Assalamualaikum Wr.Wb. Bapak Suryadi, Bapak Abraham Ilyas, Bapak Taufig Rasyid dan para dunsanak dipalanta.
Benar sekali isi tulisan Bapak Suryadi yang dibawah ini. Tapi yang tahu sepenuhnya, juga Allah SWT. mudah2an introspeksi masing2-lah para calon2 Haji kita. Karena membohongi diri sendiri itu, tak pernah akan bisa, selain itu fakta itu adalah suatau bukti yang nyata sekali. Moga2 pengetahuan umum mereka disejajarkan dengan pengetahuan agama yang juga luas dan ANALITIS, karena menurut saya sesuatu itu idealnya sejajar. Maaf kalau isi/kata2 saya kurang mengena/menyinggung perasaan Ibu2 dan Bapak2 terhormat. Wassalam, Muljadi. -------- Original-Nachricht -------- > Datum: Sun, 2 May 2010 20:23:53 +0800 (SGT) > Von: Lies Suryadi <[email protected]> > An: Rantau Net Groups <[email protected]>, [email protected] > CC: Abraham Ilyas <[email protected]> > Betreff: Bls: [...@ntau-net] Kualitas kehidupan di Ranah > > > > > Orang ini patut dibanggakan dan diacungi jempol, karena sampai 2 x naik > haji dengan pekerjaan hanya sbg penjual es keliling. Tapi saya berdoa kepada > Allah SWT agar dia dijauhkan dari sifat ria: berhaji hanya karena hanya > ingin jadi terpandang. Jika ia mengumpulkan uang berdikit2 dengan tekat hanya > untuk dapat naik haji, dan ingin merasa terpandang karena gelar hajinya > itu, tetapi sebaliknya dia menelantarkan anak istrinya, mancakiak leher mereka > agar berhemat dan berdikit2 untuk makan sehari2, maka saya khawatir Allah > akan memandang dia secara sebaliknya. Sifat orang Indonesia yang ria > pergi berhaji sudah tercatat dalam banyak teks klasik Nusantara, misalnya > dalam > BUKU WOELANG HADJI oleh HOOFD PENGHULU MOEHAMAD-HOESEN (aksara Jawi di > hal. recto dan Latin di hal. verso) dari Krawang yang kini tersimpan di > Universiteitsbibliotheek Leiden (Cod.Or.5567). Ia mengeritik orang2 Sunda dan > Jawa di akhir abad ke-19 yang pergi haji tapi menelantarkan anak > istrinya di kampung, membuat mereka kelaparan dan jadi peminta. Ia > mengeritik pula orang yang memaksakan diri pergi berhaji, walau mangaciang > perut > keluarganya atau minta2 ke sana sini. Berikut sedikit kutipan dari > manuskrip BOEKOE WOELANG HADJI (berdasarkan transkripsi atas versi Jawi-nya). > > > Buku Wulang Haji > Inilah Buku Wulang Haji, sudah dikarang oleh Raden Moehamad-hoesen[1], > hoodf Panghulu Tanah Krawang, pada hari bulan September 1875. > Tersalin oleh Kweekling ka-1 R. Poerawidjaja > > [4r] Bermula ini buku karangan pengajaran dan memberi ingat kepada > sekalian orang2 yang mengharapkan akan keuntungan[2] dan keselamatan > selama hidupnya, jangan kena pedaya atau kena tipu setan[3] dan tipu > nafsunya > yang jahat, dari karena[4] kebanyakan manusia di dalam dunia ini segala > kehendaknya itu melalui[5] daripada hukuman kemestiannya[6], dengan tiada > menimbang da[n] tiada memikir lebih dahulu, upama kejadian nantinya, dan lagi > kebanyakan manusia suka melakukan segala rupa2 perkara yang lebih [5r] > besar ganjarannya atau keuntungannya, tetapi tiada suka lebih dahulu > mengerjakan sagala perabotnya yang jadi syarat atau yang jadi diberlakukan > sabelum > mengerjakan pekerjaan yang jadi sebab lantarannya mendapat keuntungannya > yang besar2 itu. Maka yaitulah yang dinamakan kena pedaya dan kena tipu > nafsunya yang jahat dan pedaya setan yang jadi merusakkan akan dirinya dan > merusakkan akan sekalian hartanya, karugian yang lebih susah digantinya, > sebab disengajanya daripada ke[6r]bodoannya[7], tiada dicari lebih dahulu > ilmunya, yaitulah[8] diupamakan[9] orang yang hendak dapat pangkat yang > besar2[10], seperti orang yang kepengen mendapat pangkat bupati, padahal > tiada suka belajar ilmunya[11] pekerjaan kabupatian dan tiada belajar ilmunya > kepatihan, atau orang yang kepengen kaya tiada suka rajin berusaha akan yang > menjadikan kekayaan. Itulah tiada sekali2 boleh masuk ke dalam akal[12] > dan tiada harus boleh didapat maksudnya. Dari hal ini buku pengajaran [7r] > telah disyairkan[13] dari permulaannya sampai pangabisannya[14], supaya > menjadi bertambah ragab[15] gumira[16] atas sekalian orang yang suka membaca. > Inilah buku diharapnya supaya lebih berguna pada sakalian anak2 sekolah dan > sekalian lainnya yang harap mendapat[17] selamat di dalam selama hidupnya. > > [SKIP] > > > > > > > [1] Nama pengarang dan nama penyalin teks ini tetap ditulis sebagaimana > bentuk aslinya. Perubahan tulisan pada nama seseorang tidak dengan mudah > dapat dilakukan karena akan berpengaruh luas, misalnya menyangkut > dokumen-dokumen formal milik orang itu. > > [2] Tertulis: ‘k-w’-ntw-ngn’ (ke’ntungan). > > [3] Tertulis: ‘syytha-n’ (syethan), juga di bagian lain dalam teks > ini. > > [4] Tertulis: ‘kn-n’ (kerna), juga di bagian lain dalam teks ini. > > [5] Tertulis: ‘ml-lw-’y’ (melalu’i). > > [6] Tertulis: ‘kmsyty-’-nny ’ (kemisti’annya). > > [7] Maksudnya: ‘kebodohannya’. Lihat berbagai bentuk turunan dari kada > dasar ‘bodo’ (bukan ‘bodoh’) di bagian lain dalam teks ini. > > [8] Tertulis: ‘iy-iytlh’ (iyaitulah), juga di bagian lain dalam teks > ini. > > [9] Tertulis ‘di upamakan ’. Rupanya dalam versi Jawi teks ini banyak > imbuhan, khususnya awalan di-, ditulis terpisah dari kata dasar yang > mengikutinya. Dalam transkripsi hal itu akan diperbaiki menurut sistem EYD, > yaitu > imbuhan ditulis menyatu dengan kata dasar. > > [10] Tertulis: ‘bsyr2’ (besyar2). > > [11] Tertulis ‘lmny’ (‘ilmunya). > > [12] Tertulis: ‘ ‘ql’ (‘aqal). > > [13] Tertulis: ‘d-ysyngyr-kn’ (di syangirkan). > > [14] Maksudnya: ‘penghabisannya’. > > [15] ‘Ragab’, Sunda, ‘berjalan dengan baik dan teratur’. > > [16] ‘Gumira’, Sunda, ‘gembira’. > > [17] Ada garis bawah di bawah kata ini. Tintanya agak pecah, tapi yang > dimaksud memang kata ‘mendapat’. > > 1. Rasa dirinya banyak berguna > mengerjakan haji sudah sempurna > anak istrinya ditaro[1] di mana, > tinggal di belakang terlalu hina. > > 2. Demikian lagi tiada perduli > pergi ke haji dengan buta tuli > saratnya tiada tahu sekali > pusing di jalan menjadi kuli > [11r] > 3. Fardhu dan rukun tiada mengerti > bodo den lupa di dalam hati > tiada belajar mana yang mesti > sungguh rugi kebawa mati > > 4. Naik haji itu rukun kelima > sebelun pergi mesti utama > jangan ingat supaya baik nama[2] > hidupmu selamat selama2 > > 5. Tiada belajar lebih dahulu > sebelum pergi bodo terlalu > hendak bertanya malas dan malu > menurut setan dengan selalu > [12r] > > > > > > [1] ‘Ditaro’ = ‘ditaruh’, ‘diletakkan’. > > [2] Maksud baris ini: ‘Jangan berniat naik haji hanya karena ingin > disanjung orang, karena meninggikan nama.’ > > [dan seterusnya] > > > Catatan: Suntingan teks ini, beserta beberapa teks lainnya, akan terbit > dalam sebuah buku mengenai IMAGES ORANG NUSANTARA TENTANG IBADAH HAJI yang > akan diterbitkan oleh Ecole fracaise d'Extreme-Orient-Jakarta. > > Wassalam, > Suryadi yg daif > > AI > > Dua Kali Haji dari Jual Es Keliling > Nengsih Adeyaka - Padang Ekspres > > > Rajin pangkal pandai, menabung pangkal naik haji. Begitulah motto seorang > penjual es keliling, Musdi, CJH asal Solsel yang kembali berangkat pada > musim haji tahun ini. Bagaimana kisahnya?. > > Wajah Musdi tampak berbinar, saat Padang Ekspres (Group Padang Today) > berbincang soal keberangkatannya ke tanah suci. Di sela acara pembukaan > manasik > haji bagi Calon Jamaah Haji (CJH) Solok Selatan, bapak tiga anak itu > menceritakan usahanya mengumpulkan uang, sedikit demi sedikit demi cita-cita > menunaikan rukun Islam yang ke lima. > > “Karajo wak manjua es keliling. Dari situlah, pitih takumpua untuk > barangkek naik haji. (kerja saya menjual es keliling. Dari sanalah, uang > terkumpul untuk menunaikan ibadah haji),”ujarnya sambil membetulkan peci > dikepalanya. -- GRATIS für alle GMX-Mitglieder: Die maxdome Movie-FLAT! Jetzt freischalten unter http://portal.gmx.net/de/go/maxdome01 -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
