Bicara perusakan alam Borneo memang lumayan menyedihkan Setelah kayunya dibabat habis. Baru ingat utk membatasi exploitasi hutan. Tapi ini cuma sebatas aturan. Sehingga orang Dayak jadi sukar untuk membangun rumah panjangnya
Tahura Bukit Suharto hanya berupa secuil hutan akasia sebatas pemandangan. Dibalik perbukitan bukan hanya hutan yang habis. Hutan lindung itu sudah hancur karena tanahnya dibongkar untuk diambil batubaranya Bahkan ada anggota Dewan yang terhormat ikut menggali hutan lindung ini Dibeberapa tempat dipinggir jalan Bukit Suharto juga dibuat restoran bahkan pemukiman Penggalian batu bara yang sangat marak menimbulkan banyak danau dengan kedalaman jauh dibawah permukaan laut Tidak heran kota tepian Samarinda jadi langganan banjir Mungkin nama kota tepian yang berkonotasi dengan air harus diubah supaya airnya tidak sering datang Karena sekarang tanpa didahului hujan dan ditengah panas terik. Banjir bisa merangsek masuk kota Begitu juga Grogot dan KuBar yang lagi kebanjiran Akan halnya Kutai Kartanegara yang merupakan Kabupaten dengan APBD tertinggi di Republik ini Kemakmurannya masih dinikmati segelintir orang. Masih banyak infrastruktur maupun sarana pendidikan-kesehatan yang butuh perhatian Tenggarong hanya "WAH" disekitar jembatan Mahakam Kalsel dan Kalteng juga banyak digali batubaranya. Baik oleh perusahaan Nasional maupun Multi Nasional Ditengah demam sawit yang melanda Indonesia. Perkebunan besar mono kultur juga telah bertebaran disini Seperti semrawutnya status pertanahan dikawasan "manis" lainnya Disini secuil lahan bisa mempunyai 3-4 bukti kepemilikan Tapi yang lumayan parah didaerah lumbung energi ini PLN sangat sering bermasalah. Bahkan lampu jalan pun gak bisa menyala Sehingga ada pameo kalau ingin menikmati lampu jalan dengan nyaman terpaksa masuk ke komplek Pertamina atau perusahaan lain Salah satu nilai plus disini adalah. Ditengah euphoria otonomi yang menganak emaskan Putra Daerah. Disini masih lumayan bisa bersaing berdasarkan competency Salam TR Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Lies Suryadi <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 18 May 2010 19:56:31 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Bls: [...@ntau-net] Borneo Indra, Trenyuh membacanya. Tak ada cara lain selain mencerdaskan bangsa kita ini sehingga lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor jasa dapat diciptakan. Selain itu bidang pertanian harus dimodernisasikan. Jika tidak, negeri ini akan tergerus terus oleh orang2 yang suka memakan kulit bumi. Sedih hati melihat kehancuran alam kita yang luar biasa kaya ini. Salam, Suryadi --- Pada Sel, 18/5/10, Indra Jaya Piliang <[email protected]> menulis: Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]> Judul: [...@ntau-net] Borneo Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 18 Mei, 2010, 5:50 PM http://www.indrapiliang.com/2010/05/18/borneo/ Borneo (Catatan Perjalanan IJP) Dari ketinggian 30.000 kaki. Hutan seperti lumut. Hijau. Menggurat seperti tulang-tulang kerangka. Pada tiap lekukan tanah. Batas hijau, agak hijau, tapi tetap hijau. Kadang seperti cakar rajawali. Atau tampak bergerak ke aras horison. Awan-awan putih di atasnya. Seakan memagut dari jauh. Dekat, tapi berjarak. Koloni awan dan hutan, tanpa hujan. Sungai-sungai melingkar ular-ular kecil dan besar. Bergelung, berkelok, tanpa kedinginan. Dari entah menuju laut. Dulu, Borneo adalah kabut. Adalah Barbar berisi manusia-manusia kanibal. Kata antropolog yang bermonolog. Kini, Borneo adalah benteng bagi setiap manusia-manusia kanibal yang memakan planet ini. Kuridukan Avatar, di sini, dengan seekor Rajawali. Kurindukan cinta yang mengalir dari pohon kehidupan. Suara-suara ratiban. Gerak-gerik ayunan berlanggam. Tuhan, Kau tahu isi hatiku. Borneo, pada kisah pertama bagiku adalah pesawat kecil yang mengempeskan perut. Takut pada awan. Seperti naik naik halilintar di Ancol sana yang tak pernah kunaiki. Borneo menjadi cerita rapat-rapat penting di Bukit Soeharto. Kini bukit itu tandus, mengejar gurun di Timur Tengah. Borneo adalah malam-malam gelisah dikejar bayangan, pengungsian dari satu tempat pertemuan ke tempat pertemuan berikut, pada 1997. Borneo jadi legenda pelarian sejumlah aktivis mahasiswa. Pada kisah-kisah berikutnya, Borneo sedang menata daerah. Menjiplak Syney, Melbourne, dari sisi bangunan. Kaya menjangkau langit. Miskin menghalau suku-suku Dayak di hutan-hutan. Lalu Borneo menjadi lautan darah. Panglima Burung, puasa, hening, manusia-manusia yang melompat dari pohon ke pohon, menebas leher siapapun yang berbau lain. Borneo menjadi medan tugas tentara-tentara muda tanpa pengalaman. Dan di kisah berikutnya, Borneo adalah gelombang para raja. Gelombang orang-orang yang ingin memberi nama. Kisah-kisah pemekaran. Kisah-kisah perbatasan. Penyeludupan. Pengungsi ratusan ribu orang. Kisah-kisah pengusiran. Dan tambang yang luka. Dan illegal logging. Dan wartawan yang kena culik dan patah-patah tulang kena hantam. Dan bangunan rumah mirip istana bernuansa emas. Borneo juga kisah kekasihku. Kisah anakku. Kisah energi langit yang turun bagai angin limbubu. Pada batas peradaban kini, dimana tempatmu? Kemana kamu? Apa yang kau cari? Borneo, hanya pada tiap patahan siang dengan malam, ceruk malam dengan pagi, terdapat keajaiban. Di Atas Langit Palangkaraya dan Di Tanah Palangkaraya, 17-18 Mei 2010 -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
