Diak Rina, terlepas siapa yang menyulut api kebencian lebih dahulu, seharusnya 
setiap tindakan harus dipikirkan dampaknya. Sekarang mereka belum bisa kembali 
kerja bearti gaji mereka tidak akan dibayar. Sampai sedalam apa sih hinaan itu? 
Kalau pekerja itu kan punya Serikat Pekerja dan bisa menengahi persoalan yang 
timbul. Kalau sudah anarkis mudharatnya lebih luas lagi. Saya tidak tahu apakah 
urang awak yang mulai duluan atau tidak.

 Itu perusahaan besar dengan ribuan pekerja. Pekerja asing atau si India itu 
bukan clan pemilik perusahaan, karena yang punya orang Timur Tengah, jadi 
posisi pekerja asing itu juga tidak memiliki privilage istimewa. Jadi ada sisi 
"kenekatan yang tidak bertanggungjawab" dan tidak berpikir kedepan dari 
manusia-manusia "bengis" tadi. Mungkin moral agamanya memang kurang atau tidak 
ada. Kita tidak tahu bentuk hinaan yang dikatakan. Apakah hinaan itu dengan 
perkataan "pemalas" atau dsb. Sampai di mana sih cercaan yang dikatakan manajer 
asing tadi? Atau mungkin "rasisme" akibat peristiwa Mumbay dibawa sama Si 
Keling ke Batam, sehingga berbau sara agama. Saya tidak tahu. Siapapun 
manajernya adalah orang yang lebih dipercaya Pimpinan Perusahaan walaupun 
mungkin lebih bodoh dari anak buahnya. Itu harus dierima anak buah, karena upah 
yang mereka terima termasuk untuk diumpat atas. Kalau tidak rela yah cari 
pekerjaan lain. Di mana-mana sama. Bedanya kalau di Barat
 anak buah boleh membantah atasan dengan sikap rasional. Di Asia, karena takut 
membantah, pakai narkisme setelah dipendam berbulan-bulan. itulah langgam 
Asiana, ibarat peristiwa Tanjung Priok dan Bangkok
 
Zorion_Anas 
(54+)
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
http://www.visitpadang.com
[email protected], [email protected], 
Cel./HP No. :081384611336




________________________________
From: rinapermadi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, April 26, 2010 11:16:55 AM
Subject: [...@ntau-net] JK : Mengapa Kita Menjadi Bengis?

 
Pak
Anzory,
 
Mungkin
lebih bagusnya Bapak tulis begini :
 
Contohnya lagi peristiwa di salah satu Perusahaan di Batam.
Begitu mudah amuk sebagian karyawan (masa) terjadi, seolah-olah mereka
adalah manusia yang tidak punya hati nurani (yang gak punya hati nurani ini
siapa sebenarnya?), hanya mengedepankan emosi. Ini cerminan bangsa yang
tidak mendapat berkah dari Allah SWT, mungkin termasuk juga kita.
Astaghfirullah............. 
 
Tapi
Pak kalo diteliti lebih lanjut, kalo saya jadi karyawan yang dihina itu, saya
akan buat lebih sadis dari itu tetapi lewat jalur prosedur yang benar.Bukan
dengan anarkisme. Kata kawan disini sambil guyon : mungkin kita bisa balikin
tuh orang jadi jualan susu lagi dinegerinya, toh enginer kita gak kalah pintar
kok dari mereka. Kan udah jelas jika karyawan tidak merasa kondusif untuk kerja
dengan pimpinannya artinya kita perlu cek yang mimpin dulu kan?
Perlu
jadi catatan bagi kita yang ngaku si urang awak, yang  pertama anarkis di
atas galangan kapal itu adalah si urang awak, sama teman saya mata sipit
diledeknya: Wah.. Uni Si Keling VS urang awak ya???....
 
Mungkin
pemimpin dinegeri ini takut peristiwa ini berdampak akan berpalingnya investor
dari negeri, tapi menurut saya harusnya mereka lebih khawatir lagi dengan
perjanjian2 aneh yang mereka bikin sehingga kekayaan alam kita lari tangan 
Negara
lain. Buktinya saja banyak Negara dengan tidk adanya SDA dan SDM yang kuat tapi
bisa eksis dan menguasai ekonomi dunia. 
 
Menurut
saya bukan mental temperamen buruh2 kita yang disalahkan tapi kesalahan utama
terletak di yang mimpin negeri ini. Kalo di Batam ya Walikotanya, ya
Disnakernya. Bukti nyata aja ya Pak, kita2 di Batam hampir tiap pagi dapat
sarapan dari jalur interaktif on air kira2 beberapa bulan sebelum kejadian 
dengar
di Batam Fm penyiarnya membacakan sms atau nelpon langsung dari karyawan2 di
Perusahaan ini yang mengatakan mereka dihina dan diperlakukan tidak wajar oleh
Supervisornya ini, kesejahteraannyapun tidak diperhatikan, tapi kok saya yang
warga batam biasa bisa tau masalah yang seolah-olah bom waktu itu dari para
dari pimpinan-pimpinan  yang berkepentingan yang saling cuci tangan
setelah peristiwa itu. Mereka pada mengeluarkan penyataan kalo gak ada masalah
antara management dengan buruh. Alamak jaan……
 
Wassalam
Rina,
33, batam
 
 
From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Anzori
Sent: Friday, April 23, 2010 7:08 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] Fw: JK : Mengapa Kita Menjadi Bengis?
 
Ini pertanyaan yang menarik. Cerminan bahwa manusia
Indonesia yang dikenal kental dengan budaya agama dan sangat agamis ternyata
bertemparemen sangat bengis Salahnya di mana? Padahal agama mengajarkan
kelembutan. Contohnya lagi peristiwa Batam. Begitu mudah amuk masa terjadi,
seolah-olah mereka adalah manusia yang tidak punya hati nurani, hanya
mengedepankan emosi. Ini cerminan bangsa yang tidak mendapat berkah dari Allah
SWT, mungkin termasuk juga kita. Astaghfirullah.............
 
 
 
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke