Baitulah kalikat kito barvoltik. Kalau dakek-dakek Pamilu sari, bara lah 
garegak media ka Nagari Jiran, nan soal bateh lah, nan soal sipadan lah, nan 
soal tkw lah. Bahkan ado nan mahambuih-hampuih latuihan se lah kapa parang tu. 
Ganyang ... 
Sudah pamilu, aman, takana bana, taraso angek-angek labu ...

Kini lah hampia-hampia dek pilkada, mangko Urang Awak disuruah media pulo 
maajan-ajan bagak ka dunsanak di Nagari Jiran. Batuka-tukai bagai namo nagari 
jiran jo nan kurang elok indak tacotok dek ayam. Hasutan Voltiik... Voltiik...

Parasaian Gampo jo Galodo nan mintak simpati dunia alun takamehi lai, kini 
media daerah lah maajan-ajan hasuang Rang Kampuang lo ka dunsanak dilua... 
maindaan pamikiran masalah psrasaian Rang Kampuang nan paralu dibenahi ...

--Nyit Sungut

--- In [email protected], elisna elisna <elisna2...@...> wrote:
>
> Satu hari beberapa thn yll dulu dek penasaran baa bana negeri sembilan yang 
> disebut sebut karean minangkabau di malasya. Setelah ber kereta api dai KL 
> berhenti di stasiun sampailah di negeri sembilan yang kesan waktu itu apa 
> bedanya dengan depok ya? (Pas pulang kereta api macet 4 jam karena listrik 
> padam)  Kemudian carter taxi yang tak sebagus blue bird menuju istana, di 
> sepanjang jalan memang ditemukan ada rumah gadang tentu jumlahnya sangat 
> sedikit. Sampai di kompleks istana ternyata istana sultan bangunanya indak 
> rumah gadang do tapi rumah melayu, cuma ada sebuah bangunan baru dengan gaya 
> rumah gadang. Itu modal mereka... Tapi ide mengatakan secara budaya Malasia 
> bangsa terjajah indonesi merupakan ide cemerlang.
> 
> Subject: Re: BUKAN ANOTHER STORY OF CAKAK ABIH SILEK TAKANA [was: Re:         
> [...@ntau-net] Malaysia "Jual" Ikon Rumah Gadang di Forum Dunia]
> To: [email protected]
> From: saaf10...@...
> Date: Sat, 8 May 2010 03:20:53 +0000
> 
>  Ada cara positif, kreatif, dan orisinal utk menanggapi ulah Malaysia yg 
> kunjung kapok mengklaim unsur kebudayaan kita sebagai kebudayaan mereka, 
> dengan menyatakan bahwa dari segi kebudayaan sesungguhnya Malaysia adalah 
> koloni Indonesia. Bagaimana memanfaatkannya utk pariwisiata ? Bagaimana kalau 
> kita buat iklan begini: ' Bosan dengan tiruan? Nikmati yang asli'. Tentu 
> dalam bahasa Inggeris. 
> 
> Wassalam,
> Saafroedin BaharPowered by Telkomsel BlackBerry®
> From:  zsyamsud...@...
> Date: Sat, 8 May 2010 03:08:23 +0000To: <[email protected]>Subject: 
> Re: BUKAN ANOTHER STORY OF CAKAK ABIH SILEK TAKANA [was: Re: 
>       [...@ntau-net] Malaysia "Jual" Ikon Rumah Gadang di Forum Dunia]
> 
> 
>   Sanak dipalanta
> Disampiang disikapi secaro positif, ado baiknya juo hal2 sarupoko 
> dimanfaatkan. Karena maraso memeliki, Malaisia mausuang rumah gadang 
> dipameran tu. Nan di awak  diprovokasi jo informasikan bilo ingin tau/maliek 
> aslinyo/asanyo  ado di Minangkabau (Sumatera Barat, Indonedia). Sia kiro2 nan 
> bisa & harus malakukanyo.
> Salam
> ZalmahdiPowered by Telkomsel BlackBerry®
> From:  Riri Chaidir <riri.chai...@...>
> Date: Sat, 8 May 2010 08:11:27 +0700To: <[email protected]>Subject: 
> BUKAN ANOTHER STORY OF CAKAK ABIH SILEK TAKANA [was: Re: [...@ntau-net] 
>       Malaysia "Jual" Ikon Rumah Gadang di Forum Dunia]
> Nofend dan Dunsanak Sadonyo.
> Iyo, marilah kita sikapi ini secara positif. 
> Kan rancak tuh, ado urang nan mempromosikan harato awak. Tapi ini harus 
> segera ditindaklanjuti dengan marketing (bukan sekedar promosi) rumah gadang 
> asli, nan di kampuang awak.
> 
> Sudah cukup banyak cerita, budaya kita (entah batik, makanan, tarian dll) 
> kita "cuekin", terus ada yang membawa ke negeri orang, mereka promosikan (dan 
> mungkin juga dipatenkan), terus kita protes, mencak2. Padahal dikita 
> sepertinya itu tadinya kan diabaikan.
> 
> Jadi jan sampai tajadi pulo baliak protes model "cakak abih silek takana" tu.
> RiriBekasi, l, 47
>  
> 2010/5/8 Nofend St. Mudo <nof...@...>
>  
> Beberapa hari lalu berita
> dibawah ado disampaikan samo da jun di kandang singo kalau ndak salah,
> dibeberapa Forum, masalah iko rame lagi dibicarakan samo halnya dengan kasus2
> yg dianggap klaim beberapa saat lalu.
> 
> Nah.. yang jadi pertanyaan ambo
> terhadap permasalahan dibawah, samo kito ketahui selama ini, bahwa Negeri 9
> adalah sebuah Negara bagian (diawak Provinsi di negara NKRI) di Malaysia yang
> kita akui sebagai Rantaunya Minangkabau, yang tentu ciri khas bangunan rumah
> gadangnya samo jo kito di Minangkabau. 
> 
> Kini Malaysia dalam suatu
> Pameran, Malaysia tersebut menampilkan bangunan dari salah satu Negara bagian
> meraka sebagai standnya mereka, sementara kita mungkin memakai rumah adat lain
> atau entah bagaimana, lalu seperti biasa, ceritanya menjadi rame lagi
> didiskusikan, soal klaim mengklaim ini.
> 
> Bagai mano pandapek sanak nan
> ado di palanta?? Kalau diambo setuju2 sajo, menambah promosi tidak lansung
> untuak ranah Minang.
>  
> Wassalam
> 
> Nofend Marolabuah/34M-BKS
>  
> JPNN - Padang Today
>  
> Stand Malaysia mirip Rumah
> 
> Gadang di ajang Shanghai Expo
> 
> 2010.
> 
> Malaysia berulah lagi. Negeri jiran itu kembali berlulah. Kali ini,
> "mengambil" dan "menjual" ikon budaya dalam negeri Indonesia.
> Begitulah beberapa contoh kecaman yang ramai diberbagai milis internet
> akhir-akhir ini.
>  
> Dari berbagai milis tersebut, disebutkan bahwa negeri Jiran menampilkan
> modifikasi bangunan menyerupai Rumah Gadang yang merupakan bangunan khas
> Sumatera Barat menjadi paviliun stand utama mereka saat menghadiri Shanghai
> Expo di China.
> 
> 
> Lalu bagaimana pendapat pemerintah Indonesia terhadap hal ini? Menteri
> koordinator bidang Perekonomian Hatta Radjasa yang menghadiri kegiatan 
> Shanghai
> Expo pekan lalu mengakui, memang benar paviliun stand milik Malaysia, bila
> dilihat sekilas menyerupai bentuk khas rumah gadang yang menjadi ciri bangunan
> di Sumatera Barat.
> 
> 
> "Memang posisinya tepat di depan paviliun stand Indonesia. Saat itu
> kita lihat ada rumah minang, eh ternyata itu Malaysia," kata Hatta kepada
> di Jakarta, Jumat (7/5/2010).
> 
> 
> Memang, kata Hatta, segala sesuatu yang berkaitan dengan nilai budaya dan
> warisan negeri akan menjadi sesuatu yang menimbulkan sensitifitas.
> 
> 
> "Seandainya orang bertanya, ya kita jawab itu rumah minang. Minang itu
> dimana? Di Sumatera Barat. Sumatera Barat itu ya Indonesia,''
> tegasnya.
> 
> 
> Hatta pun meminta agar tampilnya paviliun stand Malaysia di Pameran Expo
> Internasional di Shanghai China yang menyerupai rumah gadang, dapat disikapi
> positif saja oleh masyarakat Indonesia. Diharapkan, jangan sampai karena hal
> ini kembali memperburuk hubungan antar kedua negara.
> 
> 
> "Jadi kita berfikir positif saja, rumah minang sekarang sudah Go
> Internasional. Lagipula kebetulan itu di Malaysia itu komunitas minang juga 
> sangat
> banyak dan sudah turun temurun. Mereka membangun juga menggunakan model rumah
> seperti itu," kata Hatta.
> 
> 
> Bagaimana bila nantinya Malaysia mengklaim bahwa Rumah Gadang yang khas
> menyerupai susunan tanduk kerbau itu adalah milik mereka? "Kalau direbut di
> sana (Malaysia) kan malu juga," kata Hatta sambil tertawa.
> 
> 
> Sekadar informasi, World Expo Shanghai 2010 telah dibuka secara resmi oleh
> Presiden China Hu Jintao pada tanggal 30 April lalu dan akan berlangsung 
> hingga
> tanggal 31 Oktober mendatang.
> 
> 
> Pada pembukaan expo tersebut, bintang film terkenal Jackie Chan bergabung
> dengan ribuan tamu, termasuk 20 pemimpin dunia, dalam acara pembukaan yang
> sangat megah itu.
> 
> 
> Dari segi luas area, World Expo Shanghai 2010 sangat mencengangkan. World
> Expo Shanghai 2010 yang diikuti oleh lebih dari 200 negara dan organisasi
> internasional itu diadakan di area seluas 528 hektar (5,28 kilometer persegi)
> atau dua kali lipat luas wilayah negara Monako. Bukan itu saja, World Expo
> Shanghai 2010 yang berlangsung selama enam bulan itu diharapkan akan 
> dikunjungi
> oleh 70 juta pengunjung, termasuk 5 juta pengunjung dari luar negeri.(*)


-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke