Sanak Suryadi,Indra dan sadonyo dunsanak RN

Kadang terfikir dek awak bagaimana para penjajah membiarkan anak jajagahan 
terus bodoh...agar leluasa menjarah ratusan tahun.

....kini sipenjarah adalah bangsa sendri
Membiarkan sekolah yang rubuh tidak cepat cepat dibangun
Membiarkan pendidikan ber-simahal ..
Membiarkan orang miskin terus miskin...
Membiarkan para investor asing tanpa kontrol  agar si rupiah terus mengalir ke 
tabungan di luar negeri..
Membiarkan orang orang pintar duduk dibangku panjang agar mereka kabur ke luar 
negeri
Membiarkan orang orang berobat keluar negeri agar rumah sakit lokal tak pernah 
mampu bersaing ..
.. dan beratus-ratus pembiaran lagi yang disengaja agar mereka (bangsa kita 
sendiri itu) bisa duduk manis dengan hasil jarahan dan tak lupa sambil 
mentertawakan korban (bangsa kita juga)...

Wassalam
 ZK




________________________________
From: Lies Suryadi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, May 18, 2010 12:56:31 PM
Subject: Bls: [...@ntau-net] Borneo


Indra,
Trenyuh membacanya. Tak ada cara lain selain mencerdaskan bangsa kita ini 
sehingga lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor jasa dapat diciptakan. 
Selain itu bidang pertanian harus dimodernisasikan. Jika tidak, negeri ini akan 
tergerus terus oleh orang2 yang suka memakan kulit bumi. Sedih hati melihat 
kehancuran alam kita yang luar biasa kaya ini. 

Salam,
Suryadi

--- Pada Sel, 18/5/10, Indra Jaya Piliang <[email protected]> menulis:


>Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
>Judul: [...@ntau-net] Borneo
>Kepada: [email protected]
>Tanggal: Selasa, 18 Mei, 2010, 5:50 PM
>
>
>http://www.indrapiliang.com/2010/05/18/borneo/
>
>Borneo
>(Catatan Perjalanan IJP)
>Dari ketinggian 30.000 kaki. Hutan seperti lumut. Hijau. Menggurat seperti 
>tulang-tulang kerangka. Pada tiap lekukan tanah. Batas hijau, agak hijau, tapi 
>tetap hijau. Kadang seperti cakar rajawali. Atau tampak bergerak ke aras 
>horison.
>
>Awan-awan putih di atasnya. Seakan memagut dari jauh. Dekat, tapi berjarak. 
>Koloni awan dan hutan, tanpa hujan. 
>
>Sungai-sungai melingkar ular-ular kecil dan besar. Bergelung, berkelok, tanpa 
>kedinginan. Dari entah menuju laut. 
>
>Dulu, Borneo adalah kabut. Adalah Barbar berisi manusia-manusia kanibal. Kata 
>antropolog yang bermonolog. 
>
>Kini, Borneo adalah benteng bagi setiap manusia-manusia kanibal yang memakan 
>planet ini. 
>
>Kuridukan Avatar, di sini, dengan seekor Rajawali. Kurindukan cinta yang 
>mengalir dari pohon kehidupan. 
>
>Suara-suara ratiban. Gerak-gerik ayunan berlanggam. 
>
>Tuhan, Kau tahu isi hatiku.
>
>Borneo, pada kisah pertama bagiku adalah pesawat kecil yang mengempeskan 
>perut. Takut pada awan. Seperti naik naik halilintar di Ancol sana yang tak 
>pernah kunaiki. Borneo menjadi cerita rapat-rapat penting di Bukit Soeharto. 
>Kini bukit itu tandus, mengejar gurun di Timur Tengah. Borneo adalah 
>malam-malam gelisah dikejar bayangan, pengungsian dari satu tempat pertemuan 
>ke tempat pertemuan berikut, pada 1997. Borneo jadi legenda pelarian sejumlah 
>aktivis mahasiswa.
>
>Pada kisah-kisah berikutnya, Borneo sedang menata daerah. Menjiplak Syney, 
>Melbourne, dari sisi bangunan. Kaya menjangkau langit. Miskin menghalau 
>suku-suku Dayak di hutan-hutan. 
>
>Lalu Borneo menjadi lautan darah. Panglima Burung, puasa, hening, 
>manusia-manusia yang melompat dari pohon ke pohon, menebas leher siapapun yang 
>berbau lain. Borneo menjadi medan tugas tentara-tentara muda tanpa pengalaman.
>
>Dan di kisah berikutnya, Borneo adalah gelombang para raja. Gelombang 
>orang-orang yang ingin memberi nama. Kisah-kisah pemekaran. Kisah-kisah 
>perbatasan. Penyeludupan. Pengungsi ratusan ribu orang. Kisah-kisah 
>pengusiran. 
>
>Dan tambang yang luka. Dan illegal logging. Dan wartawan yang kena culik dan 
>patah-patah tulang kena hantam. Dan bangunan rumah mirip istana bernuansa 
>emas. 
>
>Borneo juga kisah kekasihku. Kisah anakku. Kisah energi langit yang turun 
>bagai angin limbubu. 
>
>Pada batas peradaban kini, dimana tempatmu? Kemana kamu? Apa yang kau cari? 
>Borneo, hanya pada tiap patahan siang dengan malam, ceruk malam dengan pagi, 
>terdapat keajaiban.
>
>Di Atas Langit Palangkaraya dan Di Tanah Palangkaraya, 17-18 Mei 2010
>
>
>
>      
>
>-- 
>.
>Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
>lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>  1. Email besar dari 200KB;
>  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
>keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
> 
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
  • ... Indra Jaya Piliang
    • ... Nismah Rumzy
      • ... Indra J Piliang
    • ... Lies Suryadi
      • ... Zulkarnain Kahar
        • ... Lies Suryadi
          • ... Syofiardi BachyulJb
        • ... Indra Jaya Piliang
          • ... andrinof
            • ... Roland Y. Mandailiang
            • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
          • ... hanifah daman
      • ... taufiqrasjid

Kirim email ke