Assalamualaikum Wr.Wb. yth. Bapak Dr.Saafroedin Bahar. Terima kasih atas kepercayaan Pak Dr.Saafroedin kepada saya, sayang sekali, waktu saya tidak mengizinkan Pak Dr. Saafroedin.
Mohon maaf, dan terimakasih atas kemaklumannya. Wassalam, Muljadi -------- Original-Nachricht -------- > Datum: Tue, 4 May 2010 08:58:22 +0000 > Von: "Dr. Saafroedin Bahar" <[email protected]> > An: "Rantau Net" <[email protected]> > Betreff: Re: Bls: [...@ntau-net] Kualitas kehidupan di Ranah > Sanak Muljadi, sudah barang tentu ada aspek bisnis dari perhajian ini, > sejak dari tahap pendaftaran, tabungan/pembayaran di bank , pemeriksaan > kesehatan, manasik, paspor/visa ke Saudi, travel/transit, katering, hotel, > pemberian uang saku, dan kelas biasa atau haji plus/ eksekutif. Untuk itu di > Indonesia ada berbagai perusahaan perjalanan haji yg tentu sebagian tujuannya > mencari untung. [Bagi Saudi, kedatangan dua juta jemaah setiap tahun tentu > bermanfaat sekali.] > > Sebagian perusahaan perjalanan haji ini bagus, sebagian lagi tidak bagus, > bahkan ada yg sampai menelantarkan/menipu jemaahnya, sehingga di-'black > list' oleh Pemerintah. > > Setahu saya belum ada yg mengkaji aspek bisnis dari perjalanan haji ini, > padahal bahannya demikian melimpah, bisa jadi bahan disertasi utk studi > strata 3. > > Bagaimana kalau Sanak Muljadi yg menanganinya ? Survai cepat saja dahulu. > > Rasanya data bisa disuplai Riri, tentu dengan bertanya ke 'Prof' Google. > > Wassalam, > Saafroedin Bahar. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: "Muljadi Ali Basjah" <[email protected]> > Date: Tue, 04 May 2010 10:24:09 > To: <[email protected]> > Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Kualitas kehidupan di Ranah > > Assalamualaikum Wr.Wb. Bapak Dr. Saafroedin Bahar, Bapak Abraham Ilyas > serta para dunsanak di Palanta. > > Saya ada beberapa pertanyaan ke seluruh dunsanak kita, yakni: > > Apakah menunaikan Haji itu sudah bukan dibisniskan oleh beberapa kelompok? > Apakah sudah banyak para Ibu2 dan Bapak2 yth, tahu perbandingan pemasukan > income Arab Saudi dari Bisnis Haji di banding Bisnis Minyak Fosil. > Serta ke-mana2 saja uang2 tersebut diarahkan oleh pemerintah Saudi? > Akibat2nya, untuk ummat Islam? > Wassalam, > Muljadi. > > -------- Original-Nachricht -------- > > Datum: Mon, 3 May 2010 09:51:45 +0000 > > Von: "Dr. Saafroedin Bahar" <[email protected]> > > An: "Rantau Net" <[email protected]> > > Betreff: Re: Bls: [...@ntau-net] Kualitas kehidupan di Ranah > > > Pak Abraham, karano iko manyangkuik soal ibadah nan basifat pribadi, > taraf > > terakhir tantu tasarah ka diri masing-masing. Kok kareh bana hati naiak > > haji bakali-kali jo caro apopun , yo sudah, kito iringi sajo jo doa > sumago > > jadi yg mabrur. > > > > Wassalam, > > Saafroedin Bahar > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > > -----Original Message----- > > From: Abraham Ilyas <[email protected]> > > Date: Mon, 3 May 2010 13:06:58 > > To: <[email protected]> > > Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Kualitas kehidupan di Ranah > > > > *Untuk kaum muslimin dan muslimat, apa tak sebaiknya MUI menegaskan dlm > > fatwa agar secara bersama-sama mencapai kesejahteraan hidup terlebih > > dahulu, > > baru menunaikan ibadah haji sebagai Rukun Islam ke lima ? > > Dengan demikian, secara tidak langsung kita membantu menyelesaikan salah > > satu masalah nasional kita, yaitu kemiskinan ?* > > > > Batua Pak Saaf, tapi sia nan ka mamulai usulan pandapek sarupo itu. > > Banyak institusi/perorangan yang terlibat nan melayani/bekerja mengurus > > ibadah haji dan umroh iko. > > "Kami telah melaksanakan zakat sesuai dengan rukun Islam" katanya, > mengapa > > musti dibatasi orang beribadah, nabi saja beberapa kali berhaji. > > > > Ibarat membatasi orang pergi ke LN untuk berwisata tentu tak mungkin > > dengan > > fatwa. > > > > Manuruik ambo, mungkin orang orang seperti alm. AA Navis yang bisa > > mencerahkan pemahaman beragama masyarakat kita, disamping curito sejarah > > rekomendasi *Snouck Hugronye* > > <http://www.forumbebas.com/thread-32587.html>kepada pemerintah Hindia > > Belanda, bagaimana caranya mengalahkan pribumi. > > > > Tapi sayangnya masyarakat kito indak pulo sanang mambaco sejarah, kalah > > dek > > galeh infotainment/sponsor kapitalisme internasional. > > > > > > Salam > > > > AI > -- GRATIS für alle GMX-Mitglieder: Die maxdome Movie-FLAT! Jetzt freischalten unter http://portal.gmx.net/de/go/maxdome01 -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
