Assalammualaikum Wr Wb bapak Masrur dan dunsanak sapalanya Yth

Bapak Masrur, disamping memang Uni Cu bukan perempuan sembarangan, terbukti 
dengan terpilihnya beliau menjadi dokter teladan. 
Pendamping Uni Cu bukan pula suami sembarangan he he he
Sama-sama luar biasa keduanya, ditinjau dari sisi manapun, lalu menghasilkan 
yang luar biasa pula ... lalu wajarlah kita terkesima. 

Alhamdulillah walau hanya di dunia maya, kita merasa beruntung telah mengenal 
keluarga Uni Cu ...

Semoga Uni Cu dan keluarga  terpilih menjadi keluarga teladan dan kapan poerlu 
dapat penghargaan dari KKM 2010 besok. Amin

Wass


Hanifah


--- On Wed, 5/19/10, masrursiddik masrursiddik <[email protected]> wrote:

From: masrursiddik masrursiddik <[email protected]>
Subject: Re: [...@ntau-net] Uni Cu Suheimi di Riau Pos
To: [email protected]
Date: Wednesday, May 19, 2010, 12:09 AM





Assalamualaikum wr wb

Dinda H.Thaft , Pak
Prof  Emi sarato sanak sapalanta RN nan
ambo hormati,

Suatu biografi nan
insfiratif sekali. Sekelumit ‘keseharian’ 
Uncu dan Pak Emi nan sangat berbahagia ini. Nampak-nampak  garah pak Emi salamo 
perjalanan darat Pku-Pdg………..

“Ke Padang, kami palingan
hanya bertiga dengan supir. Terasa nikmat melakukan perjalanan darat dan sering 
kami berkaraoke diatas
mobil berdua. Hidup bagi saya bagai air mengalir, jalani sebaik mungkin,
lakukan apa yang terbaik maka yakinkan Allah SWT akan memberikan yang terbaik 
pula,’’
ujar ibu empat anak ini”

Keempat anak pasangan
berbahagia ini pun sudah ‘jadi orang’ pula, 3 orang dokter dan satu orang Mayor
AD…….melengkapi kebahagian  beliau
berdua.  Sepatutnya dapat dikukuhkan
sebagai Keluarga Teladan …. 

Lulus FK dalam usia 18
tahun ?, Mungkin salah ketik ? Ataukah tepatnya alumni SMA 1 KikTenggi th 65?

Walau pun bagaimana,
kita sampaikan penghargaan atas prestasi 
Uncu Zurtias dengan iringan doa semoga selalu dalam lindunganNYA. Amin

Aktivitas
padat dibandingkan dengan usia, Zurtias memang tergolong perempuan kuat.
Kuncinya, kata perempuan yang lulus Fakultas Kedokteran tahun
1965 tersebut, menjaga kesehatan, pola makan, olahraga serta tidak
membebani diri dengan pekerjaan yang dilakukan.

 

Wassalam,

Masrur Siddik ’61 iasma
kiktinggi

Kini di Bandung



2010/5/18 Elthaf Hidjaz <[email protected]>

Alhamdulillah, di Riau Pos, Ahad, 16 Mei 2010, Uni dr. Hj. Zurtias K. Suheimi, 
MARS, Direktur STIKES PMC dan Dirut sekali gus Owner RS PMC Pakanbaru diliput 
sahalaman panuah di Koran Riau Pos, koran terbesar di Riau.
Silahkan dicigok di link ko. 

http://www.riaupos.com/new/artikel.php?act=full&id=4&kat=9


Salangkoknyo ambo kopikan di mail ko.

Salamaik Uni smg uni makin sukses, amiin.Salam,Elthaf




 

Seni Menikmati Hidup Hj Zurtias



Olahraga, Makanan dan Aktivitas
Teratur

16 Mai 2010

7 klik Beritahu Teman 



Hj. Zurtias (said mufti/riaupos)



  

Laporan muhammad hapiz

[email protected]



Hidup dilaluinya bagai air mengalir sekaligus menikmati setiap pekerjaan yang
dilakukannya. Bisa dikatakan, kesuksesan selalu menghampiri hidup Hj Zurtias
maupun keluarganya. Seni menikmati hidup baginya kunci sukses dan bahagia
keluarga hingga usia 64 tahun saat ini. 

  

Hari-hari dilalui Zurtias penuh dengan
aktivitas. Mulai dari bangun subuh hari mengerjakan ibadah salat Subuh,
kemudian bersantai atau ngobrol bersama suami tercinta Prof Dr K Suheimi SpOG.
Lalu dilanjutkan jogging yang biasa dilakukan di lapangan Masjid Agung An-Nur
Pekanbaru. Setelah itu, mengunjungi kolega, berorganisasi lalu mengurus rumah
sakit Pekanbaru Medical Center dimana ia direktur utamanya. 



‘’Sekali sebulan, saya bersama suami berangkat ke Padang. Suami saya kan masih
mengajar di Universitas Andalas, sekalian saya ikut refreshing dan mengecek
rumah serta Rumah Sakit Bunda miliki kami. Ke Padang, kami palingan hanya
bertiga dengan supir. Terasa nikmat melakukan perjalanan darat dan sering kami
berkaraoke diatas mobil berdua. Hidup bagi saya bagai air mengalir, jalani
sebaik mungkin, lakukan apa yang terbaik maka yakinkan Allah SWT akan
memberikan yang terbaik pula,’’ ujar ibu empat anak ini. 



Aktivitas padat dibandingkan dengan usia, Zurtias memang tergolong perempuan
kuat. Kuncinya, kata perempuan yang lulus Fakultas Kedokteran tahun 1965
tersebut, menjaga kesehatan, pola makan, olahraga serta tidak membebani diri
dengan pekerjaan yang dilakukan. Soal kesehatan, Zurtias yang pernah mendapat
penghargaan dokter teladan se-Sumatera Barat tersebut dilakukannya dengan
sederhana. 



‘’Saya sukanya makanan kampung, sedari dulu tidak membiasakan keluarga makan
makanan instan. Kalau masak di rumah, saya masih menggunakan alat masak dari
tanah liat, tidak menggunakan peralatan canggih yang dapat cepat memproses
masakan cepat matang. Karena dengan memasak dengan periuk tanah, disamping
lebih utuh menjaga nilai gizinya juga lebih terasa nikmatnya,’’ terangnya. 



Organisasi yang digelutinya saat ini, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua
Persatuan Olahraga Senam Pernapasan Indonesia (Porpi) Wilayah Riau. Aktivitas
senam juga kerap dilakukannya untuk menambah stamina tubuh. Dulu ia punya
aktivitas olahraga ekstrim, dua kali sepekan bersama sahabat-kerabat, melakukan
perjalanan pendakian Gunung Padang. Tapi saat ini tidak lagi dilakukannya. 



‘’Usia 50-an sewaktu di Padang kami rutin melakukan jalan kaki mendaki Gunung
Padang. Tapi sekarang tidak lagi. Ya karena menyesuaikan saja dengan usia. Olah
raga jogging, senam dan tetap beraktivitas sudah lebih dari cukup,’’ sebut dia.




Kini fokus mengelola rumah sakit, tekadnya hingga kokoh sebagai rumah sakit
pendidikan. Di RS PMC tersebut, ia mendirikan Sekolah Tinggi Kebidanan dan
Perawat dan hal itu sebutnya perlu dibenahi. Mengelola rumah sakit umum
sekaligus pendidikan, akunya tidaklah mudah, perlu kesabaran, ketelatenan dan
keprofesionalan. 



‘’Rumah sakit khusus ibu dan anak saya di Padang tidaklah sesulit mengelola
rumah sakit umum ini. Disamping berbeda jauh jumlah tempat tidur, mengelola
rumah sakit umum, adalah seni mengelola orang-orang yang mengurusi langsung
orang sakit. Mengelola dokter-dokter. Mereka ini orang pintar-pintar dan
sekolah tinggi. Tapi saya dipanggil ibu oleh dokter-dokter muda di sini dan
kalau ada masalah tidak terlalu rumit menyelesaikannya,’’ kata dia. 



Terjun berbisnis rumah sakit diawali dengan perjuangan cukup panjang. Saat
menjadi PNS di Dinas Kesehatan Pemprov Sumbar, ia memulai merintis rumah sakit
ibu dan anak dengan nama Bunda dengan 7 tempat tidur sebagai awalnya. Setelah
pensiun usia 55 tahun, iapun mengikuti program magister pengelolaan rumah sakit
dengan gelar MARS.



‘’Studi akhir, saya mengambil Pekanbaru-Riau sebagai penelitian. Ternyata
Pekanbaru masih membutuhkan tambahan rumah sakit dan akan lebih baik dikelola
secara profesional. Selesai MARS, saya bersama suami mendirikan rumah sakit PMC
ini,’’ paparnya. 



Menjadi seorang dokter kemudian mendirikan rumah sakit, bukanlah cita-cita
sejak awal olehnya. Saat lulus Sekolah Menengah Atas, ia kemudian mengikuti
ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Pada masanya, tes bisa dilakukan terhadap
jurusan apa yang diminati. 

‘’Saya tes enam jurusan, Kedokteran Unand, Arsitektur ITB, Apoteker, Ekonomi,
IKIP Mate Matika, dan Pertanian. Alhamdulillah semuanya lulus. Tapi atas saran
orang tua, saya memilih kedokteran Unand,’’ tuturnya.(len)





Dr Hj Zurtias Suheimi, MARS



Lahir : Bukittinggi, 29 September 1947

Pekerjaan : Direktur Utama Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC)







-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~


===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet


- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe







-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe




      

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke