Sanak Suryadi dan para sanak sapalanta,
 
Secara pribadi saya juga heran terhadap berbagai manipulasi yang terjadi dalam 
bisnis perhajian ini, mulai dari kasus 'kotum haji' dalam tahun 1960-an sampai 
dengan penipuan calon haji yang masih tetap terjadi dalam tahun-tahun 
belakangan ini.
 
Hebatnya, para calon haji dan kita-kita ini dilipur dengan mengatakan bahwa 
segala kesengsaraan para calon haji -- yang sebagian terbesar adalah kaum 
muslimin dan muslihat yang lugu dan benar-benar ingin beribadat menunaikan 
rukun Islam ke lima -- adalah 'cobaan Tuhan'. Dengan tidak membantah adanya 
cobaan Tuhan, namun saya juga melihat adanya 'cobaan bisnis', yang tentu saja 
harus kita benahi bersama.
 
Saya melihat para 'pebisnis haji' ini sungguh sangat kreatif dalam mencari 
duit. Macam-macam caranya. Waktu saya naik haji tahun 1994 pemilik penginapan 
mengedarkan semacam sertifikat yang dia namakan 'sertifikat haji' dengan 
membayar 25 real. Ada beberapa jemaah dari kloter saya yang membelinya. Saya 
sendiri tentu saja tertawa melihat 'kreativitas' tersebut, sambil mengingatkan 
bahwa hal itu adalah akal-akalan si pemilik penginapan saja.
 
Dengan tetap menghormati kiprah  Direktorat Jenderal Haji Kementerian Agama 
yang sudah bersusah payah menertibkan perjalanan haji, yang setiap tahunnya 
berjumlah sekitar 200.000 orang -- jadi sebanyak 20 divisi infanteri ! -- dan 
para pebisnis haji yang juga didorong oleh keinginan membantu sesama muslim dan 
muslimat, saya rasa sudah saatnya kita yang banyak sedikitnya mengerti ilmu 
manajemen untuk  mengritisi aspek bisnis dari ibadat haji ini. Jangan sampai 
ada yang tertipu lagi.
 
Tolonglah segera dilewakan peringatan Dja Endar Moeda tersebut, agar kita semua 
waspada terhadap penipuan.

Mengapa orang Islam kurang dapat bersatu, itu memerlukan kajian sendiri. Yang 
secara pribadi menarik minat saya selama ini adalah pertanyaan mengapa orang 
Minangkabau yang ber-ABS SBK juga kurang dapat bersatu. Sebagai Ketua Steering 
Committee Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010, bersama dengan para sahabat, 
saya mengajak kita membahasnya dan mencari alternatif solusinya. Konsepnya 
sudah selesai disusun dalam Draft 15, yang bisa diminta melalui e-mail 
[email protected].
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


--- On Tue, 5/4/10, Lies Suryadi <[email protected]> wrote:


From: Lies Suryadi <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Kualitas kehidupan di Ranah
To: [email protected]
Date: Tuesday, May 4, 2010, 6:47 PM







Pak Saaf dan Pak Muljadi, sarato sanak di Palanta.
 
Bukan manapuak aia di dulang, inilah kelemahan kita umat Islam. Arab Saudi 
--atau negara2 Arab pada umumnya--yang kaya raya karena haji dan minyak tidak 
banyak berdampak kepada SESAMA SAUDARA MUSLIMNYA. Di sinilah kelemahan kita 
dibanding orang negara2 orang putih tempat saya terpaksa menompang mencari 
hidup sekarang. LIHAT SAJA: YUNANI BANGKRUT LANGSUNG DITOLONG OLEH SESAMA 
SAUDARA PUTIHNYA. Sebaliknya Arab Saudi yang kaya tidak begitu merasa 
berkewajiban menolong sesama saudara Muslimnya. Asal tahu saja: dengar2 Raja 
Arab Saudi memesan pesawat Airbus dua tingkat untuk 'INSTANA DI UDARA'. 
Gila.... orang Eropa saja yang bisa bikin pesawat tidak ada yang melakukan 
seperti itu. 
 
Soal bisnis haji sudah ada sejak zaman baheula. Ingatlah istilah 'HAJI PENANG' 
dan 'HAJI SINGAPURA'. Jauah dari Makah baru pitih lah lucuik disantuang para 
calo haji--orang2 seagama yang mengecoh orang2 yg seiman dengannya. Nanti akan 
saya postingkan peringatan dari DJA ENDAR MOEDA  (1903)--salah seorang bapak 
pers pribumi di Sumatra--kepada calon jemaah haji Nusantara tentang hal2 apa 
saja yang harus dihindari selama melakukan perjalanan haji ke Tanah Hejaz.
 
Wassalam,
Suryadi

--- Pada Sel, 4/5/10, Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]> menulis:


Dari: Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]>
Judul: Re: Bls: [...@ntau-net] Kualitas kehidupan di Ranah
Kepada: "Rantau Net" <[email protected]>
Tanggal: Selasa, 4 Mei, 2010, 3:58 PM


Sanak Muljadi, sudah barang tentu ada aspek bisnis dari perhajian ini, sejak 
dari tahap pendaftaran, tabungan/pembayaran di bank , pemeriksaan kesehatan, 
manasik, paspor/visa ke Saudi, travel/transit, katering, hotel, pemberian uang 
saku, dan kelas biasa atau haji plus/ eksekutif. Untuk itu di Indonesia ada 
berbagai perusahaan perjalanan haji yg tentu sebagian tujuannya mencari untung. 
[Bagi Saudi, kedatangan dua juta jemaah setiap tahun tentu bermanfaat sekali.]

Sebagian perusahaan perjalanan haji ini bagus, sebagian lagi tidak bagus, 
bahkan ada yg sampai menelantarkan/menipu jemaahnya, sehingga di-'black list' 
oleh Pemerintah.

Setahu saya belum ada yg mengkaji aspek bisnis dari perjalanan haji ini, 
padahal bahannya demikian melimpah, bisa jadi bahan disertasi utk studi strata 
3.

Bagaimana kalau Sanak Muljadi yg menanganinya ? Survai cepat saja dahulu.

Rasanya data bisa disuplai Riri, tentu dengan bertanya ke 'Prof' Google.

Wassalam,
Saafroedin Bahar.
Powered by Telkomsel BlackBerry®



-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke