Dunsanak di palanta, ambo copykan berita hari: Kamis, 15/04/2010 14:27 WIB dari Padang Today.Katonyo (maaf hadis atau bukan ?), naik haji (berhaji) adalah untuk memenuhi panggilan (doa) dari nabi Ibrahim a.s. untuk umat manusia nan manjadi salah satu rukun Islam. Iko dipahami dari *raso* keyakinan/keimanan kito sebagai orang Islam.
Tapi bilo di*pareso* bahwa biaya untuk menunaikan haji itu sekitar 37 juta per per orang, mako ado nan bisa kito analisa/simpulkan dari berita nan dicoppykan di bawah. Dari berjualan es dengan penghasilan yang berkisar antara Rp 60.000,- sd. Rp 100.000,- dan membiayai 3 anak yang bersekolah, maka hal semacam ini (naik haji) *hampir* tak mungkin dilaksanakan oleh orang (45 th.) yang berpenghasilan sama (apabila orang tsb. hidup di kota besar.) Kesimpulan ambo *pribadi*: kehidupan di ranah saat ini untuk ekonomi lebih baik kualitasnya.---->Oleh sebab itu, kita harus mempertimbangkan industri yang akan dikembangkan di SB janganlah sampai merusak kondisi yang telah bagus ini. Jadikanlah ranah MK itu sebagai "*sumber aie nan janieh sajo*." Salam dan maaf bila tidak sapandapek jo pandapek ambo iko. AI Dua Kali Haji dari Jual Es Keliling Nengsih Adeyaka - Padang Ekspres Rajin pangkal pandai, menabung pangkal naik haji. Begitulah motto seorang penjual es keliling, Musdi, CJH asal Solsel yang kembali berangkat pada musim haji tahun ini. Bagaimana kisahnya?. Wajah Musdi tampak berbinar, saat Padang Ekspres (Group Padang Today) berbincang soal keberangkatannya ke tanah suci. Di sela acara pembukaan manasik haji bagi Calon Jamaah Haji (CJH) Solok Selatan, bapak tiga anak itu menceritakan usahanya mengumpulkan uang, sedikit demi sedikit demi cita-cita menunaikan rukun Islam yang ke lima. “Karajo wak manjua es keliling. Dari situlah, pitih takumpua untuk barangkek naik haji. (kerja saya menjual es keliling. Dari sanalah, uang terkumpul untuk menunaikan ibadah haji),”ujarnya sambil membetulkan peci dikepalanya. Manggaleh es krim, telah dimulainya sejak tahun 1998. Berkeliling dari kampung ke kampung, saat hari pasar. Dengan mengendarai sepeda motor, Musdi menjelajahi membawa es buatan ia dan istrinya. Ada empat kampung yang sering dikunjungi Musdi, Sitapuih, Tap 4, Sungaisungkai, hingga Abai Sangirbatanghari. Beberapa tahun lalu, lanjut Musdi, pendapatan dari menjual es dalam satu hari bisa mencapai Rp100 ribu. Tapi sekitar tiga tahun terakhir, keuntungan bersih yang ia peroleh paling banter Rp60 ribu per hari. Dari penghasilan tersebut, Musdi juga punya tanggungjawab menafkahi keluarga. Apalagi, dua dari tiga orang anaknya masih duduk dibangku sekolah, Hayendi kelas 3 SMA dan Awalia Ramadhani kelas 2 SMA. Walau begitu, tekadnya untuk pergi haji tak pernah pudur. Meski sedikit, setiap hari harus ada yang tersimpan. Tabungannya ia kumpulkan sendiri di rumah. Setelah cukup, baru ia setorkan ke Bank. Mendaftar sebagai CJH. Alhasil, tahun 2002 lalu, Musdi berangkat haji yang perdana. Musim haji tahun ini, Musdi malah bakal memboyong istri (Marlianus) dan ibunya (Ramai, 60) ke tanah suci. Duit dari hasil menjual es? Lelaki kelahiran 45 tahun silam itu, mengagguk pasti. Senyumnya yang bersahabat, meyakinkan bahwa sampai sekarang ia masih disebut sebagai tukang es. “Selain saya jual es, sekarang istri juga bekerja. Menjual kain di pasar Lubukmalako. Alhamdulillah duit bisa terkumpul untuk naik haji lagi,”imbuhnya. Diberi kesempatan melakukan ibadah haji untuk kedua kalinya, bukan main bahagianya. Menurut Muzdi, asalkan ada keinginan yang disertai usaha sungguh-sungguh, niat baik pasti tercapai. [*] -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
