Dari Jauh ambo baco artikel ko dengan terharu senang hati dan bersyukur kapado 
Ilahi Rabbi dengan karir sececah gambaran hidup yang dijalani Rangkayo Dr. Hj. 
Zurtias K. Suheimi, MARS. 

Walaupun waktu berkunjung ke Padang berjumpa, berkenalan dan maota panjang 
dengan Angku Dr. K. Suheimi kita tidak berjumpa, namun kenangan ke Rumah Sakit 
Bunda di waktu senja. Besoknya bersama beliau kami berkunjung ke tempat Angku 
Dr. Saidal Bahauddin, [kini Alm.]kenalan baik saya di masa muda, suatu kenangan 
dan percakapan mengingatkan berbagaikisah ke masa lalu. 

Kita semua berbahagia berkenalan dengan Keluarga Bahagia Dr. Suheimi dengan 
karir searah yang dijalani beliau berdua. Walaupun beliau berdua bergerak di 
bidang Kesehatan, namun MakNgah doakan Kesehatan Rangkayo Dr. Hj. Zurtias dan 
Angku Dr. Suheimi tetap terpeliahara di bawah Lindungan Allah Subhanahuata'ala.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

PS MakNgah akan sebarkan artikel ini ke mailing lis Pengajian San Francisco.

--- In [email protected], Elthaf Hidjaz <eltha...@...> wrote:
>
> Alhamdulillah, di Riau Pos, Ahad, 16 Mei 2010, Uni dr. Hj. Zurtias K.
> Suheimi, MARS, Direktur STIKES PMC dan Dirut sekali gus Owner RS PMC
> Pakanbaru diliput sahalaman panuah di Koran Riau Pos, koran terbesar di
> Riau.
> Silahkan dicigok di link ko.
> 
> *http://www.riaupos.com/new/artikel.php?act=full&id=4&kat=9*
> 
> 
> Salangkoknyo ambo kopikan di mail ko.
> 
> Salamaik Uni smg uni makin sukses, amiin.
> 
> Salam,
> 
> Elthaf
> 
> 
> * *
> 
> *Seni Menikmati Hidup Hj Zurtias*
> 
> Olahraga, Makanan dan Aktivitas Teratur
> 
> 16 Mai 2010
> 
> 7 klik Beritahu Teman <javascript:void(0)>
> 
> [image: Olahraga, Makanan dan Aktivitas Teratur]Hj. Zurtias (said
> mufti/riaupos)
> 
> 
> 
> Laporan muhammad hapiz
> muhammadha...@...
> 
> Hidup dilaluinya bagai air mengalir sekaligus menikmati setiap pekerjaan
> yang dilakukannya. Bisa dikatakan, kesuksesan selalu menghampiri hidup Hj
> Zurtias maupun keluarganya. Seni menikmati hidup baginya kunci sukses dan
> bahagia keluarga hingga usia 64 tahun saat ini.
> 
> 
> Hari-hari dilalui Zurtias penuh dengan aktivitas. Mulai dari bangun subuh
> hari mengerjakan ibadah salat Subuh, kemudian bersantai atau ngobrol bersama
> suami tercinta Prof Dr K Suheimi SpOG. Lalu dilanjutkan jogging yang biasa
> dilakukan di lapangan Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. Setelah itu,
> mengunjungi kolega, berorganisasi lalu mengurus rumah sakit Pekanbaru
> Medical Center dimana ia direktur utamanya.
> 
> `'Sekali sebulan, saya bersama suami berangkat ke Padang. Suami saya kan
> masih mengajar di Universitas Andalas, sekalian saya ikut refreshing dan
> mengecek rumah serta Rumah Sakit Bunda miliki kami. Ke Padang, kami palingan
> hanya bertiga dengan supir. Terasa nikmat melakukan perjalanan darat dan
> sering kami berkaraoke diatas mobil berdua. Hidup bagi saya bagai air
> mengalir, jalani sebaik mungkin, lakukan apa yang terbaik maka yakinkan
> Allah SWT akan memberikan yang terbaik pula,'' ujar ibu empat anak ini.
> 
> Aktivitas padat dibandingkan dengan usia, Zurtias memang tergolong perempuan
> kuat. Kuncinya, kata perempuan yang lulus Fakultas Kedokteran tahun 1965
> tersebut, menjaga kesehatan, pola makan, olahraga serta tidak membebani diri
> dengan pekerjaan yang dilakukan. Soal kesehatan, Zurtias yang pernah
> mendapat penghargaan dokter teladan se-Sumatera Barat tersebut dilakukannya
> dengan sederhana.
> 
> `'Saya sukanya makanan kampung, sedari dulu tidak membiasakan keluarga makan
> makanan instan. Kalau masak di rumah, saya masih menggunakan alat masak dari
> tanah liat, tidak menggunakan peralatan canggih yang dapat cepat memproses
> masakan cepat matang. Karena dengan memasak dengan periuk tanah, disamping
> lebih utuh menjaga nilai gizinya juga lebih terasa nikmatnya,'' terangnya.
> 
> Organisasi yang digelutinya saat ini, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua
> Persatuan Olahraga Senam Pernapasan Indonesia (Porpi) Wilayah Riau.
> Aktivitas senam juga kerap dilakukannya untuk menambah stamina tubuh. Dulu
> ia punya aktivitas olahraga ekstrim, dua kali sepekan bersama
> sahabat-kerabat, melakukan perjalanan pendakian Gunung Padang. Tapi saat ini
> tidak lagi dilakukannya.
> 
> `'Usia 50-an sewaktu di Padang kami rutin melakukan jalan kaki mendaki
> Gunung Padang. Tapi sekarang tidak lagi. Ya karena menyesuaikan saja dengan
> usia. Olah raga jogging, senam dan tetap beraktivitas sudah lebih dari
> cukup,'' sebut dia.
> 
> Kini fokus mengelola rumah sakit, tekadnya hingga kokoh sebagai rumah sakit
> pendidikan. Di RS PMC tersebut, ia mendirikan Sekolah Tinggi Kebidanan dan
> Perawat dan hal itu sebutnya perlu dibenahi. Mengelola rumah sakit umum
> sekaligus pendidikan, akunya tidaklah mudah, perlu kesabaran, ketelatenan
> dan keprofesionalan.
> 
> `'Rumah sakit khusus ibu dan anak saya di Padang tidaklah sesulit mengelola
> rumah sakit umum ini. Disamping berbeda jauh jumlah tempat tidur, mengelola
> rumah sakit umum, adalah seni mengelola orang-orang yang mengurusi langsung
> orang sakit. Mengelola dokter-dokter. Mereka ini orang pintar-pintar dan
> sekolah tinggi. Tapi saya dipanggil ibu oleh dokter-dokter muda di sini dan
> kalau ada masalah tidak terlalu rumit menyelesaikannya,'' kata dia.
> 
> Terjun berbisnis rumah sakit diawali dengan perjuangan cukup panjang. Saat
> menjadi PNS di Dinas Kesehatan Pemprov Sumbar, ia memulai merintis rumah
> sakit ibu dan anak dengan nama Bunda dengan 7 tempat tidur sebagai awalnya.
> Setelah pensiun usia 55 tahun, iapun mengikuti program magister pengelolaan
> rumah sakit dengan gelar MARS.
> 
> `'Studi akhir, saya mengambil Pekanbaru-Riau sebagai penelitian. Ternyata
> Pekanbaru masih membutuhkan tambahan rumah sakit dan akan lebih baik
> dikelola secara profesional. Selesai MARS, saya bersama suami mendirikan
> rumah sakit PMC ini,'' paparnya.
> 
> Menjadi seorang dokter kemudian mendirikan rumah sakit, bukanlah cita-cita
> sejak awal olehnya. Saat lulus Sekolah Menengah Atas, ia kemudian mengikuti
> ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Pada masanya, tes bisa dilakukan
> terhadap jurusan apa yang diminati.
> `'Saya tes enam jurusan, Kedokteran Unand, Arsitektur ITB, Apoteker,
> Ekonomi, IKIP Mate Matika, dan Pertanian. Alhamdulillah semuanya lulus. Tapi
> atas saran orang tua, saya memilih kedokteran Unand,'' tuturnya.(len)
> 
> 
> Dr Hj Zurtias Suheimi, MARS
> 
> Lahir : Bukittinggi, 29 September 1947
> Pekerjaan : Direktur Utama Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC)
> 


-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke