Pak MN jo Mamanda Ajo Duta Menarik yang bapak jo mamak tulih, mendorong kito untuak mamikiakan sektor kelautan Minangkabau. Sakedar menambahkan, sapendek pengetahuan ambo, kato revolusi dalam eksploitasi sumberdaya alam, selalu mambao dampak nan mendasar serta struktural. Kini bangsa Indonesia kembali ke ka pertanian organik, setelah Revolusi Hijau di sektor pertanian nan di dukuang penuh oleh WB dan di implementasikan dengan takzim oleh NKRI telah menunjukkan dampak aslinyo. Petani menjadi sub ordinat pasar dan alam tidak sanggup lagi menetralisir bom pupuk kimia dan pestisida. Struktur ketahanan ekonomi rumah tangga petani kecil hancur karena mengabdi ke pasar.
Kini Revolusi Biru di kumandangkan. Sajak dikeluarkannyo UU No 27 Tahun 2007 itu, pemerintah memperkenalkan hak pengelolaan perairan dan pesisir kapado swasta dengan masa pengelolaan 20 tahun dan dapat diperpanjang hingga tiga kali atau 60 tahun. Nelayan-nelayan kecil (kalau dipetani-gurem) akan berkompetisi jo pengusaha perikanan laut besar untuak mengkapling area penangkapan. Untuang-untuang, jo revolusi biru nan di kecekkan dek mantari ko, nelayan Minangkabau mulai dari Indopuro, sampai ka Aia Bangih, lai indak "Manari jo Gandang Urang". Salam Andiko Sutan Mancayo Pada 22 Mei 2010 08:38, ajo duta <[email protected]> menulis: > Uda MN dan sanak ambo, > > Dikotomi pri dan nonpri nampaknya masih mendominasi tulisan uda Mochtar. > Apokah masih relevan > dikotomi tu? Perilaku tengkulak pada dasarnya bukanlah milik suatu etnik > atau bangsa tertentu. > Keserakahan adalah milik semua anak manusia terlepas apa suku atau > bangsanya. Kecuali > mereka yang beriman tentunya. > > Dia Piaman, tengkulak karupuak baguak adalah urang awak juo. Inyo > manantukan hargo dek inyo > menguasai pasar. Di Lembang, Jabar banyak pak haji nan jadi tengkulak sayur > mayur. Dek inyo > punyo jaringan di Pasar Induk Kramat Jati. > > Jadi tengkulak ikan di Bagan Siapi-api banyak urang Tionghoa, itu bukan dek > nonpri nyo. Tapi > indak lebih dari kerakusan karena menguasai pasar. > > > 2010/5/21 Mochtar Naim <[email protected]> > > Kawan2 di dunia maya, >> >> Berikut dan terlampir adalah esai saya mengenai "Revolusi Biru dan Nasib >> Kaum Nelayan" dalam menyambut ikon baru dari Menteri Kelautan, Fadel >> Muhammad: Revolusi Biru. >> >> Kebetulan, kitapun dalam rangka Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010, telah >> memasukkan topik bahasan mengenai pengembangan usaha kelautan di perairan >> Sumatera Barat, karena kita dikarunia oleh Allah dengan panjang pantai yang >> melebihi 2000 km, termasuk kepulauan Mentawai dan tempayan/*basin: "*Laut >> Minangkabau." Di hadapan kita terbentang pilihan alternatif: ikut arus >> pembangunan dengan menyerah-andalkan kepada penguasa ekonomi non-pri, >> seperti selama ini, dengan kita hanya sebagai obyek, atau membangun ekonomi >> kelautan berbasis ekonomi kerakyatan-kenelayanan, sebagai subyek. >> >> Kita perlu mengancang-ancang bagaimana bentuk pembangunan kelautan yang >> akan kita reka ke masa depan, di saat ketika tanah ulayat daratan praktis >> sudah habis tandas diserahkan kepada para penguasa ekonomi non-pri untuk >> perkebunan sawit, dsb., dengan kita kembali menjadi kuli di atas tanah >> ulayat kita sendiri. >> >> Mari kita persekapkan masalah revolusi biru dan nasib kaum nelayan ini. >> >> MN 22/05/10 >> >> >> -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
