Pak Anzori mohon maaf Pak,
agak manyakang saketek Pak, kalimat apak nan iko Pak a....
*tidak berpikir kedepan dari manusia-manusia "bengis" tadi. Mungkin moral agamanya memang kurang atau tidak ada. Kita tidak tahu bentuk hinaan yang dikatakan. Apakah hinaan itu dengan perkataan "pemalas" atau dsb. Sampai di mana sih cercaan yang dikatakan manajer asing tadi? Atau mungkin "rasisme"

*a iko mah Pak a, mungkin iyo lo mah Pak, nan mudo ko "darah paneh" ko ndak bisa ilang do nak Pak, alun lo "hari paneh", alun lo paluah kalua lah sagadang induak bareh, alun lo mangeceknyo sapaket untuak sadoalahe iko kiro2 kato2 e Pak a *"urang indonesia ko sadoalahe stt****d" *, kok ka ciek urang mungkin bisa disalasaian kekeluargaan, tapi kalau takah itu kecek e di kampuang awak surang, a tu lah samo lo wak dijajah Balando mah Pak.

Jadi ambo kurang satuju kalau iko disamoan jo Priuk, Thailand, Mumbay, Century, Gayus...dek karano nan sadoalahe kasus ko carito e awak samo awak, lipek malipek, ulik maulik, ula maula...sadangkan nan carito ko jaleh, 5000 urang ciek suaro, ciek tampek mancari makan, ciek mokasuik nan diperjuangkan pokok e ciek sadoalahe, kok manuruik ambo agak samo jo mausia panjajah di jaman dulu...nan anarkis ambo yo agak kurang satuju jo, tapi kalo carito birokrasi, konsolidasi, atau apopun namonyo itu ambo agak pesimis di nagari ko Pak, lah banyak bahasan tentang ko dari jaman2 dulu, tapi tu mah sadangkan curito lamo sae banyak nan indak salasai2 sampai kini....

Iko manuruik pandangan ambo Pak, kok ado nan salah tu dari pandapaik ambo, kok nan batua mungkin yo takah itu faktanyo, maaf jikok ado kato2 ambo nan indak di tampeknyo....


* **Best Regards,*

*HK (27+)*

/“There are two primary choices in life: to accept conditions as they exist, or accept the responsibility for changing them.”/



Anzori wrote:
Diak Rina, terlepas siapa yang menyulut api kebencian lebih dahulu, seharusnya setiap tindakan harus dipikirkan dampaknya. Sekarang mereka belum bisa kembali kerja bearti gaji mereka tidak akan dibayar. Sampai sedalam apa sih hinaan itu? Kalau pekerja itu kan punya Serikat Pekerja dan bisa menengahi persoalan yang timbul. Kalau sudah anarkis mudharatnya lebih luas lagi. Saya tidak tahu apakah urang awak yang mulai duluan atau tidak. Itu perusahaan besar dengan ribuan pekerja. Pekerja asing atau si India itu bukan clan pemilik perusahaan, karena yang punya orang Timur Tengah, jadi posisi pekerja asing itu juga tidak memiliki privilage istimewa. Jadi ada sisi "kenekatan yang tidak bertanggungjawab" dan tidak berpikir kedepan dari manusia-manusia "bengis" tadi. Mungkin moral agamanya memang kurang atau tidak ada. Kita tidak tahu bentuk hinaan yang dikatakan. Apakah hinaan itu dengan perkataan "pemalas" atau dsb. Sampai di mana sih cercaan yang dikatakan manajer asing tadi? Atau mungkin "rasisme" akibat peristiwa Mumbay dibawa sama Si Keling ke Batam, sehingga berbau sara agama. Saya tidak tahu. Siapapun manajernya adalah orang yang lebih dipercaya Pimpinan Perusahaan walaupun mungkin lebih bodoh dari anak buahnya. Itu harus dierima anak buah, karena upah yang mereka terima termasuk untuk diumpat atas. Kalau tidak rela yah cari pekerjaan lain. Di mana-mana sama. Bedanya kalau di Barat anak buah boleh membantah atasan dengan sikap rasional. Di Asia, karena takut membantah, pakai narkisme setelah dipendam berbulan-bulan. itulah langgam Asiana, ibarat peristiwa Tanjung Priok dan Bangkok Zorion_Anas
(54+)
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
http://www.visitpadang.com
[email protected], [email protected],
Cel./HP No. :081384611336


*From:* rinapermadi <[email protected]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Mon, April 26, 2010 11:16:55 AM
*Subject:* [...@ntau-net] JK : Mengapa Kita Menjadi Bengis?

Pak Anzory,

Mungkin lebih bagusnya Bapak tulis begini :

Contohnya lagi peristiwa /di salah satu Perusahaan di/ Batam. Begitu mudah amuk /sebagian karyawan/ (masa) terjadi, seolah-olah mereka adalah manusia yang tidak punya hati nurani (/yang gak punya hati nurani ini siapa sebenarnya/?), hanya mengedepankan emosi. Ini cerminan bangsa yang tidak mendapat berkah dari Allah SWT, mungkin termasuk juga kita. Astaghfirullah.............

Tapi Pak kalo diteliti lebih lanjut, kalo saya jadi karyawan yang dihina itu, saya akan buat lebih sadis dari itu tetapi lewat jalur prosedur yang benar.Bukan dengan anarkisme. Kata kawan disini sambil guyon : mungkin kita bisa balikin tuh orang jadi jualan susu lagi dinegerinya, toh enginer kita gak kalah pintar kok dari mereka. Kan udah jelas jika karyawan tidak merasa kondusif untuk kerja dengan pimpinannya artinya kita perlu cek yang mimpin dulu kan?

Perlu jadi catatan bagi kita yang ngaku si urang awak, yang pertama anarkis di atas galangan kapal itu adalah si urang awak, sama teman saya mata sipit diledeknya: Wah.. Uni Si Keling VS urang awak ya???....

Mungkin pemimpin dinegeri ini takut peristiwa ini berdampak akan berpalingnya investor dari negeri, tapi menurut saya harusnya mereka lebih khawatir lagi dengan perjanjian2 aneh yang mereka bikin sehingga kekayaan alam kita lari tangan Negara lain. Buktinya saja banyak Negara dengan tidk adanya SDA dan SDM yang kuat tapi bisa eksis dan menguasai ekonomi dunia.

Menurut saya bukan mental temperamen buruh2 kita yang disalahkan tapi kesalahan utama terletak di yang mimpin negeri ini. Kalo di Batam ya Walikotanya, ya Disnakernya. Bukti nyata aja ya Pak, kita2 di Batam hampir tiap pagi dapat sarapan dari jalur interaktif on air kira2 beberapa bulan sebelum kejadian dengar di Batam Fm penyiarnya membacakan sms atau nelpon langsung dari karyawan2 di Perusahaan ini yang mengatakan mereka dihina dan diperlakukan tidak wajar oleh Supervisornya ini, kesejahteraannyapun tidak diperhatikan, tapi kok saya yang warga batam biasa bisa tau masalah yang seolah-olah bom waktu itu dari para dari pimpinan-pimpinan yang berkepentingan yang saling cuci tangan setelah peristiwa itu. Mereka pada mengeluarkan penyataan kalo gak ada masalah antara management dengan buruh. Alamak jaan……

Wassalam

Rina, 33, batam

*From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On Behalf Of *Anzori
*Sent:* Friday, April 23, 2010 7:08 PM
*To:* [email protected]
*Subject:* Re: [...@ntau-net] Fw: JK : Mengapa Kita Menjadi Bengis?

Ini pertanyaan yang menarik. Cerminan bahwa manusia Indonesia yang dikenal kental dengan budaya agama dan sangat agamis ternyata bertemparemen sangat bengis Salahnya di mana? Padahal agama mengajarkan kelembutan. Contohnya lagi peristiwa Batam. Begitu mudah amuk masa terjadi, seolah-olah mereka adalah manusia yang tidak punya hati nurani, hanya mengedepankan emosi. Ini cerminan bangsa yang tidak mendapat berkah dari Allah SWT, mungkin termasuk juga kita. Astaghfirullah.............

--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ <http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama ===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke