabaikan Keluarga Berencana?
Karena Bapak Aryandi sendiri sanggup menerima 3 orang anak kandung.

Apakah Bapak Aryandi pernah membayangkan atau merasakan bagaimana kehidupan 
tukang pulung, dari sebelum lahir sampai bisa mempunyai keturunan? Pendidikan, 
status sosial, resume titik pandang perspektip dari kacamata dengan otak dan 
daya analisa MEREKA arah kedepan jangka dekat/jauh?

Berapakah jumlah ummat manusia didunia diawal tahun 1900 dan jumlahnya sekarang?

Setiap manusia itu punya rejeki, itu benar, contohnya tukang pulung itu 
dilahirkan juga telanjang, tetapi kenapa MEREKA MENJADI TUKANG PULUNG?
Ya mungkin karena gak sekolah, gak kuliah, bodoh mungkin, malas mungkin, atau 
tidak ada/ bisa memamfaatkan kesempatan. 
Ya .... Bapak Aryandi, apakah itu rezeki yang diberikan Allah SWT. buat tukang 
pulung??????? 
Ataukah itu rezeki yang DIBERIKAN oleh 
SYSTEM/LINGKUNGAN/PEMERINTAH/SUKU/BANGSA/KAUM SEAGAMA?

Mohon maaf kalau ada kata2 yang kurang mengena dihati bapak Aryandi.

Wassalam,
Muljadi

Selamat, insya Allah moga2 mendapat putri anak ketiga, murah rezeki.
BTW, analog.... banyak anak banyak rezeki? 


-------- Original-Nachricht --------


      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke