Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. Bapak Dr.Mochtar Naim serta dunsanak2 diPalanta.

Terus terang memang semakin smart saja mantan urang sumando dengan "Revolusi 
Biru dan Nasib Kaum Nelayan" seperti yang Bapak Dr.Mochtar Naim garis bawahin 
ini. 
Tak lupa sewaktu beliau memimpin PT BUKAKA dan baru2 ini berita tentang 
penyebab belum terlangsungnya pelelangan barang antik dari kapal karam di 
Cirebon.

Saya pernah ngobrol2 omong kosong di Jakarta tahun 1991 sewaktu ada pesta 
ulangtahun seorang pengusaha pembuat kapal di Jakarta.
Pada saat itu saya pernah menganjurkan kenapa tidak disewa/beli saja kapal2 
nelayan laut Utara Eropa, karena ekonomie mereka semakin susah saja disebabkan 
karena UU perikanan EC yang semakin menyempitkan luas rajut jaring mereka, 
tentunya terutama para nelayan RFG.
Mulai saat itu para galangan kapal, serta pemilik kapal, maupun nelayan2 di EC 
semakin diperketat. Banyak kapal2 ikan yang terdampar dan dilelang.
Setentangan dengan stabilitas kapal seandainya dipakai dilaut yang berombak 
lebih besar ('KIEL' stabilisator dilambung luar bawah kapal) dari kapal 
nelayan/ikan tersebut, saya rasa bisa dimodifikasi bila perlu.

Memang pada saat itu ada beberapa pendengar tertarik, tetapi yah sayang tak ada 
kelanjutannya. Entah lah, mungkin saja "KOMBUR" saya kurang mantap dan ataupun 
daya serap para pendengar "MEN TALK" pada saat itu kurang baik.
(angek2 cik ayam)

Sekianlah dulu sedikit tambahan dari saya, Bapak Dr. Muchtar Naim, mohon maaf 
kalau ada kata2 yang kurang mengena;
tak lupa terima kasih sebelumnya atas maaf dan maklumnya.

Wassalam,
Muljadi 





-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Fri, 21 May 2010 16:11:30 -0700 (PDT)
> Von: Mochtar Naim <[email protected]>
> An: rahmi naska <[email protected]>, Ahmad Rifa\'i <[email protected]>, 
> Arief Rangkayo Mulia <[email protected]>, BADRUL MUSTAFA 
> <[email protected]>, Eri Bagindo Rajo <[email protected]>, Gusti Ramli 
> <[email protected]>, Ir Rd Renny Pudjiati <[email protected]>, 
> rahmad <[email protected]>, rahmi gusnetti <[email protected]>, 
> [email protected], [email protected], 
> "[email protected]" <[email protected]>, 
> [email protected], [email protected], 
> "[email protected]" <[email protected]>, Resthy Anggreta Sari 
> <[email protected]>, [email protected], ridwan gmail 
> <[email protected]>, rina novita <[email protected]>, 
> [email protected], Riri Chaidir <[email protected]>, 
> [email protected], rita desfitri <[email protected]>, 
> [email protected], "rudi.rusli" <[email protected]>, 
> [email protected]
> CC: Mochtar Naim <[email protected]>
> Betreff: [...@ntau-net] Mochtar Naim: "Revolusi Biru dan Nasib Kaum Nelayan"

> Kawan2 di dunia maya,
>  
> Berikut dan terlampir adalah esai saya mengenai "Revolusi Biru dan Nasib
> Kaum Nelayan" dalam menyambut ikon baru dari Menteri Kelautan, Fadel
> Muhammad: Revolusi Biru.
>  
> Kebetulan, kitapun dalam rangka Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010, telah
> memasukkan topik bahasan mengenai pengembangan usaha kelautan di perairan
> Sumatera Barat, karena kita dikarunia oleh Allah dengan panjang pantai yang
> melebihi 2000 km, termasuk kepulauan Mentawai dan tempayan/basin: "Laut
> Minangkabau." Di hadapan kita terbentang pilihan alternatif: ikut arus
> pembangunan dengan menyerah-andalkan kepada penguasa ekonomi non-pri, seperti
> selama ini, dengan kita hanya sebagai obyek, atau membangun ekonomi kelautan
> berbasis ekonomi kerakyatan-kenelayanan, sebagai subyek.
>  
> Kita perlu mengancang-ancang bagaimana bentuk pembangunan kelautan yang
> akan kita reka ke masa depan, di saat ketika tanah ulayat daratan praktis
> sudah habis tandas diserahkan kepada para penguasa ekonomi non-pri untuk
> perkebunan sawit, dsb., dengan kita kembali menjadi kuli di atas tanah ulayat
> kita sendiri.
>  
> Mari kita persekapkan masalah revolusi biru dan nasib kaum nelayan ini.
>  
> MN 22/05/10

-- 
GRATIS für alle GMX-Mitglieder: Die maxdome Movie-FLAT!
Jetzt freischalten unter http://portal.gmx.net/de/go/maxdome01

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke