Assalamu'alaikum Wr Wb. Yth. Pak Syaaf dan Dunsanak kasadonyo Sumpah Satie Bukik Marapek an alam Azbir L Dt Rajo Mangkuto Bai’ah Marapalam atau Kesepakatan Marapalam dicetuskan pada bulan Syaban 803 Hijriah atau Maret 1403 Masehi. . Pak Syaaf Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) yang dipercaya berasal dari Piagam atau Bai'at Bukit Marapalam, yang selama ini kita percaya telah terjadi pasca Perang Paderi tahun 1837. Dari buku Christine Dobbin kita mendapat angka tahun lain, yaitu tahun 1832. Periodesasi sejarah Minangkabau ( Pagaruyuang ) akhir abad ka XIII sampai kepertengahan abad ke XIV adalah periodesasi sejarah nan galok , setelah aditiyawarman wafat pada tahun 1375 , tekanan dan serangan Militer dari Kerajaan Majapahit tarui balansuang terakhir tercatat tahun 1409 tajadi paparangan basosoh di Padang sibusuak antaro pasukan Minagkabau (Pagaruyuang ) nan disarang dek tentara Majapahit nan dimanangkan dek pasukan Minagkabau (Pagaruyuang ). Setelah kejadian tu Kerajaan Minagkabau ( Pagaruyuang ) seolah-olah aniang dalam segi bukti dan catatan sejarah . Barulah kiro-kirio duo abad satalah tu baru ado catatan bahaso Pagaruyuang ado yang dipertuan nan banamo Sutal Alif nan ba agamo Islam tercatat wafat pertengahan abad ka XVI ,dipakirokan tahun 1680. ( Asmaniar Idris – Menulusuri Sejarah Minangkabau - 1970). Bersamaan jo pengembangan agamo Islam dek Syech Burhanuddin di ulakan pado pertengahan abad ka XVI , musajik ulakan didirikan tahun 1690 Jadi dalam periode abad ka XIII sampai kepertengahan abad ke XIV , alun dapek dibuktikan apakah alah saluruh urang Minangkabau ba agamo Islam tamasuak urang dilingkungan Istana. Pemurnian adat oleh gerakan Islam tercatat mulai tahun 1803 oleh gerakan dinamokan Gerakan Padri , disebabkan ado duo golongan masyarakat nan diistilahkan sabagai kaum adat dan kaum agamo motto nan babeda adolah : Kaum Adat. ba motto - Adat Basandi Syarak , Syarak basandi Adat - samo-samo manyada kaduonyo. (Syarak jo Adat samo tinggi ) Kaum agamo - Adat Basandi Syarak , Syarak basandi Kitabullah – Syarak Mangato Adat Mamakai. Kemudian kito samo-samo tau kini kito urang minang ko iyo mamakai Adat Basandi Syarak , Syarak basandi Kitabullah – Syarak Mangato Adat Mamakai. Dari alasan-alasan diateh bilo sabananyo Sumpah Satie Bukik Marapek an alam , ambo labih satuju jo posting pak Syaaf Piagam atau Bai'at Bukit Marapalam ko di lewakan dek niniak2 kito setelah atau pada masa periode kaum Padri yakni permulaan abad ka XVIII antaro tahun 1803 – 1937. Heinrich Rickert : Yang terjadi pada masa lalu itu tidak berhingga banyaknya dan berkelaluan tidak putus-putusnya , sehingga mustahil dapat disusun semuanya dalam otak kita , dari bahan sejarah yang berjenis rupa catatannya tersebut dapat kita buat heterogeni , yang penting-penting saja , yang berhubungan saja yang dilukiskan yang dapat menggambarkan wajah zaman dan masyarakat yang ditinjau. Salam Iqbal Rahman --- On Sun, 2/5/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote: From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Subject: Re: [...@ntau-net] Bai'ah Marapalam dan Undang Adat Alam Minangkabau To: [email protected] Cc: "Dr. Gusti ASNAN" <[email protected]>, "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <[email protected]>, "Mochtar Naim" <[email protected]>, "Farhan Muin DATUK BAGINDO" <[email protected]>, "Amri AZIZ" <[email protected]>, "Yuzirwan Rasyid" <[email protected]>, "Herwandi Wendy" <[email protected]> Date: Sunday, 2 May, 2010, 7:19 AM Assalamualaikum w.w. Sanak Nofend dan para samak sa palanta, Saya ucapkan terima kasih telah mem-posting informasi yang disampaikan Bp.Asbir L Dt Dt Rajo Mangkuto tentang Bai'ah Marapalam dan Undang Adat Alam Minangkabau. Adalah jelas bahwa informasi yang beliau sampakan amat penting bagi Minangkabau, yang merujuk pada ajaran Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) yang dipercaya berasal dari Piagam atau Bai'at Bukit Marapalam, yang selama ini kita percaya telah terjadi pasca Perang Paderi tahun 1837. Dari buku Christine Dobbin kita mendapat angka tahun lain, yaitu tahun 1832. [Sekedar catatan, secara pribadi saya mengenal Bp Asbir L Dt Rajo Mangkuto, yang telah berbaik hati mengirimkan kepada saya tiga buah buku beliau, yang amat memperkaya khazanah perpustakaan pribadi saya.]Bp Asbir l Dt Rajo Mangkuto menegaskan bahwa bai'ah tersebut terjadi lebih dari empat abad sebelumnya. Informasi ini juga disampaikan oleh seorang penanggap dalam sosialisasi Kongres Kebudayaan Minangkabau bulan Maret yang lalu di Bukit Tinggi. Secara pribadi saya memberikan tanggapan balik, bahwa saya tidak memiliki bahan otentik mengenai hal itu. Lebih dari itu, saya juga mempertanyakan akurasinya, oleh karena jika bai'ah itu memang terjadi pada tahun 1403, dan jika bai'ah tersebut memang dilaksanakan dalam kenyataan, maka rasanya tak akan terjadi rangkaian aksi kekerasan Tuanku nan Renceh dan kaum Paderi lainnya terhadap praktek dari kaum adat [maaf istilah ini] -- yang nota bene sudah menganut agama Islam -- yang dirasakannya telah melanggar ajaran Islam. Kita tahu, bahwa seluruh kegiatan kaum Paderi yang dimulai oleh Tuanku nan Renceh ini berlangsung 35 tahun, dari tahun 1803-1838. Ringkasnya, walaupun informasi dari Bp Asbir L Dt Rajo Mangkuto adalah penting, namun perlu diadakan verifikasi lebih lanjut.Oleh karena saya bukan sejarawan dan bukan pula ahli adat, tetapi sekedar pencinta Minangkabau sebagai bagian menyeluruh dari bangsa Indonesia, saya persilakan para sejarawan -- serta LKAAM Sumbar -- untuk mengkaji data baru ini, dan menyampaikan hasil kajian tersebut kepada kita semua. Seandainya data baru dari Bp Asbir L Dt Rajo Mangkuto ternyata benar, kita masih harus mengkaji mengapa sampai timbul Gerakan Paderi dan Perang Paderi yang berlarut-larut, yang akhirnya mengundang intervensi pemerintahan Hindia Belanda.Dalam mempersiapkan Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010 yang akan datang, Steering Committee memutuskan untuk lebih banyak berorientasi ke masa depan, dan memasukkan informasi baru ini sebagai bahan kajian. Perhatian dalam Kongres akan lebih banyak diarahkan pada upaya menjernihkan rumusan ajaran ABS SBK. lembaga-lembaganya, wujud akhlak berdasar ABS SBK, serta kebijakan yang diperlukan untuk melaksanakan ABS SBK itu, baik para tataran perseorangan, keluarga, suku, masyarakat, dan bangsa. Untuk itu telah dikaji ayat-ayat Al Quran dan Hadits, pepatah petitih, rangkaian undang-undang, dan lebih dari seratus buku dan artikel.............. digunting Wassalam, Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) --- On Sat, 5/1/10, Nofend Marola <[email protected]> wrote: From: Nofend Marola <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Bai'ah Marapalam dan Undang Adat Alam Minangkabau To: [email protected] Date: Saturday, May 1, 2010, 1:08 PM Azbir L Dt Rajo Mangkuto, mantan Ketua Perwanest (Persatuan Wali Nagari Sumatera Tengah 1956 - 1960. Bai’ah Marapalam atau Kesepakatan Marapalam dicetuskan pada bulan Syaban 803 Hijriah atau Maret 1403 Masehi. Menurut Azbir L Dt Rajo Mangkuto, mantan Ketua Perwanest (Persatuan Wali Nagari Sumatera Tengah) 1956 – 1960 dan mantan Wali Nagari Simarasok, Baso, Agam 2002 – 2007, Kesepakatan Marapalam ini merupakan pedoman utama implementasi keadatan di alam Minangkabau. Kesepakatan Marapalam muncul karena keprihatinan Daulat Yang Dipertuan Tuanku Maharajo Sakti Alam Pagaruyuang atas pesatnya perkembangan ajaran Tantryana Syiwa Budha bawaan Adityawarman, terutama di kalangan tentara dan keturunannya. Moksa sebagai penyembahan Tuhan sesuka selera penguasa sangat bertentangan dengan animisme yang ada, apalagi dengan agama Islam yang waktu itu mulai banyak dianut masyarakat. Karena itu Maharajo Sakti bersama pemuncak adat Dt Bandaro Sungai Tarab mengadakan musyawarah besar pemuka masyarakat Minangkabau di Bukit Marapalam, Puncak Pato, Lintau. Menurut Dt Rajo Mangkuto, Maharajo Sakti dan Dt Bandaro adalah pucuk adat Bungo Satangkai Sungai Tarab adalah lulusan sekolah agama Islam di Fansur dekat Barus, Tapanuli. Pertemuan itu menghasilkan Kesepakatan Marapalam. Karena pertemuan itu ditutup dengan sumpah maka kesepakatan ini disebut juga Sumpah Marapalam atau Bai’ah Marapalam. digunting / -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
<<image001.jpg>>
